Eksplore anything with the simple way...

Saturday, October 31, 2009

Habiburrahman El Shirazy, Cinta dalam Mihrab bagian kedua

Matanya berkaca-kaca. Kalau tidak ada kekuatan
iman dalam dada ia mungkin telah memilih sirna dari
dunia. Ujian yang ia derita sangat berbeda dengan
orang-orang seusianya. Banyak yang memandangnya
sukses. Hidup berkecukupan. Punya pekerjaan yang
terhormat dan bisa dibanggakan. Bagaimana tidak, ia
mampu meraih gelar master teknik dari sebuah institut
teknologi paling bergengsi di negeri ini. Dan kini ia
dipercaya d u d u k dalam jajaran pengajar tetap di
universitas swasta terkemuka di ibukota Propinsi Jawa
Tengah: Semarang.

Yuyun menawarkan kakaknya yang sudah buka kios
Tidak hanya itu, ia juga pernah mendapatkan
pakaian dalam di Pasar Bringharjo Jogja. Saat itu kenapa
penghargaan sebagai dosen paling berdedikasi di
ia begitu tinggi hati. Ia masih memandang rendah
kampusnya. Ia sangat disegani oleh sesama dosen dan
pekerjaan jualan pakaian dalam. Sekarang kakaknya
dicintai oleh mahasiswanya. Ia juga disayang oleh
Yuyun sudah punya toko pakaian dan sepatu yang
keluarga dan para tetangganya. Bagi p e r e m p u a n
lumayan besar di Jogja. Akhirnya ia menikah dengan
seusianya, nyaris tidak ada yang kurang pada dirinya.
seorang santriwati dari Pesantren Al Munawwir, Krapyak.
Sudah berapa kali ia m e n d e n g a r pujian tentang
Dan sekarang telah membuka SDIT di Sleman. Apa
kesuksesannya. Hanya ia seorang yang tahu bahwa
sebetulnya yang ia kejar? Kenapa waktu itu ia tidak juga
sejatinya ia sangat menderita.
cepat dewasa dan menyadari bahwa hidup ini berproses.
Ada satu hal yang ia tangisi setiap malam. Setiap kali
Ia meneteskan airmata.
bermunajat kepada Sang Pencipta siang dan malam. Ia
Dulu banyak mutiara yang datang kepadanya ia
menangisi takdirnya yang belum juga berubah. Takdir
tolak tanpa pertimbangan. Dan kini mutiara itu tidak
sebagai perawan tua yang belum juga menemukan
lagi datang. Kalau pun ada seolah-olah sudah tidak lagi
jodohnya. Dalam keseharian ia tampak biasa dan ceria.
tersedia untuknya. Hanya bebatuan dan sampah yang
Ia bisa menyembunyikan derita dan sedihnya dengan
kini banyak datang dan membuatnya menderita batin
sikap tenangnya.
yang cukup dalam.
Ia terkadang menyalahkan dirinya sendir kenapa
Matanya berkaca-kaca. Ketika ia sadar harus rendah
tidak menikah sejak masih duduk di S.l dahulu? Kenapa
hati. Ketika ia sadar prestasi sejati tidaklah semata-mata
tidak berani menikah ketika si Gugun yang mati-matian
prestasi akademik. Ketika ia sadar dan ingin mencari
mencintainya sejak d u d u k di b a n g k u kuliah itu
pendamping hidup yang baik. Baik bagi dirinya dan juga
mengajaknya menikah? Ia dulu memandang remeh
Gugun. Ia menganggap Gugun itu tidak cerdas dan tipe bagi anak-anaknya kelak. Ketika ia sadar dan ingin
lelaki kerdil. Sekarang si Gugun itu sudah sukses jadi menjadi Muslimah seutuhnya. Ketika ia menyadari,
pengusaha cor logam dan baja di Klaten. Karyawannya semua yang ia temui kini, adalah jalan terjal yang panjang
banyak dan anaknya sudah tiga. Gugun sekarang juga yang menguji kesabarannya.
punya usaha Travel Umroh di Jakarta. Setiap kali Umurnya sudah tidak muda lagi. Tiga puluh empat
bertemu, nyaris ia tidak berani mengangkat muka. tahun. Teman-teman seusianya sudah ada yang memiliki
anak dua, tiga, empat, bahkan ada yang lima. Adik-adik
Kenapa juga ketika selesai S.l ia tidak langsung
tingkatnya, b a h k a n m a h a s i s w i yang ia b i m b i n g
menikah? Kenapa ia lebih tertantang masuk S.2 di ITB
skripsinya sudah banyak yang nikah. Sudah tidak
Bandung? Padahal saat itu, temannya satu angkatan si
15
14
terhitung berapa kali ia menghadiri pernikahan diinginkan perempuan. Dia sungguh-sungguh berkenan
mahasiswinya. Dan ia selalu hanya bisa menangis iri menginginkanmu."
menyaksikan mereka berhasil menyempurnakan separo "Iya Bu Merlin, semoga keputusan yang terbaik
agamanya. nanti bisa saya berikan."
Hari ini ia kembali diuji. Seseorang akan datang. "Baguslah kalau begitu. Gitu dulu ya. O ya jangan
Datang kepada orangtuanya untuk meminangnya. Ia lupa dandan yang cantik."
masih bimbang harus memutuskan apa nanti. Ia sudah
Klik. Tanpa salam.
sangat tahu siapa yang akan datang. Dan sebenarnya ia
Kali ini yang datang melamarnya bukan orang
juga sudah tahu apa yang harus ia putuskan. Meskipun
sembarangan. Pak H. Sukarman, M.Sc., Dekan Fakultas
pahit ia merasa masih akan bersabar meniti jalan terjal
Teknik, orang nomor satu di fakultas tempat dia
dan panjang sampai ia menemukan mutiara yang ia
mengajar. Duda berumur lima puluh lima tahun. Status
harapkan. Tapi bagaimana ia harus kembali memberikan
dan umur baginya tidak masalah. Sudah bertitel haji.
pemahaman kepada ayah-ibunya yang sudah mulai
Kredibilitas intelektualnya tidak diragukan. Materi tak
renta?
usah ditanyakan. Di Semarang saja ia punya tiga pom
Hand phone-nya berdering. Dengan berat ia angkat, bensin. Namun soal kredibilitas moralnya, susah Zahrana
"Zahrana?" Suara yang sangat ia kenal. Suara Bu untuk memaafkannya. Repotnya, jika ia menolak ia
Merlin, atasannya di kampus. Bu Merlin, atau lengkap- sangat susah untuk menjelaskan. Ia harus berkata
nya Ir. Merlin Siregar M.T., adalah Pembantu Dekan I. bagaimana.
Ia orang kepercayaan Pak Karman. Sejak SMA ia di
Ia telah membicarakan hal ini pada kedua sahabat
Semarang, jadi logat Bataknya nyaris hilang. Bahasa
karibnya. Si Lina, yang kini jualan buku-buku Islami di
Jawanya bisa dibilang halus.
Tembalang. Dan si Wati yang kini jadi isteri lurah
"Iya Bu Merlin." Jawabnya dengan airmata menetes Tlogosari Kulon. Lina berpendapat untuk tidak mengam-
di pipinya. bil risiko dengan menerima orang amoral seperti Pak
"Saya dan rombongan Pak Karman sudah sampai Karman itu. Apapun titel dan jabatannya. Moral adalah
Pedurungan. Dua puluh menit lagi sampai." nyawa orang hidup. Jika moral itu hilang dari seseorang,
ia ibarat mayat yang bergentayangan. Itu pendapat Lina.
"Iya Bu Merlin." Jawabnya hambar, dengan suara
serak. Sedangkan Wati lain lagi, menurutnya sudah saatnya
ia tidak melangit. Mencari manusia setengah malaikat
"Suaramu kok sepertinya serak. Sudahlah Rana,
itu hal yang mustahil. Selama Pak Karman masih shalat
bukalah hatimu kali ini. Pak Karman memiliki apa yang
dan puasa ya terima saja. Apalagi ia orang terpandang.
16 17
Dan juga kesempatan seperti ini tidak selalu datang. la meneguhkan jiwa, menata hati. la juga mem-
Terakhir Wati bilang, "Siapa tahu dengan menikah prediksi gaya bahasa yang akan disampaikan pihak Pak
denganmu, Pak Karman berubah. Dan di hari tuanya ia Karman. Dan menyiapkan bahasa yang tepat untuk
sepenuhnya membaktikan umurnya untuk kebaikan. menjawab. la juga tidak lupa menyiapkan hidangan yang
Bukankah itu bagian dari dakwah yang agung pahala- pantas untuk menghormati tamu. Ruang tamu telah ia
nya?" rapikan. Bunga-bunga ia tata, dan sarung bantal ia ganti
Ia belum bisa mengambil keputusan. Kata-kata Wati dengan yang baru. Tuan rumah harus bisa menjaga
selalu terngiang-ngiang di telinganya. Ia nyaris kehormatan. Dan ia kembali meneguhkan prinsipnya
memutuskan untuk menerima saja lamaran Pak Karman. dalam menghadapi siapapun: harus tenang, bicara yang
Namun jika ia teringat apa yang dilakukan Pak Karman tepat, rendah hati dan santun. Itulah senjata para
pada beberapa mahasiswi yang dikencaninya diam-diam, pemenang. Dan ia harus menang. Ia teringat perkataan
ia tak mungkin memaafkan. Jika sudah demikian tiba- Napoleon Hill,
tiba wajah keriput kedua orangtuanya muncul dengan "Kebijakan yang sesungguhnya, biasanya tampak
sebuah pertanyaan, "Kowe mikir opo Nduk? Kowe melalui kerendahan hati dan tidak banyak cakap."
ngenteni opo? Dadine kapan kowe kawin, Nduk?"1
Ia kini tampak tegar. Tak ada lagi airmata. Mental
*** yang ia siapkan adalah mental seorang dosen pem-
bimbing yang siap maju sidang membela mahasiswanya
Lima menit sebelum rombongan Pak Karman
mempertahankan skripsinya. Ia sangat yakin akan
datang, Zahrana berbicara kepada kedua orangtuanya.
kekuatannya.
Ia minta kepada mereka pengertiannya jika ia nanti
Ia berdandan secukupnya. Ia pakai jilbab hijau
mengambil keputusan yang mungkin tidak melegakan
muda kesayangannya. Sangat serasi dengan gamis
mereka berdua. Diberitahu seperti itu kedua orangtuanya
bordir hijau tua bermotif bunga melati putih kecil-kecil.
