Loading...
Eksplore anything with the simple way...

Monday, May 28, 2012

Konstelasi Pemekaran Bima Timur untuk SDM Perantauan


Kabupaten Bima Timur - Mari kita bercermin dengan pemekaran Kabupaten Lombok Utara. Dengan segala keterbatasan Pendapatan Asli Daerah (PAD), potensi alam dan SDM, wilayah Lombok Utara telah mandiri (mangan sendiri, Begitu pula dengan terbentuknya Kabupaten Manggarai Barat dan Sumba.
Satu indikasi aportunis yang dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat lombok utara dan Manggarai Barat NTT, walaupun dengan segala keterbatasan mereka, mereka sukses melakukan itu.
Indikator utama sehingga mereka sukses adalah terus mewacana dan memobilisasi opini dan aspirasi, itulah KEHENDAK RAKYAT SEJATI.
Bagaimanapun keadaan mereka, hari ini mereka sibuk berbenah, setidaknya memanfaatkan kesempatan yang lebih lugas, untuk mengelola dan menunjukkan jati diri, bersaing dengan
wilayah lain sebagai Kabupaten Baru yang tentu saja akan bisa menjadi anak emas

Bagaimana dengan Pemekaran Kabupaten Bima ?

Warga Bima Timur
 yang menuntut hak pemekaran wilayahnya  secara konstitusinal dijamin oleh UU no 32 tahun 2004 dan PP no 78 tahun 2007.
Wahai rakyat  MBOJO ELE atau DONGGO ELE, yaqinlah bahwa anak bungsu Sang BIMA sedang menyingsing di TIMUR yang bernama Bima Timur.
Fajar baru kini menerawang, berserakanlah kalian sebagai anak cucunya dipangkuan Sang Bima. Berdirilah dengan tegap, karena matahari masih terbit di ufuk timur untuk sesegera mungkin mewujudkan Kabupaten Bima Timur.

Kepada Sumber Daya Manusia handal asli Bima Timur di perantauan:
Kami di Bima Timur di kampung halamanmu menanti respons, ide briliant, dan the BEST CHOICE
dari gebrakanmu. Buktikan kalian mampu melakukan lobi dan koneksi, jangan hanya jaya di rantau nun jauh disanam tetapi perlu langkah kongkrit untuk tidak membiarkan saudara-saudaramu, ompu ra ama, manca ra nene, cina ro angi, dae ra ma, abu ra umi dan ari ra ana, berjuang sendiri (single fighter) untuk tujuan luhur ini.


Jangan berprinsip, seperti orang malas dan cuek bebek : "Biarkan seperti air mengalir, mengaliri tempat yang rendah." tetapi... berusahalah agar air itu bisa menanjak ke tempat
yang tinggi, setinggi-tingginya.

Berprinsiplah : Hari ini adalah lebih baik dari hari kemarin, dan besok lebih baik daripada hari ini. Bangunlah dari tidurmu saudaraku... majukan daerahmu biar tidak rapuh binasa...

INGATKAH ENGKAU.,...
Daerah dimana leluhurmu mengajarkan engkau filosofi "maja labo dahu."
Daerah dimana engkau mendapat belaian sayang Ayah dan lentik jari cinta Bunda.
Daerah dimana engkau pernah mengumpulkan ranting pohon untuk memjadi beberapa ikat kayu bakar disertai beras sebagai bekalmu untuk mencari ilmu di Kota Kabupaten.

Daerah dimana kau mengenal baik tanaman padi sehingga menjadi beras dan proses menanamnya dengan membajak sawah ditemani nyanyian indah kerbau diiringi melodi derap langkah engkau
dan Ayahmu, istirahat di pematang sawah menikmati santapan siang masakan istimewa bunda : dengan oi mangge, uta karamba, mbohi dungga, sayur parongge dengan minuman air telaga jernih, yang menjadikan kita setegar sekarang.

Daerah dimana engkau mendapatkan pujaan dan belahan jiwamu, dengan terlebih dahulu berbohong kepada ayah bunda untuk menemuinya.
saat romantisme pandangan pertama itu, menembak jitu hati gadis manis Bima Timur dengan rimpu mpidanya, pada waktu lampa-lampa ke pantai matamboko, saat todo bawa, tarwih di surau, nonton MTQ, belajar kelompok, acara tujuh belas agustus di lapangan kecamatan dan lain-lainnya

Inilah tantangannya !...

Mampukah kita melobi pusat, sebab anggaran operasional untuk Dana Talangan bagi Daerah
Kabupaten Persiapan PEMEKARAN KABUPATEN BARU yang harus disediakan oleh Pemerintah Pusat RI adalah Rp. 980 Milyar. Sudah tiba waktunya, di MPR/DPR RI, unsur DPD Pusat, Birokrat Kabupaten Bima Timur di luar daerah, akademisi, usahawan, SEMUA mesin penggerak pesawat Bima Timur.

