Eksplore anything with the simple way...

Sunday, July 12, 2009

Ketersediaan Air dalam Aspek Hidrologi di Sape Bima Timur sebagai Langkah Strategis

Persawahan Boke Sape Bima - Gaelby collectionKabupaten Bima Timur - Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari keberadaan (kualitas dan kuantitas) air di bumi. Hidrologi merupakan ilmu yang berurusan dengan air di muka bumi sorotan khusus pada sifat, fenomena, dan distribusi air di daratan.
Tidak terkecuali di Sape Bima yang merupakan wilayah timur Kabupaten Bima, di dunia manapun Air merupakan bagian yang penting dalam kehidupan ini.
Tanpa air semua makhluk hidup tidak akan dapat hidup. Faktor utama yang menjadi persoalan yaitu semakin meningkatnya pembukaan lahan baru untuk tegalan di areal konservasi dan areal fungsi hidrologis kawasan hutan lindung dan kawasan penyangga yang ada di atasnya atau forest cover yang semakin intens tiap tahunnya.

Kejadian yang ada di Kabupaten Bima secara umum khususnya di wilayah Bima Timur, sangat bertentangan dengan UU Tentang Sumber Daya Air terutama yang berkaitan dengan konservasi Sumber Daya Air yang menyebutkan bahwa peran masyarakat untuk menjaga kelangsungan air menjadi lebih penting dalam rangka melindungi dan menjaga lingkungan.

Peran pemerintah dan khususnya masyarakat di wilayah Kabupaten Bima menjadi sangat penting dalam melihat persoalan ini karena dengan hal ini menjadi bagian yang patut menjadi bahan pertimbangan dalam melihat fenomena air tanah pada masa yang akan datang, air tanah secara keseluruhan menjadi persoalan yang perlu direncanakan secara jangka panjang dan perlu di respons secara cepat oleh pemerintah, agar tidak terjadi dampak yang buruk pada masa yang akan datang yang dapat menyebabkan masyarakat Bima Dompu dan sekitarnya pada umumnya akan mengalami kekurangan air.

Secara keseluruhan dampak ini terlihat dalam tinjauan Analisis Pertumbuhan Ekonomi Secara Sektoral Selama 2000-2005 terutama yang terkait dengan sektor primer yang menyatakan bahwa ”sub sektor kehutanan masih mengalami pertumbuhan negatif sebesar -20,12% pada tahun 2004 dan sub sektor tanaman pangan tumbuh negatif sebesar 1,15% pada tahun 2005.

Masih maraknya kasus illegal logging di Kabupaten Bima, Dompu, dan Sumbawa merupakan salah satu penghambat pertumbuhan sub sektor kehutanan. Hal ini disebabkan oleh jumlah kebutuhan kayu yang sangat tinggi belum dapat diimbangi oleh sisi penawarannya.

Persoalan illegal logging menjadi masalah utama terkait dengan kekurangan yang dihasilkan sektor kehutanan dan tentunya akan berimbas pada tanaman pangan, hal inilah yan menjadi persoalan utama dalam melihat faktor utama dari kekurangan air di Kabupaten Bima, sebagaiman yang terjadi pada turunnya pertumbuhan sub sektor tanaman pangan lebih banyak disebabkan faktor cuaca dan kekeringan.
Dalam melihat kasus ini akan sangat baik kita melihat proses terjadinya hujan dan siklus dari proses perubahan cuaca, dalam siklus hidrologi selain terjadi proses evapotranspirasi dari air laut, hujan juga akan terbentuk dari proses evaporation dan evapotanspirasi dari tanaman yang ada di hutan, dengan semakin banyak pepohonan yang melepaskan uap air ke awan, maka akan terjadi siklus di atas awan dengan membentuk awan cumulanimbus dan mengalami proses kondensasi dan uap air akan terbentuk.
Selanjutnya akan terjadi presipitasi atau hujan dan hal inilah kenapa pohon-pohon yang ada di hutan menjadi sangat penting.

Mengingat pada masa kecil dan sampai sekarang kita dapat melihat fenomena kumpulnya awan-awan hitam yang ada di puncak gunung” awan-awan tersebut selanjutnya akan mengalami proses kondensasi dan proses pengumpulan uap air dan selanjutnya akan turun melalui hujan, hal inilah yang terjadi dalam proses terbentuknya hujan. Pada saat turunnya hujan, maka akan terjadi suatu proses lanjut yang akan terjadi yaitu adanya faktor angin yang selanjutnya akan membawa awan-awan tersebut ke daratan dan selanjutnya di daratan akan mengalami hujan seperti yang terjadi di hutan. Apabila semakin intens hujan, maka akan terbentuk air permukaan dan air akan menuju pori-pori tanah kedalam yang disebut perkolasi.

