Eksplore anything with the simple way...

Wednesday, March 10, 2010

Black Kidding : Blogger Nekad



Terima Kasih Djarum Black! selama mengikuti Djarum Black Blog Competition Vol.2, membuat dunia terasa penuh mozaik menyenangkan. Saya sebagai newbi, menjadi kecanduan ngeblog dan mungkin seterusnya.

Padahal sebelum berkenalan dengan dunia blog, selalu disibukkan oleh banyol sana banyol sini di friendster dan facebook, terkadang bikin pusing karena kebanyakan friend yang di-add maupun masalah lain, hingga waktu terlalu banyak terbuang sia-sia.

Kesempatan yang diberikan oleh Djarum Black dalam melaksanakan Blog Contest ini, merupakan ide yang cerdas disamping sebagai motivasi untuk ajang berkreasi yang positif bagi para blogger.

Secara kebetulan, karena untuk memenuhi syarat 20 artikel, dengan sedikit agak fokus mengelola blog bertema Djarum Black, akhirnya terhibur juga saat dapat urutan tiga besar dalam Google search untuk kata kunci Kabupaten Bima Timur, atau Kabupaten Bima.
Ehm!.. Boleh dong nasris dikit... Heehee...

Berangkat dari modal nekad, saya memberanikan diri untuk ikut kompetisi ini dan mungkin termasuk dalam golongan orang-orang yang sesat, eh salah ! hee, hee.. Maksud saya masuk kedalam golongan orang Nekad.

Nekad kenapa ?

Saya ada di pelosok ujung Timur Kabupaten Bima NTB, yang baru terjamah jaringan internet dengan kondisi Listrik PLN yang lebih sering padam.
Bisa dibayangkan, pada saat asyik nge-net, loadingnya minta ampun lemotnya, karena sinyal terhalang oleh topografi daerah Bima yang banyak gunung, terus tiba-tiba listrik padam, pasti suntuq abiz...
Masih untung, saya kebetulan penikmat Djarum Black dan tidak jantungan, kalau tidak pasti saya sudah langsung nyerah dan kapok.
Salah satu trik untuk menghindari kejenuhan, saya terbiasa menonton aktifitas Djarum Black setiap Selasa - Rabu di MetroTV dan TVone tentang hal-hal yang sangat inspiratif, mengenai :


Tampilan blog ini terlihat sangat sederhana, karena memang sangat sulit menyiasatinya dengan image-image dan gadget yang bagus, apalagi jika ingin download video atau youtube iklan Djarum Black, bisa dipastikan gagal maneng, gagal maneng... :))
Undang teman untuk vote? Boro-boro... Karena yang tertarik menggunakan internet di tempat saya, hanya beberapa teman saja atau kalau boleh dikatakan hanya saya seorang.

Saya pernah diberitahu salah seorang teman blogger saya dari Surabaya, yang menyebut sepuluh ciri-ciri newbi :
1. Halaman pertama [homepage] internet di komputer, laptop atau ponsel adalah blog. Bisa blog pribadi, wordpress, blogspot, blogdetik dan lain sebagainya.

2. Memiliki blog minimal gratisan dan rajin update. Jadi tidak sekedar mempunyai blog tetapi secara rutin dan konsisten mengisi blog dengan postingan. Tak peduli postingan itu ada komentar atau tanpa komentar.
Bahkan memiliki lebih dari satu blog dan tetap terpelihara [update] dan bukan blog yang digunakan untuk monetize.

3. Selalu membuka blog pribadi untuk mengetahui jumlah pengunjung dan komentar. Bahkan setiap harinya lebih dari 5x melihat blog pribadinya.

4. Selalu menyempatkan untuk browsing internet meskipun hanya sekedar blogging. Melihat blogspot, wordpress, blogdetik, atau komunitas blog lain untuk blogwalking.

5. Mempunyai banyak daftar blog [blogroll]. Bisa puluhan atau bahkan ratusan, meskipun sebenarnya tidak semuanya sempat dikunjungi, untuk menimbulkan kesan kalau kawan blognya banyak sekali.

6. Rajin membaca dan mengomentarinya blog orang lain dan kadang kala komentarnya ditambahi kalimat “kunjungi blog saya….. “

7. Selalu mengunjungi kembali blog yang sudah dikomentari untuk memastikan apakah komentarnya di blog tersebut dibalas oleh pemiliknya. Dan jika ternyata komentarnya tidak dijawab, maka merasa kecewa hati.

8. Rajin datang ke acara blog gathering atau kopi darat [kopdar] sesama blogger. Setiap kopdar selalu ingin dipotret dan posisinya selalu ingin paling depan. Dan jika berhalangan untuk hadir kopdar merasa kecewa dan menyesali diri.

9. Mengajak orang lain untuk selalu mengunjungi blog pribadinya bahkan kepada kawannya yang tidak mempunyai blog pun diminta untuk mengunjungiblog miliknya.

10. Pekerjaan terbengkalai dan tugas kantor tidak terselesaikan karena waktu bekerja dihabiskan untuk ngeblog. Dan mungkin sudah beberapa kali di-omelin bos. Hati-hati saja, jangan sampai dipecat karena ngeblog.