menangkap apa yang akan terjadi. Dan mereka kembali
Hanya dirinya dan kedua orangtuanya yang akan
pasrah dalam kekecewaan. N a m u n mereka tetap
menyambut. Ia merasa tak perlu mengundang para
berharap akan terjadi hal yang membahagiakan. Mereka
kerabat. Sebab seperti yang telah lalu, jika terjadi hal
berdoa, kali ini semoga keputusan putri semata wayang
yang tidak memuaskan hanya akan jadi gunjingan
mereka lain dari sebelum-sebelumnya. Semoga hatinya
panjang tak berkesudahan. Ia tak ingin itu terjadi lagi.
terbuka. Segera menikah. Dan segera lahir cucu yang
Ia ingin para kerabat diundang hanya untuk yang
jadi penerus keturunan.
sudah jadi. Yang tak ada ruang bagi mereka berbincang
1
Kamu mikir apa, Anakku? Kamu menunggu apa? Kapan kamu menikah,
kecuali kebaikan. Kali ini yang ia undang justru dua
Anakku?
18 19
orang ibu-ibu yang biasa membantu keluarganya
suasana. Makanan dan minuman dikeluarkan oleh dua
selama ini.
orang ibu-ibu yang rapi berkerudung.
Rombongan Pak Karman datang tepat jam setengah
"Tape ketan ini dibuat oleh anakku, si Zahrana ini
lima sore. Tidak main-main. Empat mobil. la harus
dengan penuh cinta. Siapa yang memakannya insya
mengakui kehebatan Bu Merlin mengorganisir ini semua.
Allah awet muda." Ibunya melucu sambil mempersilakan
Juga keberhasilan Bu Merlin memprovokasi Pak Karman
tamu-tamunya menikmati hidangan seadanya. Men-
untuk nekat seperti ini. Ayah ibunya tampak kaget. Tidak
dengar hal itu spontan Pak Karman berkomentar dengan
menduga yang datang akan sebanyak ini dan seserius
gaya lucu,
ini. Untung ruang tamu rumah orangtuanya cukup luas.
"Sebelum yang lain mengambil saya dulu yang harus
Hanya tiga orang yang tidak dapat tempat duduk.
mencicipi. Agar awet m u d a dan bisa menyunting
Terpaksa duduk di beranda.
bidadari."
la yakin tujuan Bu Merlin baik, hanya saja Bu Merlin
Spontan perkataan itu disambut tertawa semua yang
tidak tahu visi hidupnya saat ini. Bukan sekadar materi
hadir, kecuali dirinya. Entah kenapa perkataan itu
dan kedudukan yang ia harapkan dari calon suaminya.
menurutnya tidak lucu. Perkataan itu seperti sampah
la mencari calon suami yang bisa dijadikan imam. Imam
yang hendak dijejalkan ke telinganya. Bagaimana
yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam ibadahnya
mungkin ia hidup bersama orang yang suaranya saja
kala mengarungi kehidupan. Karena itulah posisinya
tidak mau ia dengar.
benar-benar sulit kali ini. Bu Merlinlah yang selama ini
banyak membantunya di kampus. Dia jugalah yang dulu Lima belas menit basa-basi akhirnya Pak Darmanto,
memberi bocoran adanya lowongan dosen di kampusnya. juru bicara Pak Karman, masuk pada inti kedatangan,
Rombongan telah d u d u k tenang. Pak Karman "...dan maksud kedatangan kami adalah untuk
menyukur bersih kumis dan cambangnya. Ia tampak menyambung persaudaraan dan kekeluargaan dengan
lebih muda dari biasanya. Koko biru muda dan peci hitam keluarga Bapak Munajat. Kami bermaksud menyunting
membuatnya tampak alim. Seorang lelaki setengah baya, putri Bapak Munajat, yaitu Dewi Zahrana untuk saudara
mengaku sebagai adiknya Pak Karman, namanya Pak kami Bapak H. Sukarman, M.Sc. Alangkah bahagianya
Darmanto mengawali pembicaraan. Unggah-ungguh jika maksud dan tujuan kami dikabulkan."
dan basa-basi berjalan. Ia sendiri lebih banyak diam. Tak Ayahnya menjawab dengan suara rentanya yang
bicara jika tidak perlu bicara. Ibunya yang biasanya terbata-bata,
memang cerewet yang banyak mengimbangi bicara.
"Pertama....tama, ka...kami sekeluarga menyam-
Sesekali ada lelucon-lelucon yang menghangatkan
paikan rasa terima kasih atas silaturrahminya. Kami juga
20
21
bahagia. Bagi ka..kami lamaran ini adalah suatu bentuk disampaikan pada Pak Karman. Ia tersenyum, dengan
penghormatan. Dan jika bisa kami akan membalasnya senyum yang susah diartikan.
dengan penghormatan yang le..lebih baik. Namun ***
masalah jodoh hanya Allahlah yang mengatur. Putri kami
"Kamu masih nunggu yang bagaimana lagi, Nduk?
sudah sangat dewasa. Dia lebih berpendidikan daripada
Pak Karman memang agak tua, tapi ia berpendidikan
kami berdua. Dia bisa memutuskan sendiri mana yang
dan kaya. Dia juga bisa tampak muda." Kata ibunya
baik baginya. Itu yang bisa kami sampaikan."
yang sudah tahu keputusannya.
Masalah sudah jelas. Semua tamu melihat ke
"Saya tidak menunggu yang bagaimana-bagaimana
arahnya. la tahu bola sekarang ada di tangannya. Dialah
Bu. Saya menunggu lelaki saleh yang pas di hati saya.
sekarang yang paling berkuasa di majelis itu. la berusaha
Itu saja." Jawab Zahrana.
untuk tenang. Setenang ketika ia membantu argumen
mahasiswa yang dibelanya dalam sidang skripsi, "Lha Pak Karman itu apa masih kurang saleh. Dia
sudah haji. Sudah menyempurnakan rukun Islam. Kita
"Saya pernah mendengar Baginda Nabi Muham-
saja belum." Bantah ibunya.
mad Saw., pernah bersabda, 'Al 'ajalatu minasy syaithan.
Tergesa-gega itu datangnya dari setanl' Saya tidak mau Ia merasa, memang agak susah m e m a h a m k a n
tergesa-gesa. Saya tidak mau mengecewakan siapapun. ibunya bahwa kesalehan tidak dilihat dari sudah haji atau
Termasuk diri saya sendiri. Maka perkenankan saya belum. Tidak dilihat dari pakai baju koko atau tidak.
untuk menjawabnya tiga hari ke depan. Saya akan Tidak bisa dilihat dari pakai peci putih atau peci yang
langsung sampaikan kepada Pak Karman yang saya lainnya. Betapa banyak penjahat di negeri ini yang
hormati. Maafkan jika saya tidak bisa menjawab bertitel haji. Setiap tahun haji justru untuk menutupi
sekarang." kejahatannya. Atau malah berhaji untuk melakukan
kejahatan di musim haji. Ibunya tidak akan nyambung
Ada sedikit gurat kekecewaan di wajah Pak Dar-
dia ajak dialog masalah itu.
manto dan Pak Karman. Namun keduanya tidak bisa
bersikap apapun kecuali setuju. Bu Merlin tersenyum "Pokoknya menurutku Pak Karman masih kurang.
tanda setuju. Yang lain bisa memahami dan memaklumi. Saya sangat tahu siapa dia, soalnya saya satu kampus
Hanya Pak Munajat, ayahnya yang meneteskan airmata dengannya. Nanti kalau ada yang cocok pasti saya
mendengar jawaban putrinya itu. Ia sudah tahu ke mana menikah Bu."
arah perkataan putrinya itu. Begitu mendengar dari jawabannya ada perkataan
Menjelang Maghrib rombongan itu pamit. Zahrana "pokoknya", sang ibu langsung diam dengan raut muka
langsung ke kamarnya mengatur kata yang tepat untuk sedih. Dalam hati ia istighfar jika telah melukai ibunya.
22 23
Karman besok pagi. Dan ia sudah berketetapan akan
Tapi ia tidak mau asal menikah. Menikah adalah ibadah, mengambil cuti satu minggu. Sebab jawaban itu pasti
tidak boleh asal-asalan. Harus dikuati benar syarat tidak diinginkan oleh Pak Karman. Bahkan pasti sangat
rukunnya. Meskipun ia tahu ia sudah jadi perawan tua mengecewakan Pak Karman. Untuk menjaga hal yang
yang sangat terlambat menikah, namun ia tidak mau tidak baik, lebih baik ia tidak masuk kampus. Dan
gegabah dalam memilih ayah untuk anak-anaknya kembali masuk jika suasana kembali seperti sediakala.
kelak.
Apa yang ia rencanakan berjalan. Dan apa yang ia
Zahrana masuk kamar dan menulis surat jawaban prediksi terjadi.
untuk Pak Karman dengan komputernya. Bahasanya
Dua hari kemudian ia mendapatkan SMS dari Pak
tegas dan lugas:
Karman:
"Suratmu sudah aku terima. Kamu pasti tahu bahwa
j a w a b a n m u sangat mengecewakan a k u ! "
Ia membaca jawaban itu dengan hati tidak enak.
Kepada
Entah kenapa ia merasakan ada aroma jahat dalam setiap
Yth. Bpk. H. Sukarman, M.S.c
huruf-hurufnya dan susunan kalimatnya.
Di Semarang
Lalu ia mendapat SMS dari Bu Merlin:
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
" H a r i ini saya d i c a c i m a k i Pak K a r m a n g a r a - g a r a
Semoga Bapak senantiasa sehat dan berada dalam j a w a b a n m u . Saya sungguh kecewa dengan k a m u ! "
naungan hidayah-Nya.
Airmatanya meleleh.
To the point saja, tanpa mengurangi rasa hormat saya
"Maafkan aku Bu Merlin," lirihnya dengan hati perih.
kepada Bapak, saya ingin menyampaikan bahwa saya
belum bisa menerima pinangan Bapak. Semoga Bapak Ia merasakan dunia ini begitu sempit. Dinding-dinding
mendapatkan yang lebih baik dari saya. Mohon maklum
kamarnya seakan hendak menggenjetnya. Atap kamar-
dan mohon maaf jika tidak berkenan.
nya seakan mau rubuh menimpanya. Ia hanya bisa
Wassalam,
pasrah kepada-Nya dan memohon kekuatan untuk tetap
Dewi Zahrana kuat dan tegar di jalan-Nya.
* * *
.