Kalian adalah HANGGAR dan Landasan, LOBI PUSAT adalah salah satu kunci dari yang lainnya.
Persetujuan untuk survey lapangan, sebagai bakal Disposisi Pusat terhadap Tim 09 untuk
Rekomendasi permohonan Pemekaran Kabupaten dari unsur dan elemen masyarakat dan pemerintahan Kabupaten Bima: akan diberikan oleh DEWAN OTONOMI DAERAH REPUBLIK INDONESIA yang terdiri dari 09 (sembilan) anggota dari berbagai unsur; antara lain : MENPAN (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara), Mendagri, Kapolri, Panglima ABRI, Unsur DPR Pusat, unsur Perguruan Tinggi dan seterusnya. (Unsur Dewan Otonomi sewaktu-waktu dapat saja disesuaikan dirubah PemerintahPusat).

Sebagai ilustrasi kecil, Lobi TERtajir pada (diantara) DEWAN OTONOMI DAERAH tentang Pengajuan PEMEKARAN DAERAH KABUPATEN/KODYA; adalah pada unsur SEKRETARIS DEWAN OTONOMI yang tidak merangkap anggota.

Setidaknya informasi terhendus angin seperti ini hanyalah "ringa ro haba". Bagi langkah
konkrit sebagai LOBI LANGSUNG di PUSAT, order dan worker nya adalah PEJUANG BIMA TIMUR yang saat ini masih berkarier di LUAR DAERAH. Disini Kami Menanti, Ina ro Ama, Sae`e ro Ari, Dua ra Ori, Da ro Manca, Inanto`i ro Ananto`i, Hera ro Kawalu, Sadue ro Wua, Ompu ro
Wa`i......... SEMUA anak bangsa, Weki AMA UBA PUA DAE MUMA ANDE TATI HAWO NCUHI RO SANGAJI Mbojo Ele, donggo ele; SAPE LAMBU WERA AMBALAWI WAWO LANGGUDU.

Kami semua akan terus bergerak seperti laut, berkumpul seperti topan, dan akan menggenggam
BIMA TIMUR sebagai cita-cita, dan Kami tidak rela mati sebelum mewujudkannya.
INSYA ALLAH, rawi sarumbu bae ba weki sebagai PERJUANGAN, karena ALLAH sebagai penyerahan diri.

Salam dan do`a kita semua: SEMOGA ALLAH SWT senantiasa ridha dan memberikan Rahmat Karunia
Taufik dan Hidayah-NYA kepada kita sekalian. Amin ya rabbal alamin.

Semoga refleksi apa adanya dari salah satu unsur masyarakat Bima Timur (MBOJO ELE) ini, walau sekedar nggahi dou dana centang perenang yang awam, dapatlah kiranya menjadi salah satu suara dari sejuta hati nurani yang berdenyut dalam genggaman-NYA.
Djazakumullahu khairan katsira, Antum a`lamu bi umuri dunyakum. Hidup Kabupaten Bima Timur!

Pemekaran Kabupaten Bima Timur, Isu yang paling dominan di Bima


Peta Kabupaten Bima TimurKabupaten Bima - sebagai salah satu Kabupaten di propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sudah memenuhi persyaratan dimekarkan untuk menjadi Kabupaten Bima Timur, akhir-akhir ini, santer diperbincangkan, baik oleh masyarakat, media massa, maupun oleh tokoh-tokoh masyarakat Bima di perantauan.
"Tuntutan pemekaran wilayah Kabupaten Bima di bagian timur, akan tetap direspons sepanjang aspirasi tersebut muncul dari masyarakat. Pembentukan kabupaten baru tersebut bukan tidak mungkin dilakukan. Apalagi jika ibukota Kabupaten Bima telah dipindahkan ke Woha. Hal itu akan berdampak pada akses pelayanan warga bagian timur. “Hal itu tidak akan bisa dihindari, dewan akan meresponsnya jika itu menjadi tuntutan masyarakat,” ujarnya.
Namun, kata duta Partai Indonesia Baru (PIB) ini, hal yang perlu diingat adalah beban pemerintah pusat. Karena untuk membiayai sebuah daerah, membutuhkan banyak anggaran." Hal itu dikatakan anggota DPRD Kabupaten Bima dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Gatot Sukoco, saat menerima aspirasi dari warga Sape dan Lambu di DPRD Kabupaten Bima-, Kamis 6/10) beberapa waktu yang lalu.
Dicontohkan juga, proses pemekaran saat Kota Bima resmi menjadi definitif. Juga Kabupaten Sumba Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah dimekarkan menjadi tiga kabupaten. Meskipun secara potensi tidak lebih baik dari Sape, Wera, wawo, ambalawi, Lambu dan Lanngudu. Secara infrastruktur, sudah sangat mendukung lahirnya kabupaten baru. “Pelayanan masyarakat tentu menjadi pertimbangan utama, apalagi akan dipindahkannya ibukota kabupaten. Ini tidak bisa dihindari sebagai sebuah konsekuensi.

