Eksplore anything with the simple way...

Tuesday, April 6, 2010

Black in News : Indonesia adalah Negara Asia Pertama di Piala Dunia.

Untuk menghibur diri,  kali ini sengaja saya ingin sharing informasi untuk meringankan akumulasi kekecewaan kita sebagai pecinta bola atas PSSI yang akhir-akhir ini terpuruk dan selalu jadi pecundang.

Diakui atau tidak, Indonesia adalah negara asia yang berlaga di ajang piala dunia, tepatnya Piala Dunia 1938 di Perancis.

Meskipun saat itu belum merdeka, Indonesia mengusung nama Nederlandsche Indiesche atau Neterland East Indies atau Hindia Belanda.

Panasnya keadaan Eropa dan sulitnya transportasi ke Perancis, secara tak langsung memberikan keuntungan tersendiri.
Jepang menolak hadir dan memberikan kesempatan bagi Hindia Belanda untuk tampil mewakili zona Asia di kualifikasi group 12. Lalu Amerika Serikat yang menjadi lawan berikut menyerah tanpa bertanding. Jadilah anak-anak Melayu ini melenggan ke Prancis.

Pengiriman kesebelasan Hindia Belanda bukannya tanpa hambatan. NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) atau organisasi sepak bola Nelanda di Jakarta bersitegang dengan PSSI yang telah berdiri April 1930.

PSSI yang diketuai oleh Soeratin Sosrosoegondo seorangi insinyiur lulusan Jerman yang telah lama tinggal di Eropa, ingin pemain mereka yang dikirimkan. Namun akhirnya kesebelasan dikirimkan tanpa mengikutsertakan permain PSSI dan menggunakan bendera NIVU yang telah diakui FIFA. Ditangani oleh pelatih Johannes Mastenbroek. Para pemain kesebelasan Hindia Belanda adalah mereka yang bekerja di perusahaan-perusahaan Belanda.

Tercatat nama Bing Mo Heng (Kiper), Hermarn Zommer, Franz Meeng, Isaac Pattiwael, Frans Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Tjien, Jack Sammuels, Suwarte Soedermandji, Anwar Sutan, dan kiri luar Nawir yang juga bertindak sebagai Kapten kesebelasan.

Pada babak penyisihan, Hindia Belanda langsung menghadapi tim tangguh Hungaria, yang kemudian meraih Runner up. Tak banyak informasi yang didapatkan mengenai pertandingan di stadion Velodrome Municipale, Reims, 5 Juni 1938 tersebut.

Pada pertandingan yang disaksikan 9.000 penonton itu, Hindia Belanda tak mampu berbuat banyak dan terpaksa pulang lebih cepat setelah digilas 6-0.
Meskipun belum menggunakan bendera merah putih, inilah satu-satunya penampilan tim Melayu di Piala Dunia, hingga sekarang.

Semoga kita bisa belajar dari Sejarah menggembirakan ini. Amin... Bravo Sepak bola Indonesia, !

Saturday, March 20, 2010

BLACK BIMA : Visit Sumbawa Lombok 2012







Saya hampir lupa, kenapa blog ini saya namai dengan BLACK BIMA.

Alasan utama tentu saja sebagai salah satu upaya untuk mendekati dan berhubungan dengan tema Djarum Black dalam mengikuti Djarum Black Blog Competition Vol. 2.

Karena sudah lebih 20 artikel yang membahas tema lain khusus dalam Djarum Black Blog Competition Vol 2 ini, tanpa sedikitpun menempatkan Bima sebagai judul postingan, maka untuk kali ini, perkenankan saya mengulas tentang Black Bima.


Kenapa Black Bima ?

Saya tinggal di Kabupaten Bima Pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB), tepatnya di Kecamatan Sape yang merupakan wilayah Bima Timur yang terletak di ujung timur propinsi NTB, berbatasan langsung dengan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pulau Komodo yang dulu disebut Pulau Rinca, sekarang terkenal sebagai Taman Nasional Komodo sebagai salah satu dari 23 keajaiban dunia.

Pada zaman Kesultanan Bima yang diperintah oleh Sultan Muhammad Salahuddin sekitar 1819, Pulau Komodo/Rinca dikuasai oleh kesultanan Bima sebagai tempat peternakan kuda dan rusa bagi keluarga kerajaan.
Makanya disamping banyak dijumpai Mbou (Bahasa Bima dari Komodo; pen) juga sangat banyak dijumpai Menjangan dan Kuda Liar.

Sekarang nama Raja Bima tersebut diabadikan menjadi nama lapangan terbang Bima, Bandara Muhammad Salahuddin Bima.

Dalam perkembangannya Taman Nasional Komodo secara geografis, masuk dalam wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Yang paling membanggakan, Pulau Komodo sekarang menjadi salah satu tempat tujuan pariwisata dan merupakan Zona Konservasi Ekslusif yang dilindungi oleh PBB.

Itulah sekelumit sejarah yang diceritakan leluhur saya secara turun temurun, dan kemudian saya tindak lanjuti dengan menemukan banyak referensi sejarah tentang Bima, terutama dapat dilihat secara lengkap di Kitab Bo yang sekarang terdapat di berbagai perspustakaan Nasional.

Kalau sedikit boleh narsis, hehee... boleh donk... :d Mungkin karena mengagumi Panglima Perang Salib di Pihak Islam, Salahuddin Al-Ayubi dan Raja Bima yang arif bijaksana, maka Almarhum Bapak saya menamai saya dengan Muhammad Salahuddin.
Thanks dad, I love you very much !