Dalam Mihrab Cinta

by : Habiburrahman El Shirazy

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Bismillaah, alhamdulillaah, wash shalaatu was-
salaamu 'ala rasuulillaah!
Dalam hidup ini tak ada yang lebih saya cintai dari
Allah dan Rasul-Nya. Lakal hamdu wasy syukru ya
Rabb. Duhai Tuhanku, kepada-Mu hamba bersimpuh,
hamba sangat bersyukur telah Engkau anugerahi rasa
cinta yang indah ini.
Rasa cinta yang indah inilah yang membuat saya
merasa hidup ini—dengan segala suka dan dukanya—
terasa indah.
Saya merasa bahwa Allah begitu menyayangi dan
mencintai saya dengan segala nikmat yang telah diberi-
kan kepada saya. Nikmat yang saya sadari maupun yang
tidak saya sadari. Selain nikmat rasa cinta kepada Allah
dan Rasul-Nya, nikmat yang rasakan sangat agung
adalah nikmat indahnya mengenal Islam. Islam, yang
ruhnya adalah ruh cinta kepada semesta alam.


ketika Amerika melakukan pembantaian yang sama di
Saya merasa bahwa Allah begitu menyayangi dan
Baghdad. Saya bisa merasakan perasaan hancur seorang
mencintai saya dengan segala anugerah yang telah
ayah di Palestina yang anak kesayangannya ditembak
diberikan kepada saya. Di antara anugerah yang
mati di pangkuannya oleh Tentara Israel, seperti yang
membuat saya merasa begitu disayang Allah adalah
dialami ayah Muhammad Al Dorrah. Saya bisa merasa-
anugerah suka membaca dan menulis. Dengan banyak
kan ketegangan hidup bergelut dengan laut dan ikan hiu
membaca saya semakin mengenal Allah, semakin
sendirian berhari-hari dan bermalam-malam seperti yang
mengenal Rasul-Nya, semakin mengenal sifat dan jati
dialami Pak Tua dalam The Old Man and The Sea. Saya
diri orang-orang besar yang saleh dan mulia.
bisa merasakan rasa patriot tiada tara yang dirasakan
Dengan membaca saya merasakan bisa melipat
oleh Soekarno dan Hatta saat memproklamirkan
ruang dan waktu. Saya bisa merasakan hidup di pelbagai
kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
tempat dan saat. Saya bisa menghayati pelbagai macam
Itulah setetes perasaan yang saya dapat dari membaca.
perasaan jiwa. Saya bisa merasakan ketulusan Abu Bakar
Masih ada ribuan perasaan dan pengalaman dari
saat m e n e m a n i hijrah Baginda Rasul. Saya bisa
membaca yang tidak mungkin saya ceritakan di sini.
merasakan dahsyatnya doa Baginda Nabi saat berdoa
Inilah satu anugerah yang saya rasakan sangat indah,
sambil menangis menjelang Perang Badar. Saya bisa
saya rasakan betapa Tuhan sangat mencintai saya.
merasakan kesedihan kota Madinah saat Rasulullah
wafat. Saya bisa merasakan rasa pilu tiada tara saat Dan dengan menulis saya merasakan kenikmatan
Sayyidina Husein, cucu Rasulullah Saw. dibantai di yang tidak kalah dengan kenikmatan membaca. Dengan
Karbala. Saya bisa merasakan semangat Imam Bukhari menulis saya bisa menciptakan perasaan saya sendiri.
saat bertahun-tahun mengembara mengumpulkan hadis- Saya bisa mengajak jiwa saya semangat, bahagia, sedih,
hadis sahih. Saya bisa merasakan kobaran keberanian haru, bergetar dan lain sebagainya. Dan saya bisa
tiada tara saat mendengarkan pidato Thariq bin Ziyad mengajak orang lain merasakan apa yang saya rasakan.
saat membakar kapal-kapal tentaranya begitu menginjak Dengan menulis saya bisa mengajak jiwa saya semangat
tanah Andalusia. ketika sedang melemah. Saya bisa mengajak jiwa saya
optimis memandang terang cahaya ketika sedang merasa
Dengan membaca saya bisa merasakan indahnya
sedih dan redup. Dengan menulis saya seolah bisa
musim semi di Istana Al Hamra. Saya bisa merasakan
mengobati diri saya sendiri ketika saya sedang sakit. Dan
dahsyatnya rasa rindu Majnun pada Laela. Saya bisa
dengan menulis saya merasa lebih berdaya. Saya merasa
mencium aroma darah yang menggenang di Kota
menemukan ruang yang pas untuk mengajak diri sendiri
Baghdad karena pembantaian yang dilakukan oleh
dan orang lain berusaha menjadi lebih baik dan berdaya.
Tentara Tartar. Saya juga merasakan aroma yang sama
7
6
Dan dengan menulis saya merasakan betapa Tuhan begitu
"Dalam Mihrab Cinta" yang sedang saya siapkan.
mencintai saya. Allahu akbar!
Sengaja saya kenalkan setengah dari alurnya kepada
Kali ini saya menulis tiga novelet yang terkodifikasi
pembaca agar nanti lebih familiar dan lebih mantap
dalam tajuk Dalam Mihrab Cinta ini. Perlu sidang
dalam membaca roman "Dalam Mihrab Cinta."
pembaca ketahui bahwa sesungguhnya novelet Dalam
Meskipun berbentuk petikan atau ringkasan, namun
Mihrab Cinta ini ingin saya luncurkan bersamaan dengan
roman "Dalam Mihrab Cinta" ini insya Allah sudah
dwilogi Ketika Cinta Bertasbih 1. Namun karena alasan
menyuguhkan jalinan cerita yang utuh. Dengan novelet
marketing, akhirnya Penerbit Republika baru bisa
ini saya mencoba menguraikan pepatah yang sangat
meluncurkannya sekarang. Tentu, setelah dwilogi Ketika
terkenal di tanah Jawa yaitu, "Becik ketitik olo kethoro"
Cinta Bertasbih 1 menggelinding ke pasar. Padahal
(kebaikan akan tampak dan kejahatan akan kelihatan).
sejatinya novelet Dalam Mihrab Cinta ini telah siap terbit
Saya juga mencoba mengajak para generasi muda untuk
jauh sebelum dwilogi Ketika Cinta Bertasbih 1 tersebut.
optimis menatap masa depan. Memang belum detil
Begitulah. Saya hanya bisa merencanakan, tapi hasilnya,
dalam novelet ini. Karena sekali lagi, ini adalah