Sepuluh ciri-ciri di atas saya borong semua, hehee, hee... Anda termasuk ciri-ciri pecandu blog di poin yang mana?

Thursday, February 4, 2010

Black Drama : Pelajaran dari Film Children of heaven




Belum sempat menikmati filmnya, di film layar lebar nasional kita akhir-akhir ini lebih cenderung menampilkan tema yang justru sudah membuat “ngeri” duluan dengan judulnya yang terkesan galak dan seronok. Seperti judul : Hantu puncak datang bulan, Kutang kuntilanak, Air terjun pengantin dan judul film lainnya yang sama sekali tidak bernuansa edukatif.

Makanya, daripada menghabiskan waktu luang untuk menonton film dengan judul “norak” tersebut selain di internet saya lebih nyaman menghabiskan waktu luang untuk menonton Djarum Black Motodify, Djarum Black Night Slalom, Autoblackthrough, Autoblackthrough goes to campus. Blackinnovationawards, Blackinnovationawards goes to campus, Black In News, Black Car Community, Black Motor Community dan Black Community setiap hari Selasa dan Rabu di TV one ataupun di Metro TV.

Film Bermutu yang Universal

Film ini ini bersifat universal dan tidak menggurui karena didominasi oleh muatan ketabahan, kejujuran tanggung jawab, serta keperdulian.
Film Children of Heaven lebih banyak menfokuskan pada dunia anak-anak. Menurut saya film ini bisa menjadi inspirasi sekaligus pembelajaran bagi pemerintah Indonesia khususnya stake holder yang menangani problem anak-anak jalanan maupun anak terlantar yang menjadi salah satu problem pelik di negeri ini. Lebih-lebih terjadinya praktek mutilasi dan pemerkosaan biadab terhadap anak-anak. Padahal di UUD 1945 sangat jelas diterangkan, bahwa mereka dilindungi dan menjadi tanggungan negara.

Children of heaven, sungguh sebuah film bermutu dan bisa dinikmati oleh semua kalangan. Film Nominasi Oscar ini meraih penghargaan pada Montreal World Film Festival, Newport International Film Festival, dan Silver Screen Awards di Singapore International Film Festival.


Tidak ada baku tembak, kejar-kejaran mobil lalu tergelincir dan meledak terbakar di jalan beraspal, juga suara mesiu ataupun ledakan bom dan tentu saja tidak mengenkspos kevulgaran pornografi di tayangan film Children of heaven ini, seperti yang terjadi film layar lebar Indonesia pada akhir-akhir ini lagi ramai diperbincangkan dan menjadi polemik banyak kalangan.
Fenomena ini menarik perhatian saya untuk mengulas tentang Children of heaven dalam salah satu posting saya dalam mengikuti Djarum Black Blog Competition ini.

Bila dicermati Children of Heaven adalah sebuah film drama rumah tangga biasa. Namun yang berbeda dari film garapan sutradara Iran terkemuka Madjid Madjidi ini, mampu membuat penonton terpukau, nyaris tak beringsut sedikitpun dari tempat duduk kita.

Karena tulisan ini sekedar sinopsis singkat, untuk mengobati rasa penasaran anda, akan lebih baik mencari dan menyimak filmnya secara lengkap lewat cd atau dvdnya di toko-toko kaset di kota anda. Karena di you tube internet hanya berdurasi sekitar 10-30 menit.

Tak hanya rasa iba dan kesedihan mendalam yang membuat penonton terenyuh menyaksikan sepasang bintang cilik ini beraksi. Namun keluguan dan kelucuanpun terkadang mampu membuat kita penonton tertawa terbahak-bahak.

Saat Anda menonton film ini, terkesan sederhana dan dapat diestimasi biaya pembuatannya film ini pun sangat murah dibandingkan kebanyakan film layar lebar Indonesia yang menghabiskan dana miliaran rupiah tetapi hanya mengumbar kekerasan, klenik dan seksual secara vulgar.
Saya sangat berharap kepada stake holder perfilman Indonesian serta para sponsor tidak terkecuali kepada pihak Djarum Black untuk lebih support dalam pembuatan film-film seperti ini.


Sinopsis Singkat

Kisah film ini diawali dengan sosok bocah lelaki bernama Ali dan mempunyai adik perempuannya Zahra dan seorang lagi masih bayi.

Anak belasan tahun dari keluarga Karim ini hidupnya sangat sederhana yang tergolong keluarga miskin. Maklum, Karim ayahnya hanya seorang Marbot pengurus mesjid di tempat tinggalnya.
Kemiskinan itulah yang membuat titik persoalan di film yang berdurasi 88 menit ini.

Ali yang mendapat tugas dari sang ibu untuk membeli kentang di pasar, awalnya memperbaiki sepatu adiknya Zahra pada seorang tukang sol sepatu.
Saya teringat Tukang sol sepatu ini, dilihat dari penampilan serta peralatan yang dimilikinya, mirip sekali dengan Uba Jeno, tukang sol sepatu di kampung saya. Hehee...

Usai sepatu adiknya dijahit oleh tukang sol sepatu, lalu dibungkus pakai kantong plastik kresek dan meneruskan tugas dari ibundanya ke pasar sayur mayur.