Visit Lombok Sumbawa 2012, Kabupaten Bima berbenah diri.

Roadshow wakil bupati NTB Ir. H. Badrul Munir ke Kabupaten Bima memiliki arti penting, mengingat geliat sektor pariwisata yang tumbuh secara konsisten, akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di daerah.

Yang menarik perhatian saya, kalalu saya tidak salah lihat, jari tengah dan telunjuk Wakil Bupati NTB ini menjepit sebatang Djarum Black sambil menikmatinya di sela diskusi. Sayang sekali saya tidak berkesempatan untuk memotretnya.

Kita kembali lagi ke potensi Wisata Bima.
Pesona wisata budaya Bima seperti rimpu, atraksi pacuan kuda tradisional, Hanta ua pua dan beragam atraksi wisata budaya lainnya merupakan kekayaan yang siap digali dan dikembangkan untuk mewujudkan NTB berdaya saing di sektor pariwisata di tingkat regional dan internasional.

Mungkin Anda agak bingung dengan terminilogi/istilah pariwisata daerah Bima di atas, karena memang menggunakan Bahasa Bima.
Inya Allah dalam postingan lain akan saya jelaskan secara rinci mengenai istilah tersebut.





Teinspirasi dari sukses Pantai Sanggigi Lombok Barat NTB, dan Pantai Lakey Kabupaten Dompu NTB yang akhir-akhir ini telah mampu menjadi primadona wisatawan melebihi keindahan Pantai Kuta dan Sanur bali, sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisata dengan statistik yang cukup memuaskan.


Gunung Rinjani dan Tambora yang menjadi ikon gagasan besar ini, tentu saja memerlukan kerja keras dan kebersamaan serta bahu membahu, agar provinsi NTB dapat menjadi daerah tujuan pariwisata utama.
Menurut Wagub, Visit Lombok Sumbawa 2012 merupakan program berkelanjutan yang harus tetap berlangsung hingga setelah tahun 2012..

Roadshow oleh Tim Provinsi ini dilakukan agar Tim dapat melihat secara langsung obyek pariwisata. Melalui kunjungan ini terdapat banyak manfaat dalam bentuk wawasan baru yang dapat diperoleh daripada hanya membaca referensi dalam buku.


Terkait dengan upaya ini, skenario yang diterapkan adalah dengan menempatkan Bima NTB sebagai gerbang masuk wisatawan dari arah timur.
Kab. Bima mempunyai simpul strategis pembangunan pariwisata karena bila dibandingkan dengan daerah lainnya, daerah ini memiliki potensi dalam 3 dimensi yang mencakup hasil budaya dengan bukti sejarah yang memiliki daya tarik, alam dan pendukung lainnya.
Berbicara tentang Bima, maka citra yang harus dibangun adalah pariwisata budaya.

Sejalan dengan hal ini pemerintah provinsi sudah merancang penyelenggaraan sejumlah event bernuansa budaya dan ke depan, pacuan kuda tradisional akan diselenggarakan secara Nasional dengan mengikutsertakan provinsi lain seperti Jawa Tengah dan NTT yang juga memiliki kalender event sejenis.

Untuk memantapkan rencana Visit Lombok Sumbawa 2012 ini, dalam waktu singkat akan dilaksanakan rapat koordinasi kepariwisataan dengan melibatkan para pemangku kepentingan, agar tercapai target program ini.

Tuntutan utama atas rencana kegiatan ini, sangat perlu adanya kerja keras, terobosan dan inovasi, yang ditujukan bagi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Juga yang lebih penting adalah menjadikan sektor pariwisata sebagai lokomotif pembangunan yang memberikan dampak bagi ekonomi masyarakat.

Inilah yang menjadi alasan mengapa sektor kebudayaan dan pariwisata menjadi prioritas utama yang perlu kita dukung bersama dalam mewujudkan Bima NTB yang kompetitif selain melalui sektor pertanian dan peternakan.




Artikel yang disertakan dalam Djarum Black Blog Competition Volume 2


Black Bima : Visit Sumbawa Lombok 2012 merupakan postingan penutup saya, dalam Djarum Black Blog Competition Volume 2 ini.
Berikut adalah list beberapa judul artikel yang dilombakan, saya urutkan mulai dari yang terbaru dalam Djarum Black Competition Volume 2 :


1. Black Bima : Visit Sumbawa Lombok 2012


2. Black Opinion : Merokok Tidak Haram


3. Black Kidding : Blogger Nekad


4. Black Drama : Pelajaran dari Film Children of heaven


5. Black in news : Indonesia adalah Negara Asia pertama yang mengikuti Piala Dunia


6. Black Snake ?


7. Blackinnovation : Felk Bekas Biker (2)


8. Blackinnovation : Felk Bekas Biker (1)

Dalam kesempatan ini, saya sampaikan terima kasih kepada Djarum Black, atas kesempatan buat kami sebagai blogger pemula untuk berkreasi.

Bravo Djarum Black !



Friday, March 19, 2010

Black opinion : MEROKOK TIDAK HARAM



Ini adalah fatwa dari saya sendiri, yang tentu saja bukan semata-mata dilatarbelakangi oleh hubungan emosional karena saya adalah perokok Djarum Black.

Ini adalah bentuk kekecewaan saya terhadap ketidakpastian mengenai kejelasan hukum merokok ini.

Tetapi saya sangat senang karena merujuk kepada pendapat Menteri Agama RI, Bapak Surya Dharma Ali yang menyatakan bahwa merokok adalah makruh sama persis dengan yang dikatakan almarhum Bapak saya dan yang dinyatakan oleh guru ngaji saya di kampung.