Allah jualah yang menentukan. Baiklah! Tiga novelet
ringkasannya. Lebih detilnya insya Allah ada dalam novel
yang saya maksud adalah sebagai berikut:
sesungguhnya yang masih dalam proses pematangan.
Novelet pertama berjudul "Takbir Cinta Zahrana".
Novelet ketiga berjudul "Mahkota Cinta". Se-
Dalam novelet yang sebagian isinya saya angkat dari kisah
sungguhnya, novelet ketiga ini merupakan hasil riset kecil
nyata ini saya mencoba menulis tentang indahnya
saya terhadap beberapa kehidupan mahasiswa pasca-
ketegaran dan ketulusan di jalan Allah. Saya juga mencoba
sarjana Indonesia yang tengah menempuh studi di negeri
me-muhasabah-i tindakan orang seperti Zahrana yang
Jiran Malaysia, terutama di universitas tertuanya, yaitu
lebih lebih mementingkan karier akademik daripada karier
Universiti Malaya. Saya terketuk menyajikannya dalam
membangun rumah tangga dan membina generasi.
bentuk novelet karena banyak kisah menarik dari
Akademik dan karier bagi siapa pun, memang penting,
perjalanan mereka yang bisa kita ambil hikmahnya.
tapi membangun rumah tangga dan membina generasi
Subhanallah!
juga tak kalah pentingnya. Alangkah baiknya jika kedua-
Akhirnya, lazimnya sebuah "Sekapur Sirih", rasanya
duanya berjalan seiring seirama. Itulah yang saya
tidak bijak kalau saya tidak mengucapkan terima kasih
harapkan dari hasil me-muhasabah-i "Takbir Cinta
kepada mereka yang berjasa bagi lahimya karya saya ini.
Zahrana", dengan menyajikan "kasus" Zahrana.
Pertama dengan rasa cinta mendalam saya sampai-
Novelet kedua berjudul "Dalam Mihrab Cinta".
kan rasa terima kasih kepada Ummi, ibu yang melahir-
Novelet ini adalah ringkasan atau petikan dari roman
kan, merawat, mendidik dan mendoakan diriku setiap
8
9
saat. Juga kepada Bapak, yang selama ini memberikan
keteladanan untuk hidup bersahaja dan ikhlas berjuang
dijalan Allah.
Juga kepada isteriku tercinta Muyasarotun Sa'idah
yang sedemikian tulus menemani hidup ini dalam suka
dan duka. Terima kasih juga kepada buah hatiku:
Muhammad Neil Author, yang celoteh dan tawanya
sangat mengkayakan jiwa dan menyalakan api semangat
berkarya. Tak lupa kepada adik-adikku tercinta; Anif
Sirsaeba, Ahmad Mujib, Ali Imron, Faridarul Ulya dan
M. Ulinnuha. Mereka semua selalu menyemangati
kakaknya untuk terus menulis karya terbaik.
Juga terima kasih kepada Pak Ahmadun Y. Herfanda
yang sangat tulus memberikan masukan-masukan yang
sangat berguna bagi kemajuan saya menulis. Kepada Pak
Tommy, Pak Awod, Mbak Hanik, Mas Arif dan teman-
teman di Republika. Kepada A. Basith El Qudsy, Sa'dullah,
Kasmijan dan santri-santri Basmala semuanya. Tak lupa
kepada Mbak Helvi, Mbak Asma, Mbak Intan, Mas Irfan,
Mas Gola Gong, Mas Ekky Mbak Dee, Mas Haekal, dan
segenap teman-teman seperjuangan di FLP Pusat.

Friday, August 28, 2009

Drs. H.M. Nadjib H. M.Ali, MH. PILIHAN RASIONAL BIMA TIMUR


Kabupaten Bima Timur - yang telah dicita-citakan dan diperjuangkan sekian tahun mulai menampakkan titik cerahnya. Momentum politik Pilkada 2010 menjadi ajang yang spesifik bagi masyarakat Bima pada umumnya dan masyarakat wilayah timur khususnya yang memang sarat dengan dinamika sosio-politis, antara harapan dan kenyataan, antara cita-cita rasional dan pragmatisme politik. Ujian berat bagi kemampuan rasional masyarakat Bima dalam menentukan pilihan politik.

Drs. H. M. Nadjib H. M. Ali, MH. sebagai salah satu tokoh penting di wilayah Bima Timur dan sebagai salah seorang penggagas bagi lahirnya ide pemekaran Wilayah Bima Timur disamping tokoh lain seperti Drs. H. Maskur, Firdaus SH.CN, Jenderal Farouk Muhammad dan yang lainnya.
Kekuatan karakter H.M. Nadjib untuk tetap mendeklarasikan diri menjadi salah satu calon alternatif sekaligus Kuda Hitam terbaik menjadi pilihan politik yang tidak bisa dianggap main-main.

Beliau memiliki semua kriteria unmtuk maju. Bagi kami syarat seorang rasional untuk bisa "bermain" di pentas 2010 paling tidak kami identifikasi ada 3 hal,
1. Popularitas
2. Kendaraan Politik
3. Financial

Ketiga hal ini dimiliki semua oleh beliau. Popularitas H, Najib setara dengan Ferry Zulkarnaen maupun H, Zainul. Kendaraan Politik sudah jelas yaitu Hanura yang mampu meraup peringkat tiga terbanyak di seluruh daerah pemilihan dengan 3 suara di DPR adalah sebagai representasi legitimasai Masyarakat Bima

Meminjam istilah yang sangat populis dari almarhum penyair nasional kita W.S. Rendra bahwa Perjuangan sesungguhnya adalah pelaksanaan kata-kata. Maka cita-cita kabupaten Bima Timur adalah sebuah perjuangan. perjuangan yang membutuhkan kearifan dan ketelitian untuk melaksanakannya.

Cita-cita pemekaran Bima Timur bukanlah sekedar kepentingan pragmatis masyarakat wilayah timur Bima saja, akan tetapi inheren kepentingan pragmatis wilayah Barat, Walaupun masyarakat Bima Barat lebih menggunakan gaya politik yang defensif, menunggu kabupaten mekar tanpa usaha. Berharap kabupaten Definitif akan tetap menjadi milik mereka.

Kembali pada momentum politik 2010, Isyu pemekaran menjadi isyu sexy yang strategis bagi penentuan pilihan Politik masyarakat, mengingat kepentingan pemekaran ini bukan sekedar kepentingan politik mayarakat wilayah timur. Sehingga isyu ini menjadi isyu yang sangat menarik perhatian masyarakat.