Untuk memudahkan belanja yang dipesan ibunya Ali menaruh sepasang sepatu butut yang tadi di kantong plastik kresek ke sela-sela tumpukan kotak kayu di bawah sisa barang dagangan. Sialnya sepatu jahitan tersebut selanjutnya terbawa oleh tukang sampah yang membersihkan lingkungan kios-kios.

Tak heran usai belanja kentang, Ali tidak menemukan sepatu adiknya yang disimpanya di sela-sela tumpukan kotak kayu dekat barang dagangan.
Kalang kabut Ali mencarinya. Ia pun mencoba mengendap-endap mencari sepatu itu, namun penjual sayur mayur didekatnya menjadi terganggu dan berang melihat Ali seolah-olah ingin mencuri barang dagangannya. Ali pun diusir dan dikejar sehingga Anak malang itu lari tunggang langgang.

Sesampainya di rumah Ali menjadi cemas dan pucat pasi. Berulang kali Zahra adiknya menanyakan sepatu yang diperbaiki, namun Ali tak bergeming.
Akhirnya dengan jujur ia katakan bahwa sepatunya hilang di pasar sayur. Saat itulah Zahra terlihat sangat sedih karena ia tidak memiliki sepatu lagi, karena memang hanya satu-satunya untuk Zahra ke sekolah.

Ali pun berusaha menghibur adiknya dengan memberikan pinsil kesukaannya. Bahkan Ali memberikan pulpen bagus yang ia dapat dari penghargaan atas prestasinya sebagai murid terpandai. Tentu saja dengan catatan agar Zahra tidak memberitahukan orang tuanya kalau ia tak memiliki sepatu lagi.

Yang menarik di film ini, Zahra bergantian memakai sepatu butut satu-satunya milik Ali. Kebetulan Zahra sekolah pagi sedangkan Ali masuk siang.
Di tengah jalan keduanya selalu memakai sepatu tersebut bergantian. Tidak jarang Ali sering terlambat masuk sekolah.
Celakanya, suatu hari sepatu yang dipakai Zahra jatuh di sebuah got berair mengalir deras. Dengan kalang kabut Zahra mengambil sepatu yang terbawa arus kali kecil. Namun beruntung masih ada orang yang mau menolong mengambilkan sepatu yang hanyut. Kendati akhirnya Zahra pulang kesiangan dan Ali terpaksa mendapat terguran keras di sekolah.

“Jangan sampai ayah tahu adikku, kita bergantian sepatu.”
“mengapa? Kan ayah bisa beli lagi?” usul Zahra.
“Jangan. Ayah kita tidak punya uang. Kita orang miskin. Kasihan ayah, sudah kerja keras tetapi tetap tidak punya uang. Apalagi adik kita masih bayi. Dia perlu susu dan makanan tambahan.”

Ali bersusah payah meyakinkan adiknya agar tak perlu melaporkan pada ayah tentang sepatu adiknya yang hilang.

Karim sebagai ayahnya Ali seorang marbot dan pekerja serabutan. Karim memang tidak mampu membahagiakan keluarganya. Namun sebagai seorang ayah dari tiga anaknya yang masih kecil Karim tetap semangat untuk bekerja.

Suatu ketika ia mengajak putranya Ali untuk melamar menjadi tukang kebun di kota dengan mengendarai sepeda butut keliling kota, di komplek perumahan elit. Lantaran digonggong anjing galak, keduanya harus lari tunggang langgang. Pada bagian ini banyak adegan lucu yang muncul. Sampai akhirnya Karim mendapat job sebagai tukang potong rumput dan menyirami kembang di sebuah rumah mewah.

Karim dan anak-anaknya Ali dan Zahra juga pernah melakoni memecah gumpalan gula putih untuk jamaah pengajian di masjid tempat tugasnya sebagai marbot.
Ketika Zahra membuatkan minuman-teh untuk ayahnya yang terasa kurang manis, dengan lugu Zahra mengatakan:

“Ayah tinggal mengambil gula di depan ayah.”

Namun hal itu tidak dilakukan oleh Karim, meskipun gumpalan gula yang dipecah-pecah untuk konsumsi jamaah pengajian, terlihat banyak di depannya.

“Itu milik masjid. Kita tidak boleh mengambilnya anakku” kata Karim dengan jujur.

Sebagai Muslim ia selalu berharap memakan makanan yang halal dari uang hasil kerjanya. Tak lebih, karena keberkahan seseorang hanya bisa diperoleh dari mendapatkan yang halal dari kerja keras, jujur dan tidak merugikan orang lain sesuai yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Film diakhiri dengan keikutsertaan Ali dalam lomba lari yang diadakan sekolahnya. Niat Ali mengikuti lomba itu tak lain ingin meraih juara ketiga dengan hadiah sepatu karet. Jika berhasil hadiah itu akan ia persembahkan buat adiknya tercinta Zahra.

Sayang seribu sayang Ali ternyata menjadi juara satu. Itu artinya ia mendapat hadiah sepasang sepatu olah raga laki-laki, bukan sepatu karet untuk wanita. Ali malah sedih, Ia merasa gagal membahagiakan Zahra .