Pendapat Menteri Negara di atas diamini oleh oleh PBNU melalui Ketua PBNU Masdar Farid Mas'udi.
Dia menyatakan, hukum rokok yang seperti itu merujuk pada fatwa para masyayikh NU sebelumnya.

Beliau mengungkapkan bahwa pengharaman rokok akan berdampak langsung pada nasib para petani tembakau. Jutaan petani akan terganggu karenanya. Apalagi, sebagian besar petani tembakau itu adalah nahdliyin.
Selagi pemerintah belum menyiapkan sektor pengganti untuk kehidupan para petani tersebut, pihaknya yakin NU tidak akan berfatwa haram.


Fatwa Haram Merokok dari MUI

Keluarnya fatwa haram merokok dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menharamkan rokok pada keadaan tertentu beberapa waktu lalu semakin membuat resah penjual tembakau dan buruh pabrik rokok.
Mereka khawatir larangan MUI akan memusnahkan mata pencaharian yang sudah ditekuni puluhan tahun walaupun dibatasi larangan haram itu untuk ibu hamil, anak-anak, dan larangan merokok di tempat umum yang memang sudah tertera pada label bungkus rokok.

Di Detik.com Direktur PT Putra Patria Adikarsa John Mosman, berujar, fatwa MUI belum memperlihatkan dampak pada penurunan daya beli masyarakat terhadap rokok. Ia optimistis perusahaan mitra dari PT HM Sampoerna yang ia pimpin tetap langgeng. Sebab, pangsa pasarnya jelas yakni perokok lelaki dewasa yang telah mapan.


Fatwa haram merokok oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) ternyata berdampak pada penerimaan cukai tahun 2009. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencatat potensi melorotnya penerimaan cukai sekitar 10 persen akibat fatwa haram MUI.

Dengan demikian, penurunan riil penerimaan cukai sekitar 3 persen dari target penerimaan sebesar Rp 49,6 triliun, atau menjadi Rp 48,27 triliun.

Produsen rokok khawatir kebijakan kenaikan tarif cukai rokok spesifik yang bakal mempengaruhi penjualan selama tahun 2009.


Fatwa Haram Merokok dari PP Muhammadiyah

Tokoh Muslim, Amien Rais, pernah mengimbau para ulama untuk mempertimbangkan fatwa haram merokok. Ulama jangan hanya mempertimbangkan aspek agama, tetapi juga aspek sosial, ekonomi, dan kemanusiaan.

Saya dikagetkan lagi oleh PP Muhammadiyah yang mengeluarkan fatwa haram merokok tanpa kompromi dan batasan melalui Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar, pada tayangan berita Metro TV, Selasa 9 Maret 2010.

Fatwa haram ini, justru lebih kejam dari yang difatwakan MUI. Kalau MUI terdapat unsur haram manakala menyankut dengan ibu hamil, anak-anak, dan larangan merokok di tempat umum yang memang sudah tertera pada label bungkus rokok, Muhammadiyah justru HARAM TANPA SYARAT.

Menurut Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul Anwar, ini adalah revisi dari fatwa sebelumnya yang menyatakan rokok itu mubah.

PP Muhammadiyah sempat mengeluarkankan fatwa mubah merokok pada 2007. Menurut Syamsul, saat itu lembaganya belum melakukan kajian mendalam. Sekarang dapat disimpulkan bahwa merokok adalah haram.

Biar tidak ada dusta di antara kita, redaksi di atas saya ganti saja dengan, “saat itu lembaga PP MUHAMMADIYAH BELUM MENDAPATKAN SUMBANGAN RP 3,5 M dari seorang pengusaha Amerika. Karena sekarang sudah dapat Rp. 3,5 M maka PP Muhammadiyah menyimpulkan fatwa haram.”

Terlepas kucuran dana untuk PP Muhammadiyah dari Seorang pengusaha Amerika tersebut di atas benar atau tidak, yang paling penting, Muhammadiyah sebagai sebuah Institusi Keagamaan harus konsisten dan hati-hati dalam mengeluarkan fatwa, biar tidak terkesan main-main dan membuat rakyat tidak semakin bingung

Hanya berselang sehari setelah keputusan haram tersebut, serta merta PP Muhammadiyah merevisi lagi pernyatannya melalui Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir yang menyatakan Muhammadiyah tidak mau tergesa-gesa dalam membahas fatwa haram rokok terbitan Majlis Tarjih lembaga itu. Alasannya, ormas Islam itu menginginkan pembahasan dan penerapan fatwa bersifat mempermudah, edukatif, dan bertahap.

Dengan demikian, masyarakat bisa mengikuti fatwa berdasarkan kesadaran sendiri dan bukan paksaan. “Ini (fatwa haram rokok) kan masih digodok Majlis Tarjih dan PP Muhammadiyah. Langkah selanjutnya bagaimana? Kita tidak mau tergesa-gesa,” katanya kepada Republika, Jumat, 19 Maret 2010.

Fatwa tersebut juga tidak menjadi agenda pembahasan. Masih ada masalah keagamaan yang jauh lebih penting untuk dibahas misalnya fiqh anti korupsi, fiqh keadilan gender, dan beberapa masalah lainnya, katanya yang menyebutkan Munas akan diikuti peserta dan cendekiawan muslim dari seluruh majlis tarjih tingkat provinsi.


Jadi yang mana yang mesti diikuti? Saya sarankan ikuti saja fatwa saya di atas, MEROKOK TIDAK HARAM :))


RUU tentang pengendalian dampak produk tembakau.