Bisa dibayangkan jika daerah yang sangat luas ini mekar, akan menimbulkan konsekwensi sosio-politis yang cukup signifikan. Sebutlah beberapa masalah krusial yang terjadi di Kabupaten ini akan bisa diselesaikan secara otomatis.
Masalah banyaknya tenaga honorer, eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya akan mendapatkan peningkatan manejemen dan pendanaan yang cukup signifikan, masalah pengangguran, masalah penigkatan kualitas hidup masyarakat dan sebagainya yang tidak bisa disebut satu persatu insya Allah akan bisa terselesaikan.

Drs. H. Nadjib H. M.Ali, MH. dengan para tokoh Bima Timur lainnya semoga tetap komit dan terus menjadi Panglima Sekaligus sebagai Pejuang Bima Timur. Amiin...

Hidup Bima Timur...!

Monday, July 20, 2009

Konstelasi Bima Timur, untuk SDM Perantauan

Kabupaten Bima Timur - Mari kita bercermin dengan pemekaran Kabupaten Lombok Utara. Dengan segala keterbatasan Pendapatan Asli Daerah (PAD), potensi alam dan SDM, wilayah Lombok Utara telah mandiri (mangan sendiri, Begitu pula dengan terbentuknya Kabupaten Manggarai Barat dan Sumba.
Satu indikasi aportunis yang dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat lombok utara dan Manggarai Barat NTT, walaupun dengan segala keterbatasan mereka, mereka sukses melakukan itu.
Indikator utama sehingga mereka sukses adalah terus mewacana dan memobilisasi opini dan aspirasi, itulah KEHENDAK RAKYAT SEJATI.
Bagaimanapun keadaan mereka, hari ini mereka sibuk berbenah, setidaknya memanfaatkan kesempatan yang lebih lugas, untuk mengelola dan menunjukkan jati diri, bersaing dengan
wilayah lain sebagai Kabupaten Baru yang tentu saja akan bisa menjadi anak emas

Bagaimana dengan Pemekaran Kabupaten Bima ?

Bima Timur
atau MBOJO ELE atau DONGGO ELE, yaqinlah bahwa anak bungsu Sang BIMA sedang menyingsing di TIMUR yang bernama Bima Timur.
Fajar baru kini menerawang, berserakanlah kalian sebagai anak cucunya dipangkuan Sang Bima. Berdirilah dengan tegap, karena matahari masih terbit di ufuk timur untuk sesegera mungkin mewujudkan Kabupaten Bima Timur.

Kepada Sumber Daya Manusia handal asli Bima Timur di perantauan:
Kami di Bima Timur di kampung halamanmu menanti respons, ide briliant, dan the BEST CHOICE
dari gebrakanmu. Buktikan kalian mampu melakukan lobi dan koneksi, jangan hanya jaya di rantau nun jauh disanam tetapi perlu langkah kongkrit untuk tidak membiarkan saudara-saudaramu, ompu ra ama, manca ra nene, cina ro angi, dae ra ma, abu ra umi dan ari ra ana, berjuang sendiri (single fighter) untuk tujuan luhur ini.


Jangan berprinsip, seperti orang malas dan cuek bebek : "Biarkan seperti air mengalir, mengaliri tempat yang rendah." tetapi... berusahalah agar air itu bisa menanjak ke tempat
yang tinggi, setinggi-tingginya.

Berprinsiplah : Hari ini adalah lebih baik dari hari kemarin, dan besok lebih baik daripada hari ini. Bangunlah dari tidurmu saudaraku... majukan daerahmu biar tidak rapuh binasa...

INGATKAH ENGKAU.,...
Daerah dimana leluhurmu mengajarkan engkau filosofi "maja labo dahu."
Daerah dimana engkau mendapat belaian sayang Ayah dan lentik jari cinta Bunda.
Daerah dimana engkau pernah mengumpulkan ranting pohon untuk memjadi beberapa ikat kayu bakar disertai beras sebagai bekalmu untuk mencari ilmu di Kota Kabupaten.

Daerah dimana kau mengenal baik tanaman padi sehingga menjadi beras dan proses menanamnya dengan membajak sawah ditemani nyanyian indah kerbau diiringi melodi derap langkah engkau
dan Ayahmu, istirahat di pematang sawah menikmati santapan siang masakan istimewa bunda : dengan oi mangge, uta karamba, mbohi dungga, sayur parongge dengan minuman air telaga jernih, yang menjadikan kita setegar sekarang.

Daerah dimana engkau mendapatkan pujaan dan belahan jiwamu, dengan terlebih dahulu berbohong kepada ayah bunda untuk menemuinya.
saat romantisme pandangan pertama itu, menembak jitu hati gadis manis Bima Timur dengan rimpu mpidanya, pada waktu lampa-lampa ke pantai matamboko, saat todo bawa, tarwih di surau, nonton MTQ, belajar kelompok, acara tujuh belas agustus di lapangan kecamatan dan lain-lainnya

Inilah tantangannya !...

Mampukah kita melobi pusat, sebab anggaran operasional untuk Dana Talangan bagi Daerah
Kabupaten Persiapan PEMEKARAN KABUPATEN BARU yang harus disediakan oleh Pemerintah Pusat RI adalah Rp. 980 Milyar. Sudah tiba waktunya, di MPR/DPR RI, unsur DPD Pusat, Birokrat Kabupaten Bima Timur di luar daerah, akademisi, usahawan, SEMUA mesin penggerak pesawat Bima Timur.

Kalian adalah HANGGAR dan Landasan, LOBI PUSAT adalah salah satu kunci dari yang lainnya.
Persetujuan untuk survey lapangan, sebagai bakal Disposisi Pusat terhadap Tim 09 untuk
Rekomendasi permohonan Pemekaran Kabupaten dari unsur dan elemen masyarakat dan pemerintahan Kabupaten Bima: akan diberikan oleh DEWAN OTONOMI DAERAH REPUBLIK INDONESIA yang terdiri dari 09 (sembilan) anggota dari berbagai unsur; antara lain : MENPAN (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara), Mendagri, Kapolri, Panglima ABRI, Unsur DPR Pusat, unsur Perguruan Tinggi dan seterusnya. (Unsur Dewan Otonomi sewaktu-waktu dapat saja disesuaikan dirubah PemerintahPusat).

Sebagai ilustrasi kecil, Lobi TERtajir pada (diantara) DEWAN OTONOMI DAERAH tentang Pengajuan PEMEKARAN DAERAH KABUPATEN/KODYA; adalah pada unsur SEKRETARIS DEWAN OTONOMI yang tidak merangkap anggota.

Setidaknya informasi terhendus angin seperti ini hanyalah "ringa ro haba". Bagi langkah
konkrit sebagai LOBI LANGSUNG di PUSAT, order dan worker nya adalah PEJUANG BIMA TIMUR yang saat ini masih berkarier di LUAR DAERAH. Disini Kami Menanti, Ina ro Ama, Sae`e ro Ari, Dua ra Ori, Da ro Manca, Inanto`i ro Ananto`i, Hera ro Kawalu, Sadue ro Wua, Ompu ro
Wa`i......... SEMUA anak bangsa, Weki AMA UBA PUA DAE MUMA ANDE TATI HAWO NCUHI RO SANGAJI Mbojo Ele, donggo ele; SAPE LAMBU WERA AMBALAWI WAWO LANGGUDU.

Kami semua akan terus bergerak seperti laut, berkumpul seperti topan, dan akan menggenggam
BIMA TIMUR sebagai cita-cita, dan Kami tidak rela mati sebelum mewujudkannya.
INSYA ALLAH, rawi sarumbu bae ba weki sebagai PERJUANGAN, karena ALLAH sebagai penyerahan diri.

Salam dan do`a kita semua: SEMOGA ALLAH SWT senantiasa ridha dan memberikan Rahmat Karunia
Taufik dan Hidayah-NYA kepada kita sekalian. Amin ya rabbal alamin.

Semoga refleksi apa adanya dari salah satu unsur masyarakat Bima Timur (MBOJO ELE) ini, walau sekedar nggahi dou dana centang perenang yang awam, dapatlah kiranya menjadi salah satu suara dari sejuta hati nurani yang berdenyut dalam genggaman-NYA.
Djazakumullahu khairan katsira, Antum a`lamu bi umuri dunyakum. Hidup Kabupaten Bima Timur!

Sunday, July 19, 2009

Bima Timur, Versi Ncuhi Doro Wony

Bima Timur - Hampir tujuh tahun sudah, opini Bima Timur terus bergulir.
Sebagai manusia mbojo, tahukah anda ciri khas dan identitas khusus suku mbojo?
Tahukah anda perbedaan filsafat hidup, prinsip berjuang, patriotisme dan intelektualisme orang Mbojo khusus yang mendiami wilayah Kabupaten Bima bagian timur?