Hal senada juga mengemuka ketika kontrak politik Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang sekarang berhasil lolos ke Senayan seperti Prof. Farouk Muhammad, Ir. Ma'ruf dan lain-lain dari daerah pemilihan yang mewakili rakyat Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima mengusung upaya pemekaran tersebut.
Hampir tidak ada isu satupun yang dominan melainkan isu berjuang maksimal untuk mewujudkan Kabupaten Bima Timur, pada saat mereka turun untuk melakukan kampanye di Wilayah Bima Timur seperti Kecamatan Sape-, Lambu-, Wawo-, Wera-, Ambalawi- dan Langgudu-, baik ketika menjadi calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) maupun calon anggota legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) Pusat, Propinsi (DPRD TK.1) dan Daerah/kota (DPRD Tk.2).

Masyarakat Bima Timur tentu akan menagih janji-jani mereka, sampai mereka benar-benar dapat mewujudkan cita-cita luhur tersebut.
Suatu Kesyukuran, karena untuk Pemilu 2009 ini khusus untuk Daerah pemilihan IV yang
mewakili masyarakat Bima Timur-, tokoh-tokoh partai yang lolos, didominasi oleh putra-putra terbaik Kabupaten Bima Timur yang diurutkan berdasarkan electoral treshold sebagai berikut :
- Iskandar Zulkarnain (Demokrat)
- Ferdiansyah ST, H.M. Sirajuddin, S.Sos. Drs. H. Muhdar (Golkar).
- Ahmad H.M. Saleh (PDIP)
- firdaus H. Ahmad, SH (PKS)
- Sukrin SH, M.Maman, SE, (PAN)
- Dewi Astuty, S.Pd (PKB)
- Sumardin, SH (ppp)
- Drs. H. M. Nadjib (Hanura)
- Nurdin Ahmad (PBB)

Kepada beliau-beliau yang terhormat, harapan Masyarakat Bima Timur tersandarkan, untuk dapat memperjuangkan aspirasi mereka dalam rangka mewujudkan Kabupaten Bima Timur.
Di kemudian hari dalam 100 hari mereka sebagai perwakilan rakyat Bima Timur mulai bertugas, tidak ada sinyal positif yang berorientasi pada perjuangan tersebut atau dianggap gagal, maka jangan harap rakyat percaya untuk memberikan kesempatan pada Pemilu berikutnya.

Sebagai bentuk egaliter- yang seharusnya ditunjukkan adalah tradisi untuk mengundurkan diri dengan meletakkan jabatan tersebut, sebagaimana yang terjadi di negara-negara maju seperti Jepang-, Cina-, Korea- dan negara maju lainnya, baik untuk kalangan eksekutif, Yudikatf, Legislatif- maupun penyelenggara negara lainnya, dari Pusat sampai Daerah.
Masalah Dana merupakan problema klasik yang selama ini dianggap menjadi Kendala dan menjadi perbincangan banyak kalangan seakan menyihir masyarakat untuk segera surut dalam melanjutkan perjuangan luhur ini seakan-akan masalah dana adalah sebagai syarat satu-satunya yang secara absolut mesti dipenuhi.
Padahal apapun yang menjadi keinginan masyarakat semasih itu dalam tananan yang konstruktif- dan dapat diukur, maka tidak ada alasan untuk menghambat apalagi melakukan agitasi- dan propanganda- negatif dengan serta merta mengandalkan ego kekuasaan yang selama ini dapat dilihat dengan kasat.

Dana secara otomatis akan bisa terpenuhi, manakala masyarakat mendapatkan kepastian yang jelas. Padahal mereka tidak sadar bahwa selama sekian tahun, sosialisasi mengenai pembentukan Kabupaten Bima Timur yang diwadahi oleh Komite Persiapan Kabupaten Bima Timur-(KP2KBT)- telah menghabiskan biaya yang tidak sedikit.

Selamat berjuang DPR,DPD,DPRD dapil IV dan Komponen Bima Timur lainnya.
Semoga tercatat dalam sejarah Bima Timur, bahwa Andalah Pejuangnya. Hidup Bima Timur !..