Kecewa ! Adalah kata yang pantas, sebagai ungkapan komplain khususnya buat
Sekitar 20.000 petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah, yang tengah menggelar unjuk rasa menolak Rancangan Undang-undang (RUU) tentang pengendalian dampak produk tembakau terhadap kesehatan di Alun-alun Kabupaten Temanggung, yang mulai saya amati di tayangan berita Metro TV sejak berita ini mencuat sekitar 16 Pebruari lalu.

Jika RUU ini nantinya disahkan, maka pemberlakuan undang-undang tersebut dikhawatirkan akan mengancam kehidupan seluruh petani tembakau di Indonesia.

Dalam RUU tersebut ada beberapa pasal yang sangat meresahkan, yaitu menyangkut kenaikan tarif cukai rokok serta larangan menyeluruh untuk promosi rokok.

Dalam pasal 27 RUU tentang pengendalian dampak produk tembakau terhadap kesehatan itu, cukai produk tembakau ditetapkan minimal 65 persen dari harga penjualan, naik dibandingkan rata-rata tarif cukai rokok di Indonesia yang saat ini mencapai 37 persen dari harga penjualan.

Dengan begitu besarnya cukai yang diambil dan harus diserahkan kepada negara, secara otomatis akan membuat pabrik berusaha membeli tembakau dengan harga murah untuk menghemat biaya produksi.

Larangan promosi rokok diantaranya tertuang pasal 81, 82, dan 83. Dalam ketiga pasal, pembatasan tersebut dituangkan dengan jelas :
Melarang pelaku usaha untuk memasang iklan atau promosi rokok secara langsung maupun tidak langsung.
Melarang pelaku usaha untuk menjadi sponsor suatu kegiatan, serta sekaligus melarang media massa untuk memperlihatnya gambar atau tayangan orang sedang merokok.

Larangan ini jelas akan berdampak pada penurunan volume penjualan rokok, dan mengancam kelangsungan industri rokok yang selama ini menjadi komoditas yang penting untuk menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak, dan tentu saja akan berdampak para para buruh dan petani tembakau yang terlibat langsung di dalamnya.

Apalagi mengingat tembakau produksi Temanggung adalah tembakau terbaik di dunia yang menjadi bahan baku rokok kretek khas Indonesia.
Dengan keistimewaan ini, baik tembakau maupun rokok kretek semestinya justru dilindungi dengan payung hukum yang tepat oleh negara.

Yang lebih membuat saya khawatir kalalu RUU tersebut disyahkan, hoby saya menulis di blog saya akan ada hambatan dan tentu saja tidak akan bisa ikut lagi Djarum Black Competition edisi selanjutnya. :))

Bravo Djarum Black !

Wednesday, March 10, 2010

Black Kidding : Blogger Nekad



Terima Kasih Djarum Black! selama mengikuti Djarum Black Blog Competition Vol.2, membuat dunia terasa penuh mozaik menyenangkan. Saya sebagai newbi, menjadi kecanduan ngeblog dan mungkin seterusnya.

Padahal sebelum berkenalan dengan dunia blog, selalu disibukkan oleh banyol sana banyol sini di friendster dan facebook, terkadang bikin pusing karena kebanyakan friend yang di-add maupun masalah lain, hingga waktu terlalu banyak terbuang sia-sia.

Kesempatan yang diberikan oleh Djarum Black dalam melaksanakan Blog Contest ini, merupakan ide yang cerdas disamping sebagai motivasi untuk ajang berkreasi yang positif bagi para blogger.

Secara kebetulan, karena untuk memenuhi syarat 20 artikel, dengan sedikit agak fokus mengelola blog bertema Djarum Black, akhirnya terhibur juga saat dapat urutan tiga besar dalam Google search untuk kata kunci Kabupaten Bima Timur, atau Kabupaten Bima.
Ehm!.. Boleh dong nasris dikit... Heehee...

Berangkat dari modal nekad, saya memberanikan diri untuk ikut kompetisi ini dan mungkin termasuk dalam golongan orang-orang yang sesat, eh salah ! hee, hee.. Maksud saya masuk kedalam golongan orang Nekad.

Nekad kenapa ?

Saya ada di pelosok ujung Timur Kabupaten Bima NTB, yang baru terjamah jaringan internet dengan kondisi Listrik PLN yang lebih sering padam.
Bisa dibayangkan, pada saat asyik nge-net, loadingnya minta ampun lemotnya, karena sinyal terhalang oleh topografi daerah Bima yang banyak gunung, terus tiba-tiba listrik padam, pasti suntuq abiz...
Masih untung, saya kebetulan penikmat Djarum Black dan tidak jantungan, kalau tidak pasti saya sudah langsung nyerah dan kapok.
Salah satu trik untuk menghindari kejenuhan, saya terbiasa menonton aktifitas Djarum Black setiap Selasa - Rabu di MetroTV dan TVone tentang hal-hal yang sangat inspiratif, mengenai :


Tampilan blog ini terlihat sangat sederhana, karena memang sangat sulit menyiasatinya dengan image-image dan gadget yang bagus, apalagi jika ingin download video atau youtube iklan Djarum Black, bisa dipastikan gagal maneng, gagal maneng... :))
Undang teman untuk vote? Boro-boro... Karena yang tertarik menggunakan internet di tempat saya, hanya beberapa teman saja atau kalau boleh dikatakan hanya saya seorang.