Apa alasan dasar mereka bicara pemekaran Kabupaten Bima?
Seribu opini, respons dan pro kontradiksi boleh bersembul: Seperti beginilah kesan dan argumen perwakilan buruh, petani, nelayan, kusir benhur, tukang ojeg, pekerja pabrik swasta dll, di Bima Timur.

Jangan tersinggung, yang posting ini buruh kasar, tidak terbiasa bilang SANTABE. Slamat menyimak.

Bima Timur, tersebar di wilayah Sape Bima, Lambu, Wera, Ambalawi, Wawo dan Langgudu: diakui atau tidak merupakan pelosok Bima yang memiliki multi TER dibanding daerah lain seantero Bima:

1. Orang Bima Timur?
TERberani!!! (tapi jangan kaitkan dengan angka kriminal, itu bukan cermin. Kalo mo sebut SDM, cari orang pinTER? datanglah ke Bima Timur. Kalo mo sebut calon prajurit (polisi TER, TEntaRa TER) banyak disana, tapi kalo mo lebih jelas, tanya aja Pak Faruk atau Pak Hidayat.
TER serah. Mo cari Ilmu Fi Tua (Fatwa)? di Wera ada bentak GURUH, di Sape ada TERa dan BEKEn, di Wawo ada taji tuta, mo lebih pakem? datanglah ke Sape, akan aku tunjukkan padamu, supaya kau bisa duduk dihadapan NCUHI DORO WONI.


Intelektuality orang Bima Timur? Jangan tanya lagi, cukup satu kata : Output Perguruan Tinggi asli dou mbojo, statistik primer Human Resources BKPM Jakarta tahun 2007, Unsur cerdik cendekiawan intelektual Sarjana di NTB terbanyak dominan berasal dari Bima Timur.

2. Wilayah Bima Timur?
TERtandus. Tapi Ma,af kita tidak boleh menyebutnya gERsang, karena dibalik perut bumi yang kering itu terkandung Natural Resources/SDA TERkaya dan TERmahal di Bima.
Daratnya TERisi dan TERjal, tapi komoditi unggulan yang mendonori hampir 55 % PAD Kabupaten Bima lahir dari sana.

Bawang TERbaik, mangan TERpilih, besi TERkuat. Analisa kelayakan wilayah kelak menghasilkan satu kata, TERlayak.
Lautnya TERluas dan TERbersih, sehingga sebagai sentra titik bahari Segi Tiga Emas lintas Bali Komodo Tanatoraja, bukan karena aspek primitif, adalah karena alasan aspek maritim. Komuditi? Agro industri? disana ada mutiara TERindah, ikan TERbaik, sarang burung walet TERhebat, pesona bahari TERkaya, bonsai santigi TERindah di dunia.

3. Pendapatan Daerah Bima Timur?
Sebagai orang Bima TERulet, sebagai wilayah TERkaya, sebagai SDM TERhandal, sebagai Historis TERasri, Bima Timur adalah indikator ekonomi TERpadat di NTB, jauh bumi langit dibanding Lombok Utara yang kemarin siang dianakpinangkan.
Sebagai sumber Pendapatan ASDP TERbesar di NTB, Pegadaian TERlaris di Indonesia Tengah, jumlah Lembaga Keuangan TERbanyak di Pulau Sumbawa, sekolah TERcontoh di NTB, aktivitas ekonomi TERcepat di NTB, mobilitas uang TERefektif di NTB.
SEMUA TER pada variabel ekonimi itu tinggal dikemas dengan kolaburasi Badan Usaha Milik Daerah sebagai salah satu sumber PAD, klasifikasi alokasi retribusi dan pph 21 individu dan pph 25 badan, tinggal dirumuskan secara spesifik melalui PERDA yang memanfaatkan estafet otonomi daerah. Insya ALLAH, telah dirumuskan Master Planningnya oleh para Pejuang Bima Timur. Hidup Bima Timur!!!

Friday, July 17, 2009

Bima Timur : Perjuangan Panjang Melawan Raksasa

Bima Timur - Sengaja saya pilih judul yang sedikit provokatif ini dengan harapan bagi semua pihak yang berhubungan langsung atau tidak langsung dengan ide Bima timur bisa sedikit waspada.
Ide ini sesungguhnya bukanlah ide yang terlalu berat untuk diwaspadai, sekaligus ide yang ringan untuk dinafikkan begitu saja, sehingga membutuhkan kesabaran dan kearifan sosial untuk menganggapnya ide yang ringan dan membutuhkan potensi keserakahan yang luar biasa untuk menganggapnya ide berat. Paling tidak tulisan ini akan mencoba meyoroti eksistensi ide pembentukan Kabupaten Bima Timur dalam 3 aspek yang berbeda.

Realitas Masyarakat Kecil Yang ingin sejahtera.

Bagi Masyarakat pinggiran di wilayah kecamatan di seluruh Indonesia,khususnya di Kecamatan sape Kabupaten Bima, merasakan hidup yang memiliki akses publik birokrasi yang mudah, efisisen dan tidak berbiaya tinggi, serta akses ekonomi bagi peningkatan taraf hidupnya merupakan dambaan yang tiada pernah berhenti.
Dengan Kondisi wilayah dalam bentuk potensi sumberdaya yang cukup memadai untuk dikembangkan, keinginan masyarakat ini bukanlah sesuatu yang hiperbolik, di tengah berkembangnya wacana demokratisasi yang dikembangkan oleh negara. Hal ini bisa menjadi sesuatu yang lumrah terjadi. Apalagi jika pelayanan publik itu sendiri merupakan bagian terpenting dari item demokratisasi.

Realitas yang terjadi bahwa Kabupaten Bima memiliki peta geografis dan demografis yang tersebar luas mengelilingi Kota Bima. Tentu saja hal ini sangat menyulitkan pelayanan publik pemerintahan.

Di sebelah timur kota bima ada 6 kecamatan, yaitu Langgudu, wawo, sape, Lambu, Wera, dan ambalawi dengan kecamatan termaju adalah Sape. Sedang di wilayah Barat ada 10 yaitu Pali Belo, Belo, Lambitu, Woha, Donggo, soromandi, Bolo, madapangga, Sanggar dan Tambora. Belum lagi akhir-akhir ini, DPRD Bima telah menetapkan ibukota Kabupaten di wilayah woha yang jaraknya lebih kurang 75 km dari pusat Kecamatan sape. hal yang benar-benar sangat menyulitkan di kemudian hari.

Bisa dibayangkan jika untuk mengurus persuratan penting seperti KTP, SIM, dan persuratan lain di kantor Pemda, masyarakat wilayah Bima timur, harus merogoh saku ratusan ribu hanya untuk biaya transportasi dan akomodasi. sungguh hal yang cukup mubazir.
Di sisi lain masyarakat juga berharap dengan adanya pemekaran wilayah akan cukup menunjang motivasi mereka untuk lebih giat mengeksplorasi sumberdaya yang ada bagi peningkatan taraf hidupnya dengan adanya peningkatan infrastruktur ekonomi di wilayah kabupaten pemekaran.

Cita-cita Sederhana Seorang Aktifis Kampung.

Berangkat dari kenyataan di atas seorang aktifis kampung macam saya punya sedikit kepedulian terhadap perkembangan masyarakat secara khusus dan Negara secara umum. Menurut Pelajaran sosiologi yang saya dapat waktu kuliah, bisanya perkembangan daerah itu secara alami mengikuti pola Bola Salju, dimana daerah yang terdekat dengan pusat kekuasaanlah yang lebih dulu merasakan akibat langsung dari proses pembangunan.

Artinya sangat disayangkan jika daerah-daerah kecamatan di wilayah Bima Timur ini akan megalami stagnasi pembangunan dengan semakin jauhnya pusat ibukota kabupaten, dan ini bagi saya adalah tantangan sebagai aktifis kampung.
Kenyataan ini membutuhkan perjuangan untuk memekarkan wilayah menjadi 2 yaitu Kabupaten Bima Timur dan Kabupaten Bima Barat. walaupun terasa agak berat perjuangan ini tetap harus kami lanjutkan dengan harapan suatu saat akan menemukan tentang semakin sulitnya pemekaran wilayah kabupaten dari stasiun-stasiun televisi, maupun media masa. Tetapi kami menganggap masih punya peluang meski agak tipis.