Wednesday, June 16, 2010

Puisi Politik Sujiwo Tejo Lautan Tangis




Lautan Tangis


Berlayarlah di laut keringat kami
Tertawalah di laut keringat kami
Berselancarlah di laut keringat kami
Perpesiarlah di laut keringat kami

Bergerak, bergerak, tetap bergerak, menderap langkagh, merapat barisan
Bergerak, bergerak, tetap bergerak
Berat kita junjung, ringan kita jinjing
Bergerak, bergerak, tetap bergerak
Berlumur keringat dan air mata

Berlayarlah di laut keringat kami
Tertawalah di laut keringat kami
Berselancarlah di laut keringat kami
Perpesiarlah di laut keringat kami

Bersabar, bersabar kita sejak dulu
Amuk kita timbun, munjung bagai gunung
Bersabar, bersabar kita sejak dulu
Amuk kita tunda, gunung tak meletus
Bersabar, bersabar kita sejak dulu
Sejak dulu nahan sejuk bagai gunung

Pesta poralah di gunung kesabaran kami
Dansa dansilah di gunung kesabaran kami
Injak-injakkan kakimu di gunung kesabaran kami
Buang botol-botol minummu di gunung kesabaran kami

Bersabar, bersabar, sampai habis sabar
Sabar jadi riak, riak jadi ombak
Bersabar, bersabar sampai habis sabar
Bergelora gelora begunung gunung ombak
Gulungan gelombang keringat tangisan kami

Hati-hati jangan kau terlena di laut tangis kami
Hati-hati jangan kau ha ha hi hi di laut keringat kami
Awas, awas, awas di gunung kesabaran kami
Mawas mawas dirilah di gunung kesabaran kami.

Tuesday, June 1, 2010

Puisi Politik Pancasila


GANTI PANCASILA


Ganti saja Pancasila
Nyatanya sila Indonesia tak lagi lima
Tertinggal dua atau satu sila saja
Bisa jadi hanya sila kesatu, meski tidak Esa
Nyatanya: seakan Tuhan menyuruh membunuh umat Tuhan yang lain?
Nyatanya: seakan Tuhan memaksa umat seagama mengusir sesamanya

Ganti saja Pancasila
Dimana relevansinya dengan Negara apalagi di Masyarakat
Nyata, fakta:
Motor-motor berjuta-juta
Kendaraan individu berjaya
Apa arti Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Bila: supir-supir bisdi kota harus bekejar-kerjaan, kebut-kebutan cari penumpang
Setoran tak tercapai, nyawa hilang mungkin saja
Karena penumpang sedikit, mereka beralih ke motor
Nyatanya:
Orang-orang tak berpunya, ratusan juta butuh angkutan murah,
tak jua tersedia kendaraan angkut massif
Bagaimana angkut sayuran, palawija atau dagangan bila tak ada yang mengakut?
Jangan tanya Presiden yang dipilih olehmu, jangan tanya menteri yang ditunjuk olehnya
Karena mereka tidak bodoh, tidak berani dan sedikit pengecut
dan mereka bukan karibnya Chavez, takut berdekatan dengan Castro

Ganti saja Pancasila
Apa arti Persatuan Indonesia
Nyatanya: perbedaan budaya dan adat adalah pemisahan teritorial
Nyatanya: atas nama otonomi, otoritas, dan kelola
Pemekaran kabupaten, provinsi; memakan dana merenggangkan saudara

Ganti saja Pancaila
Apa arti Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyarawaratan Perwakilan
Nyatanya: bukan hikmat apalagi bijaksana yang memimpin, apalagi pencipta kebijakan
Nyatanya: lobi, takar-timbang kepentingan segelintir,
uang dan kekuasaan jadi pemimpin,
pastinya bukan musyawarah

Ganti saja Pancasila
Apa ada Kemanusiaan yang adil dan beradab di sini
Nyata dan fakta:
Setiap bulan saudaraku terusir dari rumah tinggalnya
Bukan oleh penjajah Belanda, Jepang, tapi oleh Satpol PP, bangsa sendiri,
sama warna kulitnya, sama-sama makan nasi

Ganti saja Pancasila
Biar anak-anak, remaja dan orang dewasa tahu,
Indonesia adalah Negara Kapitalis berTuhan, berzakat tiap tahun, berkorupsi tiap bulan
Ganti saja Pancasila
Biar anak-anak, remaja dan semua orang dewasa paham,
Pancasila sudah diubah oleh mentri-mentri, anggota-anggota DPR
berdasar Pasar, berdasar investasi, berdasar pengusaha
tak peduli Rakyat

Ganti saja Pancasila
Biar anak-anak, remaja dan orang dewasa mudah serap, belajar ideologi baru,
banyak contoh banyak aplikasi:
Marsinah dibunuh, Munir dibunuh, rakyat ditindas rumah tergusur, pasar tradisional mati,
mal-mal dibangun, warung-warung tidak laku, indomaret-alfamaret merangsak merajalela
Itulah dasar negara Indonesia baru, dasar negara Kapitalis-birokrat, berbalut otoriter nan santun
percaya pada Tuhan, menTuhankan uang

Ganti saja Pancasila
Bhineka Tunggal Ika, hampir hilang makna
Soeharto sukses manunggal keseragaman
kini DPR dan pemerintah siap lahirkan
Undang-undang berpihak ‘kesucian’ dan ‘kepedulian’
yang belum tentu Indonesia, belum tentu Nusantara

Tuesday, April 6, 2010

Black in News : Indonesia adalah Negara Asia Pertama di Piala Dunia.