Saya pernah diberitahu salah seorang teman blogger saya dari Surabaya, yang menyebut sepuluh ciri-ciri newbi :
1. Halaman pertama [homepage] internet di komputer, laptop atau ponsel adalah blog. Bisa blog pribadi, wordpress, blogspot, blogdetik dan lain sebagainya.

2. Memiliki blog minimal gratisan dan rajin update. Jadi tidak sekedar mempunyai blog tetapi secara rutin dan konsisten mengisi blog dengan postingan. Tak peduli postingan itu ada komentar atau tanpa komentar.
Bahkan memiliki lebih dari satu blog dan tetap terpelihara [update] dan bukan blog yang digunakan untuk monetize.

3. Selalu membuka blog pribadi untuk mengetahui jumlah pengunjung dan komentar. Bahkan setiap harinya lebih dari 5x melihat blog pribadinya.

4. Selalu menyempatkan untuk browsing internet meskipun hanya sekedar blogging. Melihat blogspot, wordpress, blogdetik, atau komunitas blog lain untuk blogwalking.

5. Mempunyai banyak daftar blog [blogroll]. Bisa puluhan atau bahkan ratusan, meskipun sebenarnya tidak semuanya sempat dikunjungi, untuk menimbulkan kesan kalau kawan blognya banyak sekali.

6. Rajin membaca dan mengomentarinya blog orang lain dan kadang kala komentarnya ditambahi kalimat “kunjungi blog saya….. “

7. Selalu mengunjungi kembali blog yang sudah dikomentari untuk memastikan apakah komentarnya di blog tersebut dibalas oleh pemiliknya. Dan jika ternyata komentarnya tidak dijawab, maka merasa kecewa hati.

8. Rajin datang ke acara blog gathering atau kopi darat [kopdar] sesama blogger. Setiap kopdar selalu ingin dipotret dan posisinya selalu ingin paling depan. Dan jika berhalangan untuk hadir kopdar merasa kecewa dan menyesali diri.

9. Mengajak orang lain untuk selalu mengunjungi blog pribadinya bahkan kepada kawannya yang tidak mempunyai blog pun diminta untuk mengunjungiblog miliknya.

10. Pekerjaan terbengkalai dan tugas kantor tidak terselesaikan karena waktu bekerja dihabiskan untuk ngeblog. Dan mungkin sudah beberapa kali di-omelin bos. Hati-hati saja, jangan sampai dipecat karena ngeblog.

Sepuluh ciri-ciri di atas saya borong semua, hehee, hee... Anda termasuk ciri-ciri pecandu blog di poin yang mana?

Thursday, February 4, 2010

Black Drama : Pelajaran dari Film Children of heaven




Belum sempat menikmati filmnya, di film layar lebar nasional kita akhir-akhir ini lebih cenderung menampilkan tema yang justru sudah membuat “ngeri” duluan dengan judulnya yang terkesan galak dan seronok. Seperti judul : Hantu puncak datang bulan, Kutang kuntilanak, Air terjun pengantin dan judul film lainnya yang sama sekali tidak bernuansa edukatif.

Makanya, daripada menghabiskan waktu luang untuk menonton film dengan judul “norak” tersebut selain di internet saya lebih nyaman menghabiskan waktu luang untuk menonton Djarum Black Motodify, Djarum Black Night Slalom, Autoblackthrough, Autoblackthrough goes to campus. Blackinnovationawards, Blackinnovationawards goes to campus, Black In News, Black Car Community, Black Motor Community dan Black Community setiap hari Selasa dan Rabu di TV one ataupun di Metro TV.

Film Bermutu yang Universal

Film ini ini bersifat universal dan tidak menggurui karena didominasi oleh muatan ketabahan, kejujuran tanggung jawab, serta keperdulian.
Film Children of Heaven lebih banyak menfokuskan pada dunia anak-anak. Menurut saya film ini bisa menjadi inspirasi sekaligus pembelajaran bagi pemerintah Indonesia khususnya stake holder yang menangani problem anak-anak jalanan maupun anak terlantar yang menjadi salah satu problem pelik di negeri ini. Lebih-lebih terjadinya praktek mutilasi dan pemerkosaan biadab terhadap anak-anak. Padahal di UUD 1945 sangat jelas diterangkan, bahwa mereka dilindungi dan menjadi tanggungan negara.

Children of heaven, sungguh sebuah film bermutu dan bisa dinikmati oleh semua kalangan. Film Nominasi Oscar ini meraih penghargaan pada Montreal World Film Festival, Newport International Film Festival, dan Silver Screen Awards di Singapore International Film Festival.


Tidak ada baku tembak, kejar-kejaran mobil lalu tergelincir dan meledak terbakar di jalan beraspal, juga suara mesiu ataupun ledakan bom dan tentu saja tidak mengenkspos kevulgaran pornografi di tayangan film Children of heaven ini, seperti yang terjadi film layar lebar Indonesia pada akhir-akhir ini lagi ramai diperbincangkan dan menjadi polemik banyak kalangan.
Fenomena ini menarik perhatian saya untuk mengulas tentang Children of heaven dalam salah satu posting saya dalam mengikuti Djarum Black Blog Competition ini.

Bila dicermati Children of Heaven adalah sebuah film drama rumah tangga biasa. Namun yang berbeda dari film garapan sutradara Iran terkemuka Madjid Madjidi ini, mampu membuat penonton terpukau, nyaris tak beringsut sedikitpun dari tempat duduk kita.

Karena tulisan ini sekedar sinopsis singkat, untuk mengobati rasa penasaran anda, akan lebih baik mencari dan menyimak filmnya secara lengkap lewat cd atau dvdnya di toko-toko kaset di kota anda. Karena di you tube internet hanya berdurasi sekitar 10-30 menit.