Dalam pandangan kami kebijakan pelarangan pemekaran ini termasuk kebijakan keliru, Yang harus di lakukan oleh pemerintah, bukan membatasi pemekaran tetapi melakukan penilaian yang ketat terhadap upaya pemekaran.
Bagi wilayah tertentu yang memiliki potensi besar untuk berkembang, justru merupakan upaya investasi untuk mciptakan peluang-peluang kemandirian ekonomi yang jauh lebih kuat dibanding melulu memperhatikan perkembangan ekonomi pemodal-pemodal besar yang justru melahirkan jurang kesenjangan dan sistem ekonomi yang rapuh dari badai.

Raksasa Besar Yang bernama Birokrasi Negara.

Sungguh ide Pemekaran wilayah Bima Timur akan mendapatkan tantangan besar yang bebar-benar membutuhkan kearifan sosial untuk menafikkannya. Saya mencoba memahami tentang ini sebagai sebuah kerikil-kerikil tajam dalam perjuangan panjang ini.

Mengapa saya harus menganggap birokrasi negara sebagai Raksasa Besar yang menghalang jalan?
Paling tidak ada 3 alasan penting yang perlu saya ungkap disini.

Pertama, Prinsip Birokrasi adalah kalau Bisa dipersulit kenapa dipermudah?
Hampir seluruh jajaran birokrasi di berbagai wilayah di negeri ini masih menggunakan prinsip lama, mengurus surat atau ktp saja kita harus menggunakan uang pelicin, bagaimana kita tidak menganggapnya sebagai raksasa yang premanis? Hahaha...haa...

Kedua, Model Bottom Up yang baru kita kenal sekarang masih sangat jauh untuk dipahami oleh birokrasi negara.
Masalah yang ada di wilayah-wilayah kabupaten/kota. Ide penguasa mutlak dan masyarakat dilarang memiliki ide. ini hegemoni besar yang tak kunjung bisa berakhir.

Ketiga, panjangnya jalur Birokrasi bagi prosedur pengusulan pemekaran Wilayah. Mulai dari Pemerintah kabupaten, disetujui oleh DPRD kabupaten, berlanjut ke Gubernur dan harus di setujui oleh DPRD Propinsi baru ke Menteri dalam Negeri sampai ke Presiden dan DPR pusat. Panjang Kan?

Birokrasi dalam pandangan kami sebagai aktifis kampung, terbagi 2 yaitu birokrasi pusat yang penuh dengan intrik politik, yang kadang baik juga kadang buruk, merupakan tantangan besar bagi upaya menggolkan ide pembentukan Kabupaten Bima Timur karena kami tidak memiliki akses dengan pemerintah Pusat.Birokrasi Daerah yang belum bisa memahami kebutuhan masyarakat dan daerahnya jika harus berkembang lebih maju. Perubahan adalah harusnya kata yang tepat untuk memaknai kemajuan, tapi mereka menganggap keberhasilan adalah sejauh mana birokrasi daerah mampu mempertahankan wilayah kekuasaan, peningkatan pendapan daerah meski dengan cara fiktif.
Kalau di negara-negara maju pendapatan daerah dan negara didapat dari pajak masyarakat, tetapi di daerah dan negara kita pendapatan di dapat dari pungli atau pungutan liar. Mudah-mudahan nantinya, tidak terjadi di Kabupaten Bima Timur.

Sunday, July 12, 2009

Ketersediaan Air dalam Aspek Hidrologi di Sape Bima Timur sebagai Langkah Strategis

Persawahan Boke Sape Bima - Gaelby collectionKabupaten Bima Timur - Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari keberadaan (kualitas dan kuantitas) air di bumi. Hidrologi merupakan ilmu yang berurusan dengan air di muka bumi sorotan khusus pada sifat, fenomena, dan distribusi air di daratan.
Tidak terkecuali di Sape Bima yang merupakan wilayah timur Kabupaten Bima, di dunia manapun Air merupakan bagian yang penting dalam kehidupan ini.
Tanpa air semua makhluk hidup tidak akan dapat hidup. Faktor utama yang menjadi persoalan yaitu semakin meningkatnya pembukaan lahan baru untuk tegalan di areal konservasi dan areal fungsi hidrologis kawasan hutan lindung dan kawasan penyangga yang ada di atasnya atau forest cover yang semakin intens tiap tahunnya.

Kejadian yang ada di Kabupaten Bima secara umum khususnya di wilayah Bima Timur, sangat bertentangan dengan UU Tentang Sumber Daya Air terutama yang berkaitan dengan konservasi Sumber Daya Air yang menyebutkan bahwa peran masyarakat untuk menjaga kelangsungan air menjadi lebih penting dalam rangka melindungi dan menjaga lingkungan.

Peran pemerintah dan khususnya masyarakat di wilayah Kabupaten Bima menjadi sangat penting dalam melihat persoalan ini karena dengan hal ini menjadi bagian yang patut menjadi bahan pertimbangan dalam melihat fenomena air tanah pada masa yang akan datang, air tanah secara keseluruhan menjadi persoalan yang perlu direncanakan secara jangka panjang dan perlu di respons secara cepat oleh pemerintah, agar tidak terjadi dampak yang buruk pada masa yang akan datang yang dapat menyebabkan masyarakat Bima Dompu dan sekitarnya pada umumnya akan mengalami kekurangan air.

Secara keseluruhan dampak ini terlihat dalam tinjauan Analisis Pertumbuhan Ekonomi Secara Sektoral Selama 2000-2005 terutama yang terkait dengan sektor primer yang menyatakan bahwa ”sub sektor kehutanan masih mengalami pertumbuhan negatif sebesar -20,12% pada tahun 2004 dan sub sektor tanaman pangan tumbuh negatif sebesar 1,15% pada tahun 2005.

Masih maraknya kasus illegal logging di Kabupaten Bima, Dompu, dan Sumbawa merupakan salah satu penghambat pertumbuhan sub sektor kehutanan. Hal ini disebabkan oleh jumlah kebutuhan kayu yang sangat tinggi belum dapat diimbangi oleh sisi penawarannya.

Persoalan illegal logging menjadi masalah utama terkait dengan kekurangan yang dihasilkan sektor kehutanan dan tentunya akan berimbas pada tanaman pangan, hal inilah yan menjadi persoalan utama dalam melihat faktor utama dari kekurangan air di Kabupaten Bima, sebagaiman yang terjadi pada turunnya pertumbuhan sub sektor tanaman pangan lebih banyak disebabkan faktor cuaca dan kekeringan.
Dalam melihat kasus ini akan sangat baik kita melihat proses terjadinya hujan dan siklus dari proses perubahan cuaca, dalam siklus hidrologi selain terjadi proses evapotranspirasi dari air laut, hujan juga akan terbentuk dari proses evaporation dan evapotanspirasi dari tanaman yang ada di hutan, dengan semakin banyak pepohonan yang melepaskan uap air ke awan, maka akan terjadi siklus di atas awan dengan membentuk awan cumulanimbus dan mengalami proses kondensasi dan uap air akan terbentuk.
Selanjutnya akan terjadi presipitasi atau hujan dan hal inilah kenapa pohon-pohon yang ada di hutan menjadi sangat penting.

Mengingat pada masa kecil dan sampai sekarang kita dapat melihat fenomena kumpulnya awan-awan hitam yang ada di puncak gunung” awan-awan tersebut selanjutnya akan mengalami proses kondensasi dan proses pengumpulan uap air dan selanjutnya akan turun melalui hujan, hal inilah yang terjadi dalam proses terbentuknya hujan. Pada saat turunnya hujan, maka akan terjadi suatu proses lanjut yang akan terjadi yaitu adanya faktor angin yang selanjutnya akan membawa awan-awan tersebut ke daratan dan selanjutnya di daratan akan mengalami hujan seperti yang terjadi di hutan. Apabila semakin intens hujan, maka akan terbentuk air permukaan dan air akan menuju pori-pori tanah kedalam yang disebut perkolasi.

setelah proses ini, maka akan terbentuk air bawah tanah, yang dapat membentuk suatu aliran bawah yang nantinya akan mengalami proses perembesan dengan tingkat
permeabilitas dan tingkat porositas tanah terhadap aliran bawah tanah,
semakin tinggi aliran, maka akan terbentuk air bawah tanah yang ada pada
dataran rendah dan akan terbentuk akuifer-akuifer baru yang ada di bawah dengan nama akuifer bebas dengan tingkat porositas yang tinggi dan selanjutnya
dapat di manfaatkan oleh masyarakat untuk keperluan mengairi sawah
dan menjadi tempat untuk keperluan rumah tangga. gambar yang ada di bawah
ini menunjukkan proses terjadinya air tanah dan proses terbentuknya air
tanah yang ada di dataran rendah sebagian Kecamatan Sape. Proses ini
berawal dari terbentuknya sejumlah output-output dari aliran air tanah
yang mengalir dari atas yang selanjutnya akan terbentuk spot-spot atau
titik air yang ada di bawah, apabila semakin tinggi aliran air dari atas,
maka akan terjadi air permukaan di bawah dan terjadi penggenangan.