Untuk menghibur diri,  kali ini sengaja saya ingin sharing informasi untuk meringankan akumulasi kekecewaan kita sebagai pecinta bola atas PSSI yang akhir-akhir ini terpuruk dan selalu jadi pecundang.

Diakui atau tidak, Indonesia adalah negara asia yang berlaga di ajang piala dunia, tepatnya Piala Dunia 1938 di Perancis.

Meskipun saat itu belum merdeka, Indonesia mengusung nama Nederlandsche Indiesche atau Neterland East Indies atau Hindia Belanda.

Panasnya keadaan Eropa dan sulitnya transportasi ke Perancis, secara tak langsung memberikan keuntungan tersendiri.
Jepang menolak hadir dan memberikan kesempatan bagi Hindia Belanda untuk tampil mewakili zona Asia di kualifikasi group 12. Lalu Amerika Serikat yang menjadi lawan berikut menyerah tanpa bertanding. Jadilah anak-anak Melayu ini melenggan ke Prancis.

Pengiriman kesebelasan Hindia Belanda bukannya tanpa hambatan. NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) atau organisasi sepak bola Nelanda di Jakarta bersitegang dengan PSSI yang telah berdiri April 1930.

PSSI yang diketuai oleh Soeratin Sosrosoegondo seorangi insinyiur lulusan Jerman yang telah lama tinggal di Eropa, ingin pemain mereka yang dikirimkan. Namun akhirnya kesebelasan dikirimkan tanpa mengikutsertakan permain PSSI dan menggunakan bendera NIVU yang telah diakui FIFA. Ditangani oleh pelatih Johannes Mastenbroek. Para pemain kesebelasan Hindia Belanda adalah mereka yang bekerja di perusahaan-perusahaan Belanda.

Tercatat nama Bing Mo Heng (Kiper), Hermarn Zommer, Franz Meeng, Isaac Pattiwael, Frans Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Tjien, Jack Sammuels, Suwarte Soedermandji, Anwar Sutan, dan kiri luar Nawir yang juga bertindak sebagai Kapten kesebelasan.

Pada babak penyisihan, Hindia Belanda langsung menghadapi tim tangguh Hungaria, yang kemudian meraih Runner up. Tak banyak informasi yang didapatkan mengenai pertandingan di stadion Velodrome Municipale, Reims, 5 Juni 1938 tersebut.

Pada pertandingan yang disaksikan 9.000 penonton itu, Hindia Belanda tak mampu berbuat banyak dan terpaksa pulang lebih cepat setelah digilas 6-0.
Meskipun belum menggunakan bendera merah putih, inilah satu-satunya penampilan tim Melayu di Piala Dunia, hingga sekarang.

Semoga kita bisa belajar dari Sejarah menggembirakan ini. Amin... Bravo Sepak bola Indonesia, !

Saturday, March 20, 2010

BLACK BIMA : Visit Sumbawa Lombok 2012







Saya hampir lupa, kenapa blog ini saya namai dengan BLACK BIMA.

Alasan utama tentu saja sebagai salah satu upaya untuk mendekati dan berhubungan dengan tema Djarum Black dalam mengikuti Djarum Black Blog Competition Vol. 2.

Karena sudah lebih 20 artikel yang membahas tema lain khusus dalam Djarum Black Blog Competition Vol 2 ini, tanpa sedikitpun menempatkan Bima sebagai judul postingan, maka untuk kali ini, perkenankan saya mengulas tentang Black Bima.


Kenapa Black Bima ?

Saya tinggal di Kabupaten Bima Pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB), tepatnya di Kecamatan Sape yang merupakan wilayah Bima Timur yang terletak di ujung timur propinsi NTB, berbatasan langsung dengan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pulau Komodo yang dulu disebut Pulau Rinca, sekarang terkenal sebagai Taman Nasional Komodo sebagai salah satu dari 23 keajaiban dunia.

Pada zaman Kesultanan Bima yang diperintah oleh Sultan Muhammad Salahuddin sekitar 1819, Pulau Komodo/Rinca dikuasai oleh kesultanan Bima sebagai tempat peternakan kuda dan rusa bagi keluarga kerajaan.
Makanya disamping banyak dijumpai Mbou (Bahasa Bima dari Komodo; pen) juga sangat banyak dijumpai Menjangan dan Kuda Liar.

Sekarang nama Raja Bima tersebut diabadikan menjadi nama lapangan terbang Bima, Bandara Muhammad Salahuddin Bima.

Dalam perkembangannya Taman Nasional Komodo secara geografis, masuk dalam wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Yang paling membanggakan, Pulau Komodo sekarang menjadi salah satu tempat tujuan pariwisata dan merupakan Zona Konservasi Ekslusif yang dilindungi oleh PBB.