Nilai apa yang dipetik dari film Children of heaven. Ada empat nilai yang dipetik dari film karya sineas
Iran ini. Pertama selalu melakukan kejujuran. Kedua selalu mencari penyelesaian masalah, ketiga selalu memikirkan orang lain dan keempat mencapai prestasi setinggi-tingginya.

Semoga film ini dapat menjadi pencerahan dan inspirasi bagi kita semua, amin...

Bravo Djarum Black !

Wednesday, January 6, 2010

BLACK IN SOCCER : ADA APA DENGAN PSSI ?


Artikel dalam rangka mengikuti Djarum Black Blog Competition.

Tim PSSI U-23 kita dipecundangi oleh Tim negara tetangga dalam laga Sea Games di Laos baru-baru ini.
Kita bahkan kalah oleh Negara seperti Laos yang notabene tidak pernah punya greget di Sea Games sebelumnya. Laos mempermalukan kita dengan skor telak 2-0 tanpa perlawanan yang menggembirakan.

Saat saya menulis postingan ini, saya dan seluruh pecinta sepak bola tanah air, terpaksa menelan pil pahit dengan penampinlan Timnas Kita.

Tim Nasional yang kita banggakan bertekuk lutut pada Oman dengan skor 2-1 padahal di kandang kita sendiri Istora Bung Karno Senayan Jakarta dalam Kualifikasi Piala Asia.

Saking kecewanya, pada menit akhir pertandingan, salah satu supporter Indonesia, spontan melompat masuk lapangan dan menggiring bola menuju gawang berhadapan langsung dengan kipper Oman dan tesh... bola ditendang dan masih sempat ditepis oleh penjaga gawang Oman dan kemudian anak nekad itu diamankan polisi. Ckaawkaakakk...

Sepintas kejadian itu sangat menggelikan, tetapi aksi spontan tersebut adalah akumulasi kekecewaan atas penampilan Timnas PSSI yang menjadi bulan-bulanan Timnas Oman.
Tidak ada salahnya Djarum Black yang banyak mensponsori tayangan maupun laga persepakbolaan kita memberikan kontribusi ide yang fresh terhadap PSSI untuk mendapatkan solusi bagi kebuntuan ini.

Ada apa dengan sepakbola kita?

Masih segar dalam ingatan saya, bahwa era Sea Games tahun 80-an Timnas kita termasuk Tim yang disegani lawan karena acapkali dapat mengatasi Thailand, Malasyia, Filipina dan negara Asean lainnya.
PSSI perlu melakukan revisi total terhadap keterpurukan ini. Bukan saja hanya melakukan pergantian pelatih tambun Timnas Benny Dollo, tetapi juga perlu melakukan strategi yang komprehensif termasuk mengoptimalkan latihan dan kompetisi sedini mungkin bukan hanya bagi usia u-23 tahun baik kompetisi lokal maupun luar negeri.

Badan Tim Nasional (BTN) PSSI tampaknya tidak bisa konsisten terhadap keputusannya. Contoh kongkrit terkait dengan dispensasi yang kembali diberikan kepada dua pemain Persipura, Boaz Salossa dan Immanuel Wanggai, dalam laga ujicoba timnas U-23 di Iran.

Sebelumnya, badan bentukan PSSI yang menangani timnas Indonesia ini menegaskan, tidak akan memberikan dispensasi kepada siapa pun, saat 'Merah Putih' junior yang dipersiapkan tampil di SEA Games Laos 2009, menggelar laga ujicoba internasional di Iran.

Faktanya, dua pilar Persipura tersebut tidak ikut dalam rombongan timnas U-23 yang diberangkatkan ke Iran dalam dua tahap, yakni kemarin dan sore nanti. Konon, keputusan tidak memberangkatkan Boaz dan Wanggai ini, karena kedua pemain tersebut sudah siap pakai sehingga tidak perlu melalui ujicoba.

Menurut PSSI kebijakan tidak memberangkatkan dua pemain Persipura ini sudah sesuai dengan persetujuan pelatih. Hal tersebut tidak akan mengganggu persiapan timnas U-23, jelang tampil di multi event tingkat Asia Tenggara, Desember mendatang.

Seperti diketahui, dispensasi bagi Boaz dan Wanggai ini merupakan yang kedua kalinya. Sebab, keduanya pun menerima hal yang sama, ketika pemusatan latihan (Pelatnas) timnas U-23 di gelar di Palembang beberapa waktu lalu. Di mana, kedua pemain ini pun diberikan konpensasi untuk tidak mengikuti Pelatnas tersebut.
Para stakeholder, baik Menpora maupun PSSI segera melakukan evaluasi yang komprehensif terhadap problem ini. Yang paling penting PSSI juga seyogyanya mendengarkan input-input oleh semua pihak termasuk dari Djarum Black.

Tuesday, January 5, 2010

Black Color With Permadi

Artikel ini diikutsertakan dalam Djarum Black Blog Competition Volume 2.

Sesuai dengan warna unik Djarum Black, kali ini saya berusaha menjelaskan filosofi warna hitam ala Pak Permadi.

Siapa yang tidak kenal tokoh populer yang satu ini. Beliau salah satu politisi yang berpenampilanl unik dengan penampilan serba hitamnya. Barangkali tidak ada salahnya menjadikan beliau sebagai salah satu tokoh unik Djarum Black.