setelah proses ini, maka akan terbentuk air bawah tanah, yang dapat membentuk suatu aliran bawah yang nantinya akan mengalami proses perembesan dengan tingkat
permeabilitas dan tingkat porositas tanah terhadap aliran bawah tanah,
semakin tinggi aliran, maka akan terbentuk air bawah tanah yang ada pada
dataran rendah dan akan terbentuk akuifer-akuifer baru yang ada di bawah dengan nama akuifer bebas dengan tingkat porositas yang tinggi dan selanjutnya
dapat di manfaatkan oleh masyarakat untuk keperluan mengairi sawah
dan menjadi tempat untuk keperluan rumah tangga. gambar yang ada di bawah
ini menunjukkan proses terjadinya air tanah dan proses terbentuknya air
tanah yang ada di dataran rendah sebagian Kecamatan Sape. Proses ini
berawal dari terbentuknya sejumlah output-output dari aliran air tanah
yang mengalir dari atas yang selanjutnya akan terbentuk spot-spot atau
titik air yang ada di bawah, apabila semakin tinggi aliran air dari atas,
maka akan terjadi air permukaan di bawah dan terjadi penggenangan.


Air tanah merupakan air yang mengisi rongga-rongga batuan di bawah permukaan tanah pada zone jenuh air. Dalam Lokasi tanah yang memiliki perbedaan struktur yang berasal dari proses dan formasi yang berbeda dengan lokasi diluarnya, tanah ini merupakan jenis tanah alluvial marine atau jenis tanah dengan tingkat kegaraman rendah, sedang dan semakin dekat dengan laut maka akan semakin tinggi tingkat garamnya.

Kondisi air tanah pada lokasi ini sangat beragam dan pada musim tertentu akan mengalami perubahan dan faktor tersebut juga merupakan faktor cuaca dan iklim serta faktor radiasi terestrial yang mana permukaan lahan dan lauatan memiliki panas yang diserap dari radiasi matahari, sehingga bumi/lahan pada akhirnya juga menghasilkan radiasi yang terkirim ke atmosefer dengan gelombang panjang antara 3-4 micron.

Diasumsikan bahwa radiasi yang masuk pada tanah pada musim hujan dan musim kering akan sangat berbeda dan suhu yang terjadi juga akan mengalami perubahana dengan daya serap tanah akan berbdea, kita dapat mengasumsikan bahwa pada musim hujan dengan tingkat ground water yang tinggi akan memiliki daya absorbed yang tinggi dan air tanahnya juga akan mengalami suatu intrusi dengan kedalaman tertentu dan memiliki daya tekanan yang kuat antara sea water intrusion dan ground water intrusion dan akhirnya akan mengalami perubahan permeabilitas air dan cenderung akan mengarah pada posisi air yang tertekan dan air tersebut akan mengalami apa yang disebut sebagai cone of ascension untuk air laut dan cone of depression dari air permukaan dan akhirnya akan menimbulkan saltwater intrusion dan pada keadaan saling bertekanan.

Antara kedua aliran ini akan membentuk fresh water atau air yang dapat di konsumsi. itulah yang tejadi pada musim penghujan tanah di tempat ini atau "sangga lia" ini dapat dimanfaatkan untuk menanam padi. dan pada musim kemarau tanah akan mengalami perubahan dan kandungan garamnya akan tinggi dengan asumsi cone of ascension akan tinggi. daya serap ini akan menimbulkan terjadinya perubahan pada air tanahnya, dan akan mengalami kondisi air tanah yang payau. kondisi ait tanah ini akan menyebabkan adanya perubahan orientasi untuk menanam tanaman yang bisa menyesuaikan diri dengan kondisi air tanah yang demikian. selain itu pada daerah ini sangat cocok untuk menanam tanaman sayuran yang bisa menyesuaikan dengan kondisi tanah yang semakin mendekat akan menjadi tanah yang bercampur pasir atau alluvium bercampur pasir. pada kasus daerah lain, seperti kasus daerah pesisir kulonprogo yang memiliki keunikan dalam struktur tanah dan air tanahnya, dengan jenis tanah cammupur pasir dan regosol menyebabkan lokasi ini menjadi pusat tanaman sayuran cabe dengan area yang sangat luas dan tersebar di pesisir pantai yang luas.

Kondisi ini menjadikan kawasan pesisir Sape Bima dan sekitarnya menjadi kaya akan tanaman cabe dan menyumbang pendapatan petani yang cukup tinggi, selain itu budidaya tanaman hias juga berkembang di kawasan ini. dengan melihat kondisi ini, kawasann pesisir Pantai Sape hanya sedikit yang mencoba menanam tanaman sayuran seperti ini, dan pada yang sedikit ini memperoleh penghasilan yang cukup besar dan menjadi penyumbang tanaman sayuran yang tersebar yang menambah income masyarakat sekitar, khusunya masyarakat Kabupaten Bima Timur.