Itulah sekelumit sejarah yang diceritakan leluhur saya secara turun temurun, dan kemudian saya tindak lanjuti dengan menemukan banyak referensi sejarah tentang Bima, terutama dapat dilihat secara lengkap di Kitab Bo yang sekarang terdapat di berbagai perspustakaan Nasional.

Kalau sedikit boleh narsis, hehee... boleh donk... :d Mungkin karena mengagumi Panglima Perang Salib di Pihak Islam, Salahuddin Al-Ayubi dan Raja Bima yang arif bijaksana, maka Almarhum Bapak saya menamai saya dengan Muhammad Salahuddin.
Thanks dad, I love you very much !


Visit Lombok Sumbawa 2012, Kabupaten Bima berbenah diri.

Roadshow wakil bupati NTB Ir. H. Badrul Munir ke Kabupaten Bima memiliki arti penting, mengingat geliat sektor pariwisata yang tumbuh secara konsisten, akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di daerah.

Yang menarik perhatian saya, kalalu saya tidak salah lihat, jari tengah dan telunjuk Wakil Bupati NTB ini menjepit sebatang Djarum Black sambil menikmatinya di sela diskusi. Sayang sekali saya tidak berkesempatan untuk memotretnya.

Kita kembali lagi ke potensi Wisata Bima.
Pesona wisata budaya Bima seperti rimpu, atraksi pacuan kuda tradisional, Hanta ua pua dan beragam atraksi wisata budaya lainnya merupakan kekayaan yang siap digali dan dikembangkan untuk mewujudkan NTB berdaya saing di sektor pariwisata di tingkat regional dan internasional.

Mungkin Anda agak bingung dengan terminilogi/istilah pariwisata daerah Bima di atas, karena memang menggunakan Bahasa Bima.
Inya Allah dalam postingan lain akan saya jelaskan secara rinci mengenai istilah tersebut.





Teinspirasi dari sukses Pantai Sanggigi Lombok Barat NTB, dan Pantai Lakey Kabupaten Dompu NTB yang akhir-akhir ini telah mampu menjadi primadona wisatawan melebihi keindahan Pantai Kuta dan Sanur bali, sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisata dengan statistik yang cukup memuaskan.


Gunung Rinjani dan Tambora yang menjadi ikon gagasan besar ini, tentu saja memerlukan kerja keras dan kebersamaan serta bahu membahu, agar provinsi NTB dapat menjadi daerah tujuan pariwisata utama.
Menurut Wagub, Visit Lombok Sumbawa 2012 merupakan program berkelanjutan yang harus tetap berlangsung hingga setelah tahun 2012..

Roadshow oleh Tim Provinsi ini dilakukan agar Tim dapat melihat secara langsung obyek pariwisata. Melalui kunjungan ini terdapat banyak manfaat dalam bentuk wawasan baru yang dapat diperoleh daripada hanya membaca referensi dalam buku.


Terkait dengan upaya ini, skenario yang diterapkan adalah dengan menempatkan Bima NTB sebagai gerbang masuk wisatawan dari arah timur.
Kab. Bima mempunyai simpul strategis pembangunan pariwisata karena bila dibandingkan dengan daerah lainnya, daerah ini memiliki potensi dalam 3 dimensi yang mencakup hasil budaya dengan bukti sejarah yang memiliki daya tarik, alam dan pendukung lainnya.
Berbicara tentang Bima, maka citra yang harus dibangun adalah pariwisata budaya.

Sejalan dengan hal ini pemerintah provinsi sudah merancang penyelenggaraan sejumlah event bernuansa budaya dan ke depan, pacuan kuda tradisional akan diselenggarakan secara Nasional dengan mengikutsertakan provinsi lain seperti Jawa Tengah dan NTT yang juga memiliki kalender event sejenis.

Untuk memantapkan rencana Visit Lombok Sumbawa 2012 ini, dalam waktu singkat akan dilaksanakan rapat koordinasi kepariwisataan dengan melibatkan para pemangku kepentingan, agar tercapai target program ini.

Tuntutan utama atas rencana kegiatan ini, sangat perlu adanya kerja keras, terobosan dan inovasi, yang ditujukan bagi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Juga yang lebih penting adalah menjadikan sektor pariwisata sebagai lokomotif pembangunan yang memberikan dampak bagi ekonomi masyarakat.

Inilah yang menjadi alasan mengapa sektor kebudayaan dan pariwisata menjadi prioritas utama yang perlu kita dukung bersama dalam mewujudkan Bima NTB yang kompetitif selain melalui sektor pertanian dan peternakan.