Banyak orang yang menilai warna hitam adalah simbol kejahatan dan keburukan. Bagi politisi Gerindra, Permadi, warna hitam adalah simbol Ketuhanan yang hakiki.
Karena dalam warna hitam itulah konsep Jawa manunggaling kawulo lan gusti (bersatunya manusia dan Tuhan) dapat terjadi. Kok bisa?

"Warna hitam itu warna Tuhan. Bapak saya mengajari, ilmu tertinggi sebelum manunggaling kawulo lan gusti adalah saka paraning dumadi (dari mana kita berasal dan ke mana kita akan kembali).

Menurut Politisi gaek ini, sebelum kita manunggal, kita harus memasuki alam kelanggengan (keabadian) yang disebut alam tan keno kinoyo ngopo, “itu simbulnya hitam,"
Itulah Permadi, dengan bangganya menjelaskan filosofi warna hitam yang selalu dia wujudkan dalam bentuk baju, celana, kaos, jaket, bahkan CD alas celana dalam sekali pun.

"Kalau sudah manunggaling kawulo lan gusti, tidak ada sedikit pun rasa takut apa-apa. Mau kritis, mau nggak dapat amplop, mau ngadepin siapa pun, berani. Karena itu setiap hari saya selalu mengenakan pakaian hitam. Baju hitam, celana hitam, kaos hitam, bahkan celana dalam saya pun yang jumlahnya 15 juga hitam," terang Permadi.

Pria yang lebih senang disebut spiritualis ini lalu menjelaskan asal muasal kecintaanya pada warna hitam. Tidak hanya itu Permadi pun juga membuat joke-joke..

"Saya suka warna hitam itu sejak kecil sekitar umur 5 tahun. Meski demikian, kadang masih selang-seling dengan warna lain karena orang tua saya ingin baju anaknya tidak terlihat itu-itu saja," terang pria kelahiran Semarang 16 Mei 1940 ini.
"Baru setelah umur 25-an, saya konsisten mengenakan warna hitam. Sampai sekarang 2 periode manjadi anggota DPR, saya sekali pun tidak pernah mengunakan warna lain," terang Permadi.

Menurut ayah 4 anak ini, warna hitam merupakan simbol dari idealisme dan konsekuen. Karena itulah, sampai akhir hayatnya ia akan menjalani ritual hitam sebagai bentuk komitmen pada perjuangan idealisme dan keteguhan terhadap arti hidup yang konsekuen.

"Warna hitam itu warna yang paling konsekuen. Anda pakai baju apa pun, apakah warna merah, hitam, kuning, biru, putih sekalipun kalau kena cahaya, bayangannya akan tetap hitam. Artinya kalau orang sudah hitam, apa yang dia pikirkan, rasakan, katakan dan lakukan akan sama," terangnya.

Permadi mengaku pernah disebut 'iblis' karena ke mana-mana selalu pakai hitam-hitam. Namun dia tidak kehilangan akal untuk menjawab olok-olokan dan julukan tersebut.

"Saya pernah diundang di satu universitas Islam. Saya pakai hitam-hitam. Seorang penanya dengan beraninya memaki-maki saya dan menyatakan saya pengikut iblis karena selalu pakai hitam-hitam. Saya tidak marah, justru saya balik bertanya, apakah saudara pernah lihat, iblis itu warna hitam. Hantu yang bisa dilihat yaitu Casper saja, warnanya putih. Anda tidak berdasar saya katakan. Dia nggak bisa ngomong lagi," kenangnya.

Kalau sejak umur 25 tahun Permadi sudah pakai full Black,hitam-hitam, berapa jumlah pakaiannya yang berwarna hitam ya?
"Wah, saya nggak tahu, Mas. Pastinya banyak sekali. Saya nggak pernah ngitung. Tapi sekarang yang selalu saya pakai sekitar 10 setel," sahutnya.
Meski serba hitam, tapi tetap ada warna lain di tubuh Permadi. "Rambut saya yang putih hahahaha," selorohnya.

Dari improvisasi dan idealismenya dengan warna hitam, tidak ada salahnya Djarum Black menjadikan beliau sebagai salah satu tokoh nyentrik Black Djarum.

Sumber : detik.com dan wawancara ekslusif beliau di Tvone dengan Host Farhan

BLACK COCK CEMANI (2)


Ini adalah sambungan dari postingan sebelumnya Djarum Black Cock Cemani (1) dengan Tag Djarum Black Blog Competition Volume 2.

Sebagaimana disebutkan pada postingan sebelumnya, bahwa ayam cemani ini serba hitam yang sangat identik dengan Djarum Black.


Ayam Cemani merupakan keturunan dari ayam kedu yang dipelihara sebelumnya. "Saya memang hobi memelihara ayam kedu, seperti masyarakat di sini pada umumnya. Tapi dari kedua ekor ayam itu, tahu-tahu muncul dua ekor ayam cemani, serba hitam sampai lidah dan mulutnya, ya langsung kita pisahkan dan dibiakkan," katanya. Kalau dirupiahkan, modal awal Mahmud hanya sekitar Rp 5.000.