Air tanah merupakan air yang mengisi rongga-rongga batuan di bawah permukaan tanah pada zone jenuh air. Dalam Lokasi tanah yang memiliki perbedaan struktur yang berasal dari proses dan formasi yang berbeda dengan lokasi diluarnya, tanah ini merupakan jenis tanah alluvial marine atau jenis tanah dengan tingkat kegaraman rendah, sedang dan semakin dekat dengan laut maka akan semakin tinggi tingkat garamnya.

Kondisi air tanah pada lokasi ini sangat beragam dan pada musim tertentu akan mengalami perubahan dan faktor tersebut juga merupakan faktor cuaca dan iklim serta faktor radiasi terestrial yang mana permukaan lahan dan lauatan memiliki panas yang diserap dari radiasi matahari, sehingga bumi/lahan pada akhirnya juga menghasilkan radiasi yang terkirim ke atmosefer dengan gelombang panjang antara 3-4 micron.

Diasumsikan bahwa radiasi yang masuk pada tanah pada musim hujan dan musim kering akan sangat berbeda dan suhu yang terjadi juga akan mengalami perubahana dengan daya serap tanah akan berbdea, kita dapat mengasumsikan bahwa pada musim hujan dengan tingkat ground water yang tinggi akan memiliki daya absorbed yang tinggi dan air tanahnya juga akan mengalami suatu intrusi dengan kedalaman tertentu dan memiliki daya tekanan yang kuat antara sea water intrusion dan ground water intrusion dan akhirnya akan mengalami perubahan permeabilitas air dan cenderung akan mengarah pada posisi air yang tertekan dan air tersebut akan mengalami apa yang disebut sebagai cone of ascension untuk air laut dan cone of depression dari air permukaan dan akhirnya akan menimbulkan saltwater intrusion dan pada keadaan saling bertekanan.

Antara kedua aliran ini akan membentuk fresh water atau air yang dapat di konsumsi. itulah yang tejadi pada musim penghujan tanah di tempat ini atau "sangga lia" ini dapat dimanfaatkan untuk menanam padi. dan pada musim kemarau tanah akan mengalami perubahan dan kandungan garamnya akan tinggi dengan asumsi cone of ascension akan tinggi. daya serap ini akan menimbulkan terjadinya perubahan pada air tanahnya, dan akan mengalami kondisi air tanah yang payau. kondisi ait tanah ini akan menyebabkan adanya perubahan orientasi untuk menanam tanaman yang bisa menyesuaikan diri dengan kondisi air tanah yang demikian. selain itu pada daerah ini sangat cocok untuk menanam tanaman sayuran yang bisa menyesuaikan dengan kondisi tanah yang semakin mendekat akan menjadi tanah yang bercampur pasir atau alluvium bercampur pasir. pada kasus daerah lain, seperti kasus daerah pesisir kulonprogo yang memiliki keunikan dalam struktur tanah dan air tanahnya, dengan jenis tanah cammupur pasir dan regosol menyebabkan lokasi ini menjadi pusat tanaman sayuran cabe dengan area yang sangat luas dan tersebar di pesisir pantai yang luas.

Kondisi ini menjadikan kawasan pesisir Sape Bima dan sekitarnya menjadi kaya akan tanaman cabe dan menyumbang pendapatan petani yang cukup tinggi, selain itu budidaya tanaman hias juga berkembang di kawasan ini. dengan melihat kondisi ini, kawasann pesisir Pantai Sape hanya sedikit yang mencoba menanam tanaman sayuran seperti ini, dan pada yang sedikit ini memperoleh penghasilan yang cukup besar dan menjadi penyumbang tanaman sayuran yang tersebar yang menambah income masyarakat sekitar, khusunya masyarakat Kabupaten Bima Timur.

Dengan demikian sangat diperlukan peran serta masyarakat dan pemerintah terutama Dinas Pertanian Kabupaten Bima untuk dapat melakukan sosialisasi terhadap potensi ini dan suatu saat nanti dapat menjadi alternatif dalam menyebangkan kawasan atau sentra agrobisnis tanaman sayuran, dan dapat diandalkan sebagai potensi yang sangat besar. dengan lokasi yang strategsi Kecamatan Sape ini, maka kedepan dapat menjadi wacana perencanaan dan pengembangan pertanian kawasan ini.

Lokasi Sape Bima yang berada pada jalur penyeberangan laut antar pulau yang strategis, dan menjadi sentra perdagangan antar kecamatan pada bagian timur atau pesisir timur Kabupaten Bima.
Kawasan ini juga dapat berpotensi menjadi kawasan permukiman yang padat dan menjadi kawasan pinggir laut yang sibuk dengan beragam aktivitas, terutama perdagangan laut, pengolahan ikan, dan sebagai sentra industri pengolahan dan pembudidayaan ikan.

Sebenarnya potensi yang di miliki Kecamatan Sape untuk sektor perikanan cukup besar dan pembudidayaan tambak juga menjadi pilihan strategis yang sangat potensial, hanya Budidaya perikanan, terutama udang, beragam jenis ikan, rumput laut dan mutiara dapat menjadi alternatif dalam pengembangannya, karena kondisi laut yang belum banyak tercemar dengan limbah-limbah yang membahayakan, maka keadaan ini menjadi alternatif dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat, kesejahteraan masyarakat pesisir menjadi lebih baik.

Pemanfaatan potensi menjadi lebih beragam dan pada saatnya nanti akan menjadi kawasan yang startegis dan menjadi kawasan dengan pendapatan daerah yang tinggi, dengan demikian pemanfaatan sumber daya pesisir menjadi suatu kewajiban dalam rangka membangun sape yang lebih baik dan menjadi kecamatan yang makmur dan masyarakatnya sejahtera, masa depan Sape untuk pembangunan sangat potensial dan sangat baik di wilayah pesisir ini dan dapat dijadikan alternatif dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah, untuk itu Sumber Daya Alam yang tinggi tentunya harus didukung oleh sumber daya manusia yang mumpuni dan dapat menjadikan Kecamatan Sape sebagai kecamatan yang memiliki masa depan yang baik dan terencana dengan baik dan dapat menjadi kawasan strategis dan berkembang.

Dari gambaran di atas, banyak hal yang kita dapat jelaskan terkait dengan air tanah dan struktur geologi dari dataran Sape yang luas ini, terkait dengan struktur geologis, tanah sape dulunya merupakan kawasan laut yang mengalami proses yang pada jutaan tahun yang lalu, ini terbutkti dengan kita melakukan pengeboran untuk mendapatkan air tanah di rumah-rumah warga, akan terdapat banyak sekali aneka betuk siput-siput kecil yang terendapkan, dari kedalaman 10 atau 20 meter, dan banyak lagi bentukan lainnya yang terdapat pada daerah ini, terutama jenis-jenis pasir yang beragam.
Struktur ini kemungkinan daerah Dataran Sape ini merupakan laut dulunya yang kemudian mengalami proses pengankatan struktur tanahnya dan proses ini berlangsung selama puluhan juta tahun yang lalu.
Menurut ilmuwan, akibat terjadi letusan Gunung Tambora di perbatasan Bima dan Dompu yang merupakan letusan terdahsat kedua setelah Gunung Krakatau di dunia, pada saat itu terjadi Tsunami besar yang melanda lokasi-lokasi sekitar Kabupaten Bima, dan Sape kemungkinan di landa Tsunami juga, dan ini memungkinkan terjadinya suatu proses alami dari laut menjadi dataran, karena prosesnya juga cukup lama dan berlangsung selama puluhan juta tahun. kembali pada gambar di atas, anak panah tersebut merupakan jalur turunnya air tanah dari bawah dan menyebar kearah yang sangat luas dan kemudian menyimpannya kedalam tanah membentuk air tanah yang nantinya akan membentuk akuifer bebar yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian di Sape Kabupaten Bima Timur.

Referensi : Linsley et. al. (1975) dan dikutip dari Firdaus Arsyad Universitas Gajah Mada Yogjakarta