Artikel yang disertakan dalam Djarum Black Blog Competition Volume 2


Black Bima : Visit Sumbawa Lombok 2012 merupakan postingan penutup saya, dalam Djarum Black Blog Competition Volume 2 ini.
Berikut adalah list beberapa judul artikel yang dilombakan, saya urutkan mulai dari yang terbaru dalam Djarum Black Competition Volume 2 :


1. Black Bima : Visit Sumbawa Lombok 2012


2. Black Opinion : Merokok Tidak Haram


3. Black Kidding : Blogger Nekad


4. Black Drama : Pelajaran dari Film Children of heaven


5. Black in news : Indonesia adalah Negara Asia pertama yang mengikuti Piala Dunia


6. Black Snake ?


7. Blackinnovation : Felk Bekas Biker (2)


8. Blackinnovation : Felk Bekas Biker (1)

Dalam kesempatan ini, saya sampaikan terima kasih kepada Djarum Black, atas kesempatan buat kami sebagai blogger pemula untuk berkreasi.

Bravo Djarum Black !



Friday, March 19, 2010

Black opinion : MEROKOK TIDAK HARAM



Ini adalah fatwa dari saya sendiri, yang tentu saja bukan semata-mata dilatarbelakangi oleh hubungan emosional karena saya adalah perokok Djarum Black.

Ini adalah bentuk kekecewaan saya terhadap ketidakpastian mengenai kejelasan hukum merokok ini.

Tetapi saya sangat senang karena merujuk kepada pendapat Menteri Agama RI, Bapak Surya Dharma Ali yang menyatakan bahwa merokok adalah makruh sama persis dengan yang dikatakan almarhum Bapak saya dan yang dinyatakan oleh guru ngaji saya di kampung.

Pendapat Menteri Negara di atas diamini oleh oleh PBNU melalui Ketua PBNU Masdar Farid Mas'udi.
Dia menyatakan, hukum rokok yang seperti itu merujuk pada fatwa para masyayikh NU sebelumnya.

Beliau mengungkapkan bahwa pengharaman rokok akan berdampak langsung pada nasib para petani tembakau. Jutaan petani akan terganggu karenanya. Apalagi, sebagian besar petani tembakau itu adalah nahdliyin.
Selagi pemerintah belum menyiapkan sektor pengganti untuk kehidupan para petani tersebut, pihaknya yakin NU tidak akan berfatwa haram.


Fatwa Haram Merokok dari MUI

Keluarnya fatwa haram merokok dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menharamkan rokok pada keadaan tertentu beberapa waktu lalu semakin membuat resah penjual tembakau dan buruh pabrik rokok.
Mereka khawatir larangan MUI akan memusnahkan mata pencaharian yang sudah ditekuni puluhan tahun walaupun dibatasi larangan haram itu untuk ibu hamil, anak-anak, dan larangan merokok di tempat umum yang memang sudah tertera pada label bungkus rokok.

Di Detik.com Direktur PT Putra Patria Adikarsa John Mosman, berujar, fatwa MUI belum memperlihatkan dampak pada penurunan daya beli masyarakat terhadap rokok. Ia optimistis perusahaan mitra dari PT HM Sampoerna yang ia pimpin tetap langgeng. Sebab, pangsa pasarnya jelas yakni perokok lelaki dewasa yang telah mapan.


Fatwa haram merokok oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) ternyata berdampak pada penerimaan cukai tahun 2009. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencatat potensi melorotnya penerimaan cukai sekitar 10 persen akibat fatwa haram MUI.

Dengan demikian, penurunan riil penerimaan cukai sekitar 3 persen dari target penerimaan sebesar Rp 49,6 triliun, atau menjadi Rp 48,27 triliun.

Produsen rokok khawatir kebijakan kenaikan tarif cukai rokok spesifik yang bakal mempengaruhi penjualan selama tahun 2009.


Fatwa Haram Merokok dari PP Muhammadiyah

Tokoh Muslim, Amien Rais, pernah mengimbau para ulama untuk mempertimbangkan fatwa haram merokok. Ulama jangan hanya mempertimbangkan aspek agama, tetapi juga aspek sosial, ekonomi, dan kemanusiaan.

Saya dikagetkan lagi oleh PP Muhammadiyah yang mengeluarkan fatwa haram merokok tanpa kompromi dan batasan melalui Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar, pada tayangan berita Metro TV, Selasa 9 Maret 2010.

Fatwa haram ini, justru lebih kejam dari yang difatwakan MUI. Kalau MUI terdapat unsur haram manakala menyankut dengan ibu hamil, anak-anak, dan larangan merokok di tempat umum yang memang sudah tertera pada label bungkus rokok, Muhammadiyah justru HARAM TANPA SYARAT.

Menurut Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul Anwar, ini adalah revisi dari fatwa sebelumnya yang menyatakan rokok itu mubah.

PP Muhammadiyah sempat mengeluarkankan fatwa mubah merokok pada 2007. Menurut Syamsul, saat itu lembaganya belum melakukan kajian mendalam. Sekarang dapat disimpulkan bahwa merokok adalah haram.