Seperti peternak lainnya, motivasi Mahmud memelihara cemani adalah untuk bisnis guna menghidupi keluarganya. "Bayangkan, gaji pensiunan terbatas. Maka, bisnis ayam cemani sangat membantu. Berkat ayam cemani pula, anak kami bisa kuliah di Yogyakarta," kata Mahmud, yang kedua anaknya sudah kuliah di semester terakhir pada sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta. Sebelum krisis moneter, Mahmud sering didatangi pembeli. Setiap bulan ia bisa menjual sampai 10 ayam cemani jenis bagus dan biasa. "Setelah krisis ekonomi, bisa menjual dua ekor sebulan saja sudah untung," katanya. Harga ayamnya pernah mencapai Rp 2 juta.

Biaya pemeliharaannya juga tak terlalu besar. Menurut Mahmud, untuk 50 ekor ayam peliharaannya, ia hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp 30.000 setiap bulan. "Tapi pada masa krisis sekarang, biayanya meningkat tiga kali lipat," ujarnya.

Selain beternak ayam, Mahmud juga menggarap sawah bersama beberapa tetangganya. Kehidupannya bersama penduduk Beji cukup makmur. Rumah permanen, pesawat televisi, dan berbagai peralatan modern di dapur terlihat nangkring cukup rapi. "Itu semua bisa dibeli berkat ayam cemani," ujar peraih hadiah Prestasi Kencana, pecinta lingkungan bidang peternakan tingkat Jawa Tengah, l99l, itu.

Mahmud menuturkan, ia pernah mendapat surat khusus dari Bupati Jembrana, Bali, pada l986. Sang bupati hendak membeli ayam cemani untuk pengobatan penyakit istrinya. "Saya bangga, ayam-ayam saya berguna bagi orang lain. Apalagi secara tidak langsung, pemeliharaan ayam ini merupakan upaya pelestarian ayam cemani dan ayam kedu," kata bapak yang sudah mulai memutih rambutnya itu.

Bahwa ayam cemani dapat mendatangkan kemakmuran penduduk, diakui Harsono. "Desa kami tak mendapatkan bantuan IDT (Insus Desa Tertinggal), karena terangkat berkat cemani. Anak saya sendiri kuliah dari cemani," katanya. Penduduk Kedu, sejumlah 1.138 kepala keluarga, kebanyakan memelihara ayam cemani.

Perangkat Desa Kedu itu mengaku, tanah bengkok yang dijadikan jaminan sosial bagi jabatannya kadang belum cukup untuk menghidupi keluarganya. "Kami pelihara cemani, di samping untuk pelestarian, kami jual untuk biaya tambahan," kata ayah enam anak itu.
Itu dibenarkan Agus Prasojo, Kepala Seksi Penyuluhan Dinas Pertanian Temanggung. "Ayam itu sengaja kami programkan untuk dikembangkan menjadi jati diri masyarakat Temanggung," ujarnya. Dan pemerintah merasa diuntungkan dengan meningkatkannya kemakmuran masyarakat.

Menurut Harsono, mahalnya harga ayam cemani itu karena adanya kesepakatan antara pembeli dan penjual. Kadang, pemilik cemani akan melihat siapa pembelinya, dan untuk apa.
Jika pembeli menginginkan syarat tertentu, misalnya meminta cengger ayam harus besar berbentuk pilah, atau kakinya harus cacat, atau syarat lainnya, maka ayam yang memenuhi syarat itu harganya bisa mencapai Rp 3 juta.
Tapi yang biasa-biasa saja, hanya sekitar Rp 400.000. Pembeli yang datang ternyata tak hanya dari Indonesia, melainkan juga dari mancanegara, misalnya Jepang, Jerman, dan Belanda.
Meski kebanyakan ayam cemani digunakan untuk hal-hal ritual dan pengobatan, masyarakat peternak cemani tak memandang ayamnya istimewa. "Kami memberinya kandang khusus bukan untuk tujuan magis. Sekadar untuk menjaga keamanan dan kesehatan ayam, karena harganya mahal," ujar Harsono.

Peternak sukses lainnya adalah Istono Rahayu, 51 tahun. Seperti halnya Mahmud dan Harsono, Istono beternak ayam cemani untuk bisnis. "Pekerjaan tiap hari saya ya bergelut dengan cemani dan perkutut di rumah ini, yang lain tidak ada," katanya.

Penataan kandang-kandang ayam cemani milik Istono Rahayu, di halaman rumah seluas 200 meter persegi, tampak lebih rapi dan tertata apik. Sebagai peneduh, ia menanam pohon-pohon salak pondoh. "Karena ayam-ayam itu menghidupi keluarga kami, ya kami perlakukan seperti raja. Kami buatkan Istono," kata bapak yang sanggup menyekolahkan kedua anaknya hingga tingkat universitas itu.

Menurut Istono, biasanya pada bulan Rajab, Ruwah, dan Muharam, banyak pembeli yang datang. Mereka membeli ayam cemani untuk upacara ritual. "Lima tahun lalu, saat menjelang Sidang Umum MPR di Jakarta, banyak permintaan," kata Istono.

