Eksplore anything with the simple way...

Wednesday, December 23, 2009

Blackinnovation : Felk Bekas Biker (2) Cerita Lanjutan



Menyimak cerita pada postingan perdana saya dalam mengikuti Djarum Black Blog Competition vol.2 tentang Black innovation Felk Bekas Biker (1), tentu tidak akan didapati relevansi, Apa hubungannya dengan Felk Bekas?

Mudah-mudahan bisa terjawab dan terkesan nyambung dalam tulisan berikut, Selamat menyimak !

Ornamen bundar berwarna merah yang agak identik dengan logo Djarum Black di foto postingan ini, yang tampak kokoh di pagar rumah saya dan sebagai fentilasi kamar samping, itu terbuat dari bekas felk mobil.

Mau tahu, kenapa pakai Felk Mobil Bekas? Untuk menghibur diri, saya jawab sendiri aja ah... Mau... mau... mau... heeheee...

Kebanyakan kita berpikir, akan jauh lebih bagus kalau menggunakan material kayu hutan seperti Mahoni atau Jati.

Begitu saya mencoba pesan pada tukang kayu di kampungku, dia langsung akting dengan promosi dahsyatnya :

“Bundaran yang bapak pesan sangat rumit. Untung Bapak langsung ketemu saya, karena memang hanya saya yang bisa melakukan pekerjaan ini di seantero kota Sape ini. Masalah harga, tenang aja, bisa miring kok pak... Bapak pesan 10 bundaran saya kasih bonus 11 bundaran, eh salah... banyakan gratisnya donk... 1 untuk 10 bundaran pak, hehee...” (sambil cekikikan dengan tatapan berlaga genit kayak Tukul Arwana)

Aku hampir terjebak dan terbuai dengan rayuannya, sampai-sampai tidak terasa, sebatang Djarum black ditanganku sudah sampai pada isapan terakhir.



Setelah aku pertimbangkan sejenak, ternyata untuk mendapatkan bundaran yang ideal harus menggunakan bahan kayu satu pohon tanpa sambungan dengan menebang pohon Mahoni berumur sekitan 20 tahunan yang masih bisa didapati dengan menebang di hutan lindung dekat desa kami. .

Serta merta, saya langsung menolak. Kalaupun ada uang, Biker kayak saya pasti mendingan beli semua pohon untuk terus tetap membiarkan berdiri kokoh meneduhi penghuni hutan lainnya.

Tinggal anda menghitung, untuk keperluan 12 buah bundaran berarti menghabiskan 12 pohon. Hmmm... It's very complicated... artinya menurut si ganteng Budi Anduk, “tau ah elap, cape deh... “ (aku langsung kabur...)

Akhirnya aku terinspirasi dari bentuk bundar Felk sepeda gunung murahan merk tidak jelas buatan China yang merupakan milikku satu-satunya. Sepeda ini menemaniku dengan setia dalam rutinitasku sebagai seorang guru SMAN 1 Sape yang selalu bersepeda ke Sekolah walau murid-murid dan teman guru sampai bosan mentertawaiku karena terlihat aneh di tengah kendaraan mewah mereka.

Tak masalah, yang penting bisa digenjot menanjaki bukit-bukit, ikut serta mendengar curahan hati penghuni hutan tentang penderitaan mereka akan buasnya pemburu dan illegal loging.

“Tapi ngomong-ngomong jangan panggil gue Tarzan coy... gue khan masih pakai celana dan baju lengkap heheee...”



Disamping tidak ideal untuk ornamen pagar rumahku, juga tidak mungkin aku mengorbankan felk sepeda kesayanganku, aku beralih ke bundaran bekas felk mobil seperti yang anda bisa lihat di foto postingan ini.

Saya bersabar mengais felk mobil bekas dengan bentuk yang sama di setiap tukang besi di kotaku selama hampir setahun, untuk mendapatkan 12 bundaran.

Saya sangat senang melihat dinamika pembangunan infrastruktur di Kota kelahiranku yang maju pesat saat ini, termasuk progresifitas pembangunan bidang teknologi informasi sehingga saya dapat mengikuti kontes Djarum Black Blog Competition ini.

Tetapi di sisi lain saya sangat kecewa dan prihatin akan perlakuan masyarakat terutama paradigma berpikir Pemda setempat yang tidak visioner terhadap lingkungan. Hampir bisa dipastikan akan berdampak buruk dan merugikan bagi anak cucuk generasi mendatang.

Bagaimana tidak? Terlepas dari isu kiamat 2012, Hutan lindung, gunung dan bukit yang dulu elok bermahkota hamparan hutan hijau, diiringi nyanyian burung-burung dan dawai musik gemiricik banyu bening mempesona, serta hembusan segar sang bayu, kini gundul, gersang, pincang tak berirama dibabat illegal logging.

Kalau anda men-zoom foto saat saya dengan sepeda di atas, akan tampak jelas bahwa hutan-hutan yang dulu rimbun kini gundul. Padahal foto tersebut diambil pada saat musim hujan di lokasi terpilih dengan kondisi yang paling baik diantara lokasi lain. Lokasi yang baik saja terlihat seperti itu, apalagi kalau anda bayangkan pada saat musim kemarau.

Terumbu karang hancur, ikan-ikan dan penghuni biota laut mendoakan agar para nelayan bejad yang menggunakan potasium dan bom penghancur serta oknum penguasa korup yang memback up langkah deskruktif yang bahkan telah berani menjambangi zona konservasi ekslusif laut (daerah yang bebas dari penangkapan ikan) ini dilaknat Tuhan.



Obsesiku sekarang adalah, meracuni murid-muridku dan semua orang di tempatku agar membiasakan diri bersepeda dan melestarikan alam. “Lestari alamku, lestari negeriku, dimana Tuhanku menitipkan enkau, nyanyi bocah-bocah di kala purnama...” (penggalan lagu Alm. Gombloh)

Kali aja postingan tentang seorang biker dengan Felk mobil bekasnya ini, bisa menjadi inspirasi bagi anda semua, Boleh juga neh... Sebagai inovasi gokil, siapa tau bisa dapat Djarum Black innovation awards

1 comments:

Aditya's Blogsphere said...

salam sobat...wow blognya keren abis.....kesan black nya hebat.....sayangnya tulisan ada yang tersembunyi tuh....yang tipe gif....header width nya di tambahin lima pixel bang biar tulisan gift itu kelihatan (maap cum saran loh.....)btw berhubung blognya banyak saya follow n linkback yg ini ya......trims....

Post a Comment