Biar tidak ada dusta di antara kita, redaksi di atas saya ganti saja dengan, “saat itu lembaga PP MUHAMMADIYAH BELUM MENDAPATKAN SUMBANGAN RP 3,5 M dari seorang pengusaha Amerika. Karena sekarang sudah dapat Rp. 3,5 M maka PP Muhammadiyah menyimpulkan fatwa haram.”

Terlepas kucuran dana untuk PP Muhammadiyah dari Seorang pengusaha Amerika tersebut di atas benar atau tidak, yang paling penting, Muhammadiyah sebagai sebuah Institusi Keagamaan harus konsisten dan hati-hati dalam mengeluarkan fatwa, biar tidak terkesan main-main dan membuat rakyat tidak semakin bingung

Hanya berselang sehari setelah keputusan haram tersebut, serta merta PP Muhammadiyah merevisi lagi pernyatannya melalui Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir yang menyatakan Muhammadiyah tidak mau tergesa-gesa dalam membahas fatwa haram rokok terbitan Majlis Tarjih lembaga itu. Alasannya, ormas Islam itu menginginkan pembahasan dan penerapan fatwa bersifat mempermudah, edukatif, dan bertahap.

Dengan demikian, masyarakat bisa mengikuti fatwa berdasarkan kesadaran sendiri dan bukan paksaan. “Ini (fatwa haram rokok) kan masih digodok Majlis Tarjih dan PP Muhammadiyah. Langkah selanjutnya bagaimana? Kita tidak mau tergesa-gesa,” katanya kepada Republika, Jumat, 19 Maret 2010.

Fatwa tersebut juga tidak menjadi agenda pembahasan. Masih ada masalah keagamaan yang jauh lebih penting untuk dibahas misalnya fiqh anti korupsi, fiqh keadilan gender, dan beberapa masalah lainnya, katanya yang menyebutkan Munas akan diikuti peserta dan cendekiawan muslim dari seluruh majlis tarjih tingkat provinsi.


Jadi yang mana yang mesti diikuti? Saya sarankan ikuti saja fatwa saya di atas, MEROKOK TIDAK HARAM :))


RUU tentang pengendalian dampak produk tembakau.

Kecewa ! Adalah kata yang pantas, sebagai ungkapan komplain khususnya buat
Sekitar 20.000 petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Tengah, yang tengah menggelar unjuk rasa menolak Rancangan Undang-undang (RUU) tentang pengendalian dampak produk tembakau terhadap kesehatan di Alun-alun Kabupaten Temanggung, yang mulai saya amati di tayangan berita Metro TV sejak berita ini mencuat sekitar 16 Pebruari lalu.

Jika RUU ini nantinya disahkan, maka pemberlakuan undang-undang tersebut dikhawatirkan akan mengancam kehidupan seluruh petani tembakau di Indonesia.

Dalam RUU tersebut ada beberapa pasal yang sangat meresahkan, yaitu menyangkut kenaikan tarif cukai rokok serta larangan menyeluruh untuk promosi rokok.

Dalam pasal 27 RUU tentang pengendalian dampak produk tembakau terhadap kesehatan itu, cukai produk tembakau ditetapkan minimal 65 persen dari harga penjualan, naik dibandingkan rata-rata tarif cukai rokok di Indonesia yang saat ini mencapai 37 persen dari harga penjualan.

Dengan begitu besarnya cukai yang diambil dan harus diserahkan kepada negara, secara otomatis akan membuat pabrik berusaha membeli tembakau dengan harga murah untuk menghemat biaya produksi.

Larangan promosi rokok diantaranya tertuang pasal 81, 82, dan 83. Dalam ketiga pasal, pembatasan tersebut dituangkan dengan jelas :
Melarang pelaku usaha untuk memasang iklan atau promosi rokok secara langsung maupun tidak langsung.
Melarang pelaku usaha untuk menjadi sponsor suatu kegiatan, serta sekaligus melarang media massa untuk memperlihatnya gambar atau tayangan orang sedang merokok.

Larangan ini jelas akan berdampak pada penurunan volume penjualan rokok, dan mengancam kelangsungan industri rokok yang selama ini menjadi komoditas yang penting untuk menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan rakyat banyak, dan tentu saja akan berdampak para para buruh dan petani tembakau yang terlibat langsung di dalamnya.

Apalagi mengingat tembakau produksi Temanggung adalah tembakau terbaik di dunia yang menjadi bahan baku rokok kretek khas Indonesia.
Dengan keistimewaan ini, baik tembakau maupun rokok kretek semestinya justru dilindungi dengan payung hukum yang tepat oleh negara.

Yang lebih membuat saya khawatir kalalu RUU tersebut disyahkan, hoby saya menulis di blog saya akan ada hambatan dan tentu saja tidak akan bisa ikut lagi Djarum Black Competition edisi selanjutnya. :))

Bravo Djarum Black !