Kabarnya, sekarang ini pun banyak pesanan dari Jakarta. Konon untuk keperluan Sidang Umum MPR. Ada yang memesan lima ekor ayam cemani yang bagus. "Entah diapakan ayam cemani itu, kok bisa dikaitkan dengan keamanan Sidang Umum MPR atau keberhasilan pejabat tertentu. Yang saya tahu hanya bagaimana memelihara dan menjualnya dengan harga mahal," ujar Istono sembari tertawa.

Krisis ekonomi saat ini membuat para peternak prihatin. Harga pakan ternak, terutama jagung, terus melonjak. Untuk menyiasatinya, Istono memberikan banyak makanan beras hitam sebagai pengganti jagung yang sesekali diberikan.

Agar pembeli tak terkecoh, Istono menjelaskan ciri-ciri khusus ayam cemani yang hitam total. Hanya darahnya yang merah tua. Tak ada darah yang hitam. "Penjual biasanya mencabut bulu, dan memerasnya. Di ujung bulu akan keluar cairan hitam. Itu bukan darah, melainkan pigmen bulu yang hitam. Maka pembeli jangan mau dibohongi, tak ada darah hitam di ayam cemani. Mungkin satu di antara seribu," ujarnya.

Menurut Karkono Partokusumo Kamajaya, pemerhati sastra Jawa, pemakaian ayam cemani untuk upacara-upacara ritual itu hanya untuk perlambang. Orang Jawa memang merasa tak lengkap kalau tak ada perlambang itu. "Tapi saya tak perlu menangisi andaikan penggunaan ayam cemani dihilangkan dari hal-hal yang sifatnya magis itu. Bukankah itu adat yang dibuat manusia?"

Bravo Djarum Black, Bravo The Black Cock !

Sumber : Majalah Gatra Indonesia.

BLACK COCK CEMANI (1)


Djarum Black identik dengan dominasi warna hitam, tetapi ada spesies ayam yang semuanya hitam dan serba hitam, mulai dari paruh, bulu, kaki, taji, hingga cenggernya berwarna hitam. Bahkan, kalau dipotong, dagingnya juga hitam. Begitu juga dengan tulang belulangnya.

Itulah ayam cemani, salah satu variasi paling sensasional keturunan dari kerabat ayam kedu -salah satu galur ayam lokal, bukan ras (buras) yang banyak dicari orang.
Dalam postingan kali ini sebagai artikel dalam mengikuti Djarum Black Blog Competition Volume 2 ini, saya ingin sharing informasi tentang Ayam hitam, juga dijuluki dengan ayam kedu ini yang saya kutip dari Majalah Gatra.

Seperti biasa, artikel yang agak panjang, biar tidak monoton, saya bagi menjadi dua postingan, yaitu Djarum Black Cock Cemani (1) dan Djarum Black Cock Cemani (2).
Selamat menyimak !

Ayam cemani ini sering digunakan untuk hal-hal yang sifatnya magis dalam upacara ritual. Misalnya untuk upacara pelarungan, ruwatan, serta pembangunan pabrik, jembatan, atau gedung-gedung bertingkat.
Tak cuma itu. Ayam cemani juga sering dijadikan syarat untuk penyembuhan orang sakit. "Yaitu untuk yang sakit aneh atau sakit dalam. Kadang untuk syarat pengobatan bagi orang yang sakit akibat disantet," ujar Sekretaris Desa Kedu, Harsono, yang juga pemilik dan pengembang ayam cemani, kepada Gatra.

Ayam cemani disebut juga "ayam kedu", karena berkaitan dengan tempat penangkarannya di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Jawa Tengah. Kota kecamatan berhawa sejuk itu dikenal sebagai tempat beternak yang cocok bagi ayam kampung berbadan gempal dan tahan penyakit itu. Dan itu sudah berlangsung puluhan tahun.

Sebenarnya, kehadiran ayam cemani di Kedu tak disengaja. Konon, menurut legenda, sebelum lahirnya kota Temanggung, adalah seorang pertapa sakti, Ki Ageng Makukuhan, yang menggemari ayam serba hitam -dan hanya paruhnya yang berwarna putih.

Pada suatu hari, saat bersemadi di sebuah kuburan keramat di daerah Kedu, Ki Ageng Makukuhan mendapatkan wangsit untuk mengobati penyakit anak Panembahan Hargo Pikukuh bernama Lintang Katon, dengan ayam itu. Entah bagaimana caranya, akhirnya penyakit yang diderita anak semata wayang itu sembuh.
Akhirnya, ayam berwarna serba hitam kesayangan Ki Ageng Makukuhan itu dijadikan lambang kesembuhan.

Perkembangannya pun di luar dugaan. Hasil perkawinan sesama ayam hitam itu menghasilkan ayam hitam total, berbeda dengan induknya. "Kalau ayam kedu hitam, mulutnya masih putih," kata Harsono. Karena hitam total itulah, akhirnya ayam jenis baru itu dinamai ayam cemani. Dalam bahasa Sanskerta, cemani artinya hitam legam.

Sebutan ayam cemani baru populer pada l960-an, ketika berbagai upacara peresmian bangunan dilengkapi dengan sesaji ayam serba hitam.
Mulai saat itulah banyak orang yang datang ke Kedu untuk mencari ayam cemani. Tak mengherankan jika harganya ikut melonjak. Itu merangsang masyarakat setempat untuk beternak dan mengembangkan ayam cemani.