Dengan demikian sangat diperlukan peran serta masyarakat dan pemerintah terutama Dinas Pertanian Kabupaten Bima untuk dapat melakukan sosialisasi terhadap potensi ini dan suatu saat nanti dapat menjadi alternatif dalam menyebangkan kawasan atau sentra agrobisnis tanaman sayuran, dan dapat diandalkan sebagai potensi yang sangat besar. dengan lokasi yang strategsi Kecamatan Sape ini, maka kedepan dapat menjadi wacana perencanaan dan pengembangan pertanian kawasan ini.

Lokasi Sape Bima yang berada pada jalur penyeberangan laut antar pulau yang strategis, dan menjadi sentra perdagangan antar kecamatan pada bagian timur atau pesisir timur Kabupaten Bima.
Kawasan ini juga dapat berpotensi menjadi kawasan permukiman yang padat dan menjadi kawasan pinggir laut yang sibuk dengan beragam aktivitas, terutama perdagangan laut, pengolahan ikan, dan sebagai sentra industri pengolahan dan pembudidayaan ikan.

Sebenarnya potensi yang di miliki Kecamatan Sape untuk sektor perikanan cukup besar dan pembudidayaan tambak juga menjadi pilihan strategis yang sangat potensial, hanya Budidaya perikanan, terutama udang, beragam jenis ikan, rumput laut dan mutiara dapat menjadi alternatif dalam pengembangannya, karena kondisi laut yang belum banyak tercemar dengan limbah-limbah yang membahayakan, maka keadaan ini menjadi alternatif dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat, kesejahteraan masyarakat pesisir menjadi lebih baik.

Pemanfaatan potensi menjadi lebih beragam dan pada saatnya nanti akan menjadi kawasan yang startegis dan menjadi kawasan dengan pendapatan daerah yang tinggi, dengan demikian pemanfaatan sumber daya pesisir menjadi suatu kewajiban dalam rangka membangun sape yang lebih baik dan menjadi kecamatan yang makmur dan masyarakatnya sejahtera, masa depan Sape untuk pembangunan sangat potensial dan sangat baik di wilayah pesisir ini dan dapat dijadikan alternatif dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah, untuk itu Sumber Daya Alam yang tinggi tentunya harus didukung oleh sumber daya manusia yang mumpuni dan dapat menjadikan Kecamatan Sape sebagai kecamatan yang memiliki masa depan yang baik dan terencana dengan baik dan dapat menjadi kawasan strategis dan berkembang.

Dari gambaran di atas, banyak hal yang kita dapat jelaskan terkait dengan air tanah dan struktur geologi dari dataran Sape yang luas ini, terkait dengan struktur geologis, tanah sape dulunya merupakan kawasan laut yang mengalami proses yang pada jutaan tahun yang lalu, ini terbutkti dengan kita melakukan pengeboran untuk mendapatkan air tanah di rumah-rumah warga, akan terdapat banyak sekali aneka betuk siput-siput kecil yang terendapkan, dari kedalaman 10 atau 20 meter, dan banyak lagi bentukan lainnya yang terdapat pada daerah ini, terutama jenis-jenis pasir yang beragam.
Struktur ini kemungkinan daerah Dataran Sape ini merupakan laut dulunya yang kemudian mengalami proses pengankatan struktur tanahnya dan proses ini berlangsung selama puluhan juta tahun yang lalu.
Menurut ilmuwan, akibat terjadi letusan Gunung Tambora di perbatasan Bima dan Dompu yang merupakan letusan terdahsat kedua setelah Gunung Krakatau di dunia, pada saat itu terjadi Tsunami besar yang melanda lokasi-lokasi sekitar Kabupaten Bima, dan Sape kemungkinan di landa Tsunami juga, dan ini memungkinkan terjadinya suatu proses alami dari laut menjadi dataran, karena prosesnya juga cukup lama dan berlangsung selama puluhan juta tahun. kembali pada gambar di atas, anak panah tersebut merupakan jalur turunnya air tanah dari bawah dan menyebar kearah yang sangat luas dan kemudian menyimpannya kedalam tanah membentuk air tanah yang nantinya akan membentuk akuifer bebar yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian di Sape Kabupaten Bima Timur.

Referensi : Linsley et. al. (1975) dan dikutip dari Firdaus Arsyad Universitas Gajah Mada Yogjakarta

2 comments:

MAREWO said...

bima-sape itu kering. curah hujan rendah. needs sgt tinggi. hidup terancam MANGO. solusi : perbanyak perangkap air hujan (dam, bendungan/waduk dll? bila perlu gunung2 dilubangi galian. air hujan tertahan lbh lama. menstimulasi ptumbuhan hutan baru. contoh kasus ada di pacitan jatim. met menelaah. thanks.

gaelby said...

yuph... akan sy pelajari lagi... thank ppdava..

Post a Comment