Tak hanya rasa iba dan kesedihan mendalam yang membuat penonton terenyuh menyaksikan sepasang bintang cilik ini beraksi. Namun keluguan dan kelucuanpun terkadang mampu membuat kita penonton tertawa terbahak-bahak.

Saat Anda menonton film ini, terkesan sederhana dan dapat diestimasi biaya pembuatannya film ini pun sangat murah dibandingkan kebanyakan film layar lebar Indonesia yang menghabiskan dana miliaran rupiah tetapi hanya mengumbar kekerasan, klenik dan seksual secara vulgar.
Saya sangat berharap kepada stake holder perfilman Indonesian serta para sponsor tidak terkecuali kepada pihak Djarum Black untuk lebih support dalam pembuatan film-film seperti ini.


Sinopsis Singkat

Kisah film ini diawali dengan sosok bocah lelaki bernama Ali dan mempunyai adik perempuannya Zahra dan seorang lagi masih bayi.

Anak belasan tahun dari keluarga Karim ini hidupnya sangat sederhana yang tergolong keluarga miskin. Maklum, Karim ayahnya hanya seorang Marbot pengurus mesjid di tempat tinggalnya.
Kemiskinan itulah yang membuat titik persoalan di film yang berdurasi 88 menit ini.

Ali yang mendapat tugas dari sang ibu untuk membeli kentang di pasar, awalnya memperbaiki sepatu adiknya Zahra pada seorang tukang sol sepatu.
Saya teringat Tukang sol sepatu ini, dilihat dari penampilan serta peralatan yang dimilikinya, mirip sekali dengan Uba Jeno, tukang sol sepatu di kampung saya. Hehee...

Usai sepatu adiknya dijahit oleh tukang sol sepatu, lalu dibungkus pakai kantong plastik kresek dan meneruskan tugas dari ibundanya ke pasar sayur mayur.

Untuk memudahkan belanja yang dipesan ibunya Ali menaruh sepasang sepatu butut yang tadi di kantong plastik kresek ke sela-sela tumpukan kotak kayu di bawah sisa barang dagangan. Sialnya sepatu jahitan tersebut selanjutnya terbawa oleh tukang sampah yang membersihkan lingkungan kios-kios.

Tak heran usai belanja kentang, Ali tidak menemukan sepatu adiknya yang disimpanya di sela-sela tumpukan kotak kayu dekat barang dagangan.
Kalang kabut Ali mencarinya. Ia pun mencoba mengendap-endap mencari sepatu itu, namun penjual sayur mayur didekatnya menjadi terganggu dan berang melihat Ali seolah-olah ingin mencuri barang dagangannya. Ali pun diusir dan dikejar sehingga Anak malang itu lari tunggang langgang.

Sesampainya di rumah Ali menjadi cemas dan pucat pasi. Berulang kali Zahra adiknya menanyakan sepatu yang diperbaiki, namun Ali tak bergeming.
Akhirnya dengan jujur ia katakan bahwa sepatunya hilang di pasar sayur. Saat itulah Zahra terlihat sangat sedih karena ia tidak memiliki sepatu lagi, karena memang hanya satu-satunya untuk Zahra ke sekolah.

Ali pun berusaha menghibur adiknya dengan memberikan pinsil kesukaannya. Bahkan Ali memberikan pulpen bagus yang ia dapat dari penghargaan atas prestasinya sebagai murid terpandai. Tentu saja dengan catatan agar Zahra tidak memberitahukan orang tuanya kalau ia tak memiliki sepatu lagi.

Yang menarik di film ini, Zahra bergantian memakai sepatu butut satu-satunya milik Ali. Kebetulan Zahra sekolah pagi sedangkan Ali masuk siang.
Di tengah jalan keduanya selalu memakai sepatu tersebut bergantian. Tidak jarang Ali sering terlambat masuk sekolah.
Celakanya, suatu hari sepatu yang dipakai Zahra jatuh di sebuah got berair mengalir deras. Dengan kalang kabut Zahra mengambil sepatu yang terbawa arus kali kecil. Namun beruntung masih ada orang yang mau menolong mengambilkan sepatu yang hanyut. Kendati akhirnya Zahra pulang kesiangan dan Ali terpaksa mendapat terguran keras di sekolah.

“Jangan sampai ayah tahu adikku, kita bergantian sepatu.”
“mengapa? Kan ayah bisa beli lagi?” usul Zahra.
“Jangan. Ayah kita tidak punya uang. Kita orang miskin. Kasihan ayah, sudah kerja keras tetapi tetap tidak punya uang. Apalagi adik kita masih bayi. Dia perlu susu dan makanan tambahan.”

Ali bersusah payah meyakinkan adiknya agar tak perlu melaporkan pada ayah tentang sepatu adiknya yang hilang.

Karim sebagai ayahnya Ali seorang marbot dan pekerja serabutan. Karim memang tidak mampu membahagiakan keluarganya. Namun sebagai seorang ayah dari tiga anaknya yang masih kecil Karim tetap semangat untuk bekerja.

Suatu ketika ia mengajak putranya Ali untuk melamar menjadi tukang kebun di kota dengan mengendarai sepeda butut keliling kota, di komplek perumahan elit. Lantaran digonggong anjing galak, keduanya harus lari tunggang langgang. Pada bagian ini banyak adegan lucu yang muncul. Sampai akhirnya Karim mendapat job sebagai tukang potong rumput dan menyirami kembang di sebuah rumah mewah.

Karim dan anak-anaknya Ali dan Zahra juga pernah melakoni memecah gumpalan gula putih untuk jamaah pengajian di masjid tempat tugasnya sebagai marbot.
Ketika Zahra membuatkan minuman-teh untuk ayahnya yang terasa kurang manis, dengan lugu Zahra mengatakan:

“Ayah tinggal mengambil gula di depan ayah.”

Namun hal itu tidak dilakukan oleh Karim, meskipun gumpalan gula yang dipecah-pecah untuk konsumsi jamaah pengajian, terlihat banyak di depannya.

“Itu milik masjid. Kita tidak boleh mengambilnya anakku” kata Karim dengan jujur.

Sebagai Muslim ia selalu berharap memakan makanan yang halal dari uang hasil kerjanya. Tak lebih, karena keberkahan seseorang hanya bisa diperoleh dari mendapatkan yang halal dari kerja keras, jujur dan tidak merugikan orang lain sesuai yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Film diakhiri dengan keikutsertaan Ali dalam lomba lari yang diadakan sekolahnya. Niat Ali mengikuti lomba itu tak lain ingin meraih juara ketiga dengan hadiah sepatu karet. Jika berhasil hadiah itu akan ia persembahkan buat adiknya tercinta Zahra.

Sayang seribu sayang Ali ternyata menjadi juara satu. Itu artinya ia mendapat hadiah sepasang sepatu olah raga laki-laki, bukan sepatu karet untuk wanita. Ali malah sedih, Ia merasa gagal membahagiakan Zahra .

Nilai apa yang dipetik dari film Children of heaven. Ada empat nilai yang dipetik dari film karya sineas
Iran ini. Pertama selalu melakukan kejujuran. Kedua selalu mencari penyelesaian masalah, ketiga selalu memikirkan orang lain dan keempat mencapai prestasi setinggi-tingginya.

Semoga film ini dapat menjadi pencerahan dan inspirasi bagi kita semua, amin...

Bravo Djarum Black !

Wednesday, January 6, 2010

BLACK IN SOCCER : ADA APA DENGAN PSSI ?


Artikel dalam rangka mengikuti Djarum Black Blog Competition.

Tim PSSI U-23 kita dipecundangi oleh Tim negara tetangga dalam laga Sea Games di Laos baru-baru ini.
Kita bahkan kalah oleh Negara seperti Laos yang notabene tidak pernah punya greget di Sea Games sebelumnya. Laos mempermalukan kita dengan skor telak 2-0 tanpa perlawanan yang menggembirakan.

Saat saya menulis postingan ini, saya dan seluruh pecinta sepak bola tanah air, terpaksa menelan pil pahit dengan penampinlan Timnas Kita.

Tim Nasional yang kita banggakan bertekuk lutut pada Oman dengan skor 2-1 padahal di kandang kita sendiri Istora Bung Karno Senayan Jakarta dalam Kualifikasi Piala Asia.

Saking kecewanya, pada menit akhir pertandingan, salah satu supporter Indonesia, spontan melompat masuk lapangan dan menggiring bola menuju gawang berhadapan langsung dengan kipper Oman dan tesh... bola ditendang dan masih sempat ditepis oleh penjaga gawang Oman dan kemudian anak nekad itu diamankan polisi. Ckaawkaakakk...

Sepintas kejadian itu sangat menggelikan, tetapi aksi spontan tersebut adalah akumulasi kekecewaan atas penampilan Timnas PSSI yang menjadi bulan-bulanan Timnas Oman.
Tidak ada salahnya Djarum Black yang banyak mensponsori tayangan maupun laga persepakbolaan kita memberikan kontribusi ide yang fresh terhadap PSSI untuk mendapatkan solusi bagi kebuntuan ini.

Ada apa dengan sepakbola kita?

Masih segar dalam ingatan saya, bahwa era Sea Games tahun 80-an Timnas kita termasuk Tim yang disegani lawan karena acapkali dapat mengatasi Thailand, Malasyia, Filipina dan negara Asean lainnya.
PSSI perlu melakukan revisi total terhadap keterpurukan ini. Bukan saja hanya melakukan pergantian pelatih tambun Timnas Benny Dollo, tetapi juga perlu melakukan strategi yang komprehensif termasuk mengoptimalkan latihan dan kompetisi sedini mungkin bukan hanya bagi usia u-23 tahun baik kompetisi lokal maupun luar negeri.

Badan Tim Nasional (BTN) PSSI tampaknya tidak bisa konsisten terhadap keputusannya. Contoh kongkrit terkait dengan dispensasi yang kembali diberikan kepada dua pemain Persipura, Boaz Salossa dan Immanuel Wanggai, dalam laga ujicoba timnas U-23 di Iran.

Sebelumnya, badan bentukan PSSI yang menangani timnas Indonesia ini menegaskan, tidak akan memberikan dispensasi kepada siapa pun, saat 'Merah Putih' junior yang dipersiapkan tampil di SEA Games Laos 2009, menggelar laga ujicoba internasional di Iran.

Faktanya, dua pilar Persipura tersebut tidak ikut dalam rombongan timnas U-23 yang diberangkatkan ke Iran dalam dua tahap, yakni kemarin dan sore nanti. Konon, keputusan tidak memberangkatkan Boaz dan Wanggai ini, karena kedua pemain tersebut sudah siap pakai sehingga tidak perlu melalui ujicoba.

Menurut PSSI kebijakan tidak memberangkatkan dua pemain Persipura ini sudah sesuai dengan persetujuan pelatih. Hal tersebut tidak akan mengganggu persiapan timnas U-23, jelang tampil di multi event tingkat Asia Tenggara, Desember mendatang.

Seperti diketahui, dispensasi bagi Boaz dan Wanggai ini merupakan yang kedua kalinya. Sebab, keduanya pun menerima hal yang sama, ketika pemusatan latihan (Pelatnas) timnas U-23 di gelar di Palembang beberapa waktu lalu. Di mana, kedua pemain ini pun diberikan konpensasi untuk tidak mengikuti Pelatnas tersebut.
Para stakeholder, baik Menpora maupun PSSI segera melakukan evaluasi yang komprehensif terhadap problem ini. Yang paling penting PSSI juga seyogyanya mendengarkan input-input oleh semua pihak termasuk dari Djarum Black.

Tuesday, January 5, 2010

Black Color With Permadi

Artikel ini diikutsertakan dalam Djarum Black Blog Competition Volume 2.

Sesuai dengan warna unik Djarum Black, kali ini saya berusaha menjelaskan filosofi warna hitam ala Pak Permadi.

Siapa yang tidak kenal tokoh populer yang satu ini. Beliau salah satu politisi yang berpenampilanl unik dengan penampilan serba hitamnya. Barangkali tidak ada salahnya menjadikan beliau sebagai salah satu tokoh unik Djarum Black.

Banyak orang yang menilai warna hitam adalah simbol kejahatan dan keburukan. Bagi politisi Gerindra, Permadi, warna hitam adalah simbol Ketuhanan yang hakiki.
Karena dalam warna hitam itulah konsep Jawa manunggaling kawulo lan gusti (bersatunya manusia dan Tuhan) dapat terjadi. Kok bisa?

"Warna hitam itu warna Tuhan. Bapak saya mengajari, ilmu tertinggi sebelum manunggaling kawulo lan gusti adalah saka paraning dumadi (dari mana kita berasal dan ke mana kita akan kembali).

Menurut Politisi gaek ini, sebelum kita manunggal, kita harus memasuki alam kelanggengan (keabadian) yang disebut alam tan keno kinoyo ngopo, “itu simbulnya hitam,"
Itulah Permadi, dengan bangganya menjelaskan filosofi warna hitam yang selalu dia wujudkan dalam bentuk baju, celana, kaos, jaket, bahkan CD alas celana dalam sekali pun.

"Kalau sudah manunggaling kawulo lan gusti, tidak ada sedikit pun rasa takut apa-apa. Mau kritis, mau nggak dapat amplop, mau ngadepin siapa pun, berani. Karena itu setiap hari saya selalu mengenakan pakaian hitam. Baju hitam, celana hitam, kaos hitam, bahkan celana dalam saya pun yang jumlahnya 15 juga hitam," terang Permadi.

Pria yang lebih senang disebut spiritualis ini lalu menjelaskan asal muasal kecintaanya pada warna hitam. Tidak hanya itu Permadi pun juga membuat joke-joke..

"Saya suka warna hitam itu sejak kecil sekitar umur 5 tahun. Meski demikian, kadang masih selang-seling dengan warna lain karena orang tua saya ingin baju anaknya tidak terlihat itu-itu saja," terang pria kelahiran Semarang 16 Mei 1940 ini.
"Baru setelah umur 25-an, saya konsisten mengenakan warna hitam. Sampai sekarang 2 periode manjadi anggota DPR, saya sekali pun tidak pernah mengunakan warna lain," terang Permadi.

Menurut ayah 4 anak ini, warna hitam merupakan simbol dari idealisme dan konsekuen. Karena itulah, sampai akhir hayatnya ia akan menjalani ritual hitam sebagai bentuk komitmen pada perjuangan idealisme dan keteguhan terhadap arti hidup yang konsekuen.

"Warna hitam itu warna yang paling konsekuen. Anda pakai baju apa pun, apakah warna merah, hitam, kuning, biru, putih sekalipun kalau kena cahaya, bayangannya akan tetap hitam. Artinya kalau orang sudah hitam, apa yang dia pikirkan, rasakan, katakan dan lakukan akan sama," terangnya.

Permadi mengaku pernah disebut 'iblis' karena ke mana-mana selalu pakai hitam-hitam. Namun dia tidak kehilangan akal untuk menjawab olok-olokan dan julukan tersebut.

"Saya pernah diundang di satu universitas Islam. Saya pakai hitam-hitam. Seorang penanya dengan beraninya memaki-maki saya dan menyatakan saya pengikut iblis karena selalu pakai hitam-hitam. Saya tidak marah, justru saya balik bertanya, apakah saudara pernah lihat, iblis itu warna hitam. Hantu yang bisa dilihat yaitu Casper saja, warnanya putih. Anda tidak berdasar saya katakan. Dia nggak bisa ngomong lagi," kenangnya.

Kalau sejak umur 25 tahun Permadi sudah pakai full Black,hitam-hitam, berapa jumlah pakaiannya yang berwarna hitam ya?
"Wah, saya nggak tahu, Mas. Pastinya banyak sekali. Saya nggak pernah ngitung. Tapi sekarang yang selalu saya pakai sekitar 10 setel," sahutnya.
Meski serba hitam, tapi tetap ada warna lain di tubuh Permadi. "Rambut saya yang putih hahahaha," selorohnya.

Dari improvisasi dan idealismenya dengan warna hitam, tidak ada salahnya Djarum Black menjadikan beliau sebagai salah satu tokoh nyentrik Black Djarum.

Sumber : detik.com dan wawancara ekslusif beliau di Tvone dengan Host Farhan