Sayangnya, masyarakat setempat kurang dibekali pengetahuan memadai. Akibatnya, banyak di antara mereka yang gulung tikar di tengah jalan.
"Populasi ayam cemani tinggal 2.000-an ekor pada akhir 1997. Padahal, dulu bisa sepuluh kali lipatnya," tutur Harsono.
Sayangnya, masyarakat setempat kurang dibekali pengetahuan memadai. Akibatnya, banyak di antara mereka yang gulung tikar di tengah jalan.
Populasi ayam cemani tinggal 2.000-an ekor pada akhir 1997. Padahal, dulu bisa sepuluh kali lipatnya.

Untuk mengatasi masalah itu, pemerintah daerah melalui pemerintah desa membuat program-program khusus pelestarian hewan langka itu di daerah Kedu, dengan mendirikan kelompok peternak ayam cemani bernama "Makukuhan" -diambil dari nama pertapa sakti tersebut.

Kelompok yang berjumlah 35 orang itu memelihara ayam cemani sekitar 1.500 ekor. Menurut Harsono, kelompok ini cukup produktif dan selalu dipantau perkembangannya oleh Dinas Peternakan Temanggung. "Anggota kelompok itu terangkat kehidupannya dengan beternak ayam mahal ini.

Hal itu dibenarkan Mahmud, pensiunan ABRI yang menekuni peternakan ayam cemani. Bahkan, Mahmud meminta masa pensiunnya dipercepat tiga tahun agar bisa lebih mengonsentrasikan diri beternak ayam cemani. Di rumahnya, di Kampung Beji, pensiunan dengan pangkat sersan dua itu memelihara 50-an ayam cemani.

Penempatan ayam dibedakan menurut jenis umur dan keunggulannya. Ayam cemani yang unggul dikurung di halaman samping rumah dengan pagar tinggi yang terbuat dari bambu. Sedangkan ayam kedu lainnya ditaruh di kebun khusus seluas sekitar 900 meter persegi. Awalnya, Mahmud hanya memiliki dua ekor ayam, jantan dan betina

Bersambung ke postingan mendatang, Djarum Black Cock Cemani (2)

Sunday, January 3, 2010

Black info : Penemu Air Conditioner (AC)

Jika musim panas tiba, biasanya kita selalu akrab dengan kipas angin atau juga AC (Air Conditioner). Sebab kesejukan yang ditimbulkan oleh hawa kipas dan AC memang dibutuhkan untuk meredam hawa panas yang sangat menyiksa.
Karena itu berterima kasihlah pada JOHN GORRIE yang mencetuskan ide membuat AC. Dia sedianya mendapatkan Djarum Black Innovation Award dari Pihak Djarum Black. Sayangnya John hidup di tahun 1802 M. Hehee...

Djarum Black Info kali ini menceritakan sang penemu AC yang sebagian dikutip dari buku yang ditulis Katie Hafner dan Mathew Lyon dalam bukunya : “where wizards stay up late”, dan versi Indonesia oleh Tegar Satria dengan penerbit Shira Media. Selamat menyimak !

Kita tidak perlu merasakan penderitaan karena hawa panas yang terkadang membuat tubuh terasa lengket akibat keringat. Tetapi tahukah Anda? Jika John menciptakan AC karena terinspirasi oleh kepeduliannya terhadap orang sakit ?

John sebenarnya seorang dokter berwarga negara Amerika Serikat yang bukan dari kalangan Black skin (Negro) seperti yang diberitakan selama ini.
Gagasannya membuat mesin pendingin berawal dari banyaknya pasien yang menderita malaria atau penyakit lain dengan gejala demam tinggi.

Ketika itu udara terasa panas sehingga membuat pasien tidak nyaman, maka pria kelahiran Charleston, California Selatan, 3 Oktober 1802 ini, memutar otaknya bagaimana caranya agar suhu badan para pasien bisa turun.
Setelah melihat kipas angin yang ada di depannya ia menemukan ide. John memasang bongkahan es batu di depan kipas. Ternyata menghasilkan udara sejuk dan segar seperti Djarum Black menthol



Dalam perkembangannya, Ia merancang dan mengembangkan mesin eksperimen pembuat es. Mesin ciptaannya didasarkan pada hukum fisika bahwa panas selalu mengalir dari gas atau cairan yang lebih panas menuju gas atau cairan yang lebih dingin.

Mesin tersebut bekerja dengan cara memadatkan gas (kompres) sehingga menjadi panas, kemudian gas tersebut dialirkan ke koil-koil untuk diturunkan tekanannya (dekompres). Alhasil, udara menjadi dingin.

Untuk mengembangkan penemuannya, pada tahun 1845, Gorrie memutuskan untuk berhenti menjadi dokter. Enam tahun kemudian ia berhasil menerima hak paten pertama yang dikeluarkan untuk sebuah mesin pendingin. Inilah awalnya ditemukan mesin pendingin yang kini dikenal dengan nama Air conditioner.

Sungguh kisah John ini membuktikan bahwa sebuah kepedulian yang tulus akan mengantarkan kita pada kebaikann. Dari sekadar ingin mendinginkan ruangan tempat pasiennya. John kini berhasil “mendinginkan” dunia dengan